Hannah Waddingham Tanggapi Pembatalan 'Ride or Die': Saya Puas dengan Hasilnya
Baca dalam 60 detik
- Hannah Waddingham menyatakan kepuasan atas penampilannya di serial 'Ride or Die' meski Prime Video memutuskan menghentikan produksi setelah satu musim.
- Keputusan pembatalan menuai reaksi keras dari penggemar yang menuntut kelanjutan cerita, sementara Waddingham mengaku tidak tahu apakah ada platform lain yang akan menyelamatkan acara tersebut.
- Industri hiburan kembali menyoroti ketidakpastian nasib serial yang memiliki basis penggemar kuat namun tidak memenuhi target internal platform.

Aktris peraih nominasi Emmy, Hannah Waddingham, angkat bicara soal nasib serial terbarunya, Ride or Die, yang resmi dihentikan oleh Prime Video setelah hanya satu musim. Meski begitu, ia menegaskan tidak menyesali proses kreatif yang telah dijalaninya.
Dalam wawancara dengan Entertainment Tonight, Waddingham mengaku tidak mengetahui apakah serial yang dibintanginya bersama Octavia Spencer itu akan dilanjutkan oleh jaringan lain. "Saya tidak tahu," ujarnya singkat. Namun, ia menambahkan, "Saya senang dengan apa yang saya lakukan di sana. Jujur, melakukan 85 hingga 90 persen adegan laga sendiri itu cukup melelahkan, tapi saya sangat bangga dengan proyek ini."
Keputusan pembatalan ini kontan memicu gelombang kekecewaan di media sosial. Banyak penggemar yang memuji kualitas akting dan cerita, serta mempertanyakan mengapa acara yang mendapat sambutan positif harus berakhir begitu cepat. Seorang warganet menulis, "Serial ini luar biasa dan butuh rumah baru! Tidak masuk akal acara yang begitu dinikmati dan dibicarakan banyak orang justru dihentikan." Komentar serupa membanjiri unggahan klip wawancara Waddingham di Instagram.
Fenomena ini bukan hal baru di industri streaming. Platform kerap mengambil keputusan berhenti berdasarkan metrik internal yang tidak selalu sejalan dengan respons publik. Meski sebuah acara viral, jika dianggap tidak memenuhi target efisiensi biaya atau jumlah penonton yang diharapkan, kelanjutannya bisa saja dihentikan. Ride or Die menjadi contoh terbaru dari ketegangan antara selera penonton dan strategi korporasi.
"Saya senang dengan apa yang saya lakukan di sana. Jujur, melakukan 85 hingga 90 persen adegan laga sendiri itu cukup melelahkan, tapi saya sangat bangga dengan proyek ini." โ Hannah Waddingham
Waddingham juga sempat menceritakan sisi lain dari produksi, yakni gaun emas yang ia kenakan di acara penghargaan The Albies. Ternyata, gaun itu ia desain sendiri untuk digunakan dalam syuting Ride or Die. "Saya pikir saya akan memberinya kesempatan lagi karena saya suka mendaur ulang. Saya mendesainnya sendiri dan memastikan bisa memakainya untuk beberapa hari syuting, termasuk saat adegan ditikam," tuturnya. "Gaun itu punya bekas tikaman merah besar. Tapi ya, acaranya sudah berakhir, gaunnya tetap ada!"
Bagi Waddingham, pengalaman di Ride or Die tampaknya lebih dari sekadar proyek akting. Ia terlibat dalam aspek fisik dan bahkan kostum, menunjukkan dedikasi yang jarang ditemui. Meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan banyak pihak, ia memilih untuk melihat sisi positifnya.
Di sisi lain, nasib serial yang dibatalkan sering kali menimbulkan spekulasi tentang masa depan para pemain dan kru. Apakah Waddingham akan kembali ke proyek lain? Apakah ada platform yang berani mengambil alih? Hingga kini, belum ada kepastian. Yang jelas, penggemar masih berharap keajaiban terjadi, seperti yang pernah dialami beberapa serial lain yang diselamatkan setelah kampanye daring.
Industri hiburan terus berubah, dan keputusan pembatalan menjadi pengingat bahwa kesuksesan kreatif tidak selalu berbanding lurus dengan kelangsungan bisnis. Bagi penonton, pertanyaannya sederhana: akankah Ride or Die mendapatkan kesempatan kedua, ataukah ini benar-benar akhir dari perjalanan?



