Antonelli Tak Sadar Peluang Juara Dunia F1 2026 Terbuka di Austin
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli finis ketiga di GP Singapura 2026, mengunci podium meski hadapi masalah rem.
- Jenson Button mengungkapkan bahwa pembalap Mercedes itu bisa meraih gelar juara dunia di GP Amerika Serikat berikutnya.
- Antonelli merespons dengan kaget dan memilih fokus pada balapan bersih di Circuit of the Americas.

Kimi Antonelli, pembalap muda Mercedes, meraih podium ketiga di Grand Prix Singapura 2026 yang berlangsung ketat. Namun, ia tampak terkejut ketika mantan juara dunia Jenson Button memberitahunya bahwa ia berpeluang mengunci gelar juara dunia pada balapan berikutnya di Austin, Texas.
Balapan di Marina Bay Circuit berlangsung keras. Max Verstappen dari Red Bull Racing mendominasi dan keluar sebagai pemenang, diikuti Charles Leclerc dari Ferrari di posisi kedua. Antonelli, yang start dengan masalah rem parah, memanfaatkan duel sengit antara Lando Norris (McLaren) dan Lewis Hamilton (Ferrari) untuk merebut posisi ketiga. Hasil ini memperkokoh posisinya di puncak klasemen pembalap.
Dalam wawancara pasca-balapan, Button mengungkapkan fakta mengejutkan: secara matematis, Antonelli dapat meraih gelar juara dunia di Grand Prix Amerika Serikat mendatang. "Bisa? Sungguh?" ujar Antonelli dengan raut tidak percaya. "Baiklah, kita tidak perlu memikirkan itu sekarang." Ia menegaskan komitmennya untuk menjalani akhir pekan sebaik mungkin. "Mari kita coba lakukan yang terbaik dan selesaikan pekerjaan," tambahnya.
Prestasi Antonelli musim ini mencerminkan performa gemilang Mercedes yang berhasil kembali kompetitif setelah beberapa musim sulit. Kemenangan Verstappen di Singapura tidak cukup menahan laju Antonelli yang konsisten finis di podium. Dengan seri Austin yang menyisakan beberapa balapan, tekanan justru beralih ke para pesaingnya untuk memangkas jarak.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, fenomena Antonelli menjadi sorotan tersendiri. Minat terhadap balapan Formula 1 di Tanah Air terus meningkat, terutama setelah kesuksesan gelaran MotoGP di Mandalika. Keberadaan pembalap muda seperti Antonelli yang tampil impresif di usia belia memberikan inspirasi bagi talenta muda Indonesia yang bercita-cita menembus ajang balap internasional. Meski belum ada pembalap Indonesia di F1, antusiasme penonton dan liputan media menunjukkan pasar yang potensial.
Melihat ke depan, Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas akan menjadi ujian mental bagi Antonelli. Jika ia mampu tampil tenang dan meraih hasil maksimal, gelar juara dunia bisa diraih lebih cepat dari perkiraan. Namun, ia menegaskan tidak ingin terburu-buru. "Saya hanya ingin fokus pada balapan," ujarnya. Akankah Antonelli mengunci gelar di Austin, atau akankah para rival menunda pesta juaranya? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan mendatang.



