Slasher Paling Inovatif 2024 Umumkan Sekuel: In A Violent Nature Part 2 Tayang 2027
Baca dalam 60 detik
- Shudder dan IFC resmi mengunci 12 Februari 2027 sebagai tanggal rilis In A Violent Nature: Part 2, disampaikan langsung di New York Comic Con.
- Sekuel ini melanjutkan perspektif unik dari sudut pandang si pembunuh, Johnny, yang diperankan kembali oleh Ry Barrett.
- Debut dunia di Fantastic Fest September lalu menandai strategi Shudder memperkuat posisinya di pasar horor menjelang perilisan teatrikal eksklusif.

Jagat horor kembali bersiap menyambut kelanjutan kisah pembunuh legenda urban Johnny. Pada Sabtu lalu di ajang New York Comic Con, layanan streaming khusus horor Shudder bersama Independent Film Company mengumumkan bahwa In A Violent Nature: Part 2 akan tayang eksklusif di bioskop pada 12 Februari 2027. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ry Barrett, aktor yang kembali memerankan Johnny, tak lama setelah film tersebut menggelar premiere dunianya di Fantastic Fest pada September.
Keputusan menetapkan tanggal rilis lebih dari dua tahun ke depan menunjukkan kepercayaan diri Shudder terhadap waralaba yang lahir dari anggaran mikro ini. Film pertamanya, yang dirilis pada 2024, bukan sekadar slasher biasa. Ia menawarkan pembalikan formula: alih-alih berfokus pada sekelompok remaja yang diteror, kamera justru mengikuti setiap langkah lambat si pembunuh yang sudah mati. Pendekatan ini membuatnya disebut sebagai salah satu film slasher paling inventif tahun itu.
Menurut sinopsis resmi, sekuelnya akan dimulai tepat setelah peristiwa film pertama. Kali ini, amukan Johnny membawanya ke sebuah kamp musim panas, tempat seorang anak kamp yang tersisih terpaksa menghabiskan malam bersama kakak perempuannya yang menjadi konselor dan teman-temannya dalam pesta akhir musim. IFC dan Shudder menjanjikan adegan pembunuhan yang lebih ekstrem, dengan gore tanpa kompromi dan pembunuhan yang tak terlupakan. Senjata khas Johnny tetap kait logam berkarat yang dirantai panjang.
Bagi industri film horor, langkah Shudder ini mencerminkan strategi yang semakin matang. Platform yang dikenal sebagai rumah bagi para penggemar horor niche itu tidak hanya mendistribusikan film secara digital, tetapi juga berani membawa properti intelektualnya ke layar lebar. Ini adalah sinyal bahwa konten horor dengan pendekatan naratif tidak konvensional memiliki pasar yang solid, bahkan ketika anggarannya terbatas.
"Johnny tidak pernah bicara, dan sebagian besar film hanya mengikuti pergerakan lambatnya di hutan, terasa seperti campuran antara menonton orang lain bermain video game dan mendengarkan ASMR. Anehnya menenangkan," tulis editor hiburan Polygon, Jake Kleinman, dalam rekomendasinya untuk film pertama.
Kutipan tersebut menggarisbawahi daya tarik utama waralaba ini: ketegangan yang dibangun bukan melalui dialog atau jumpscare, melainkan melalui ritme dan atmosfer. Pendekatan ini pula yang membuat film pertamanya mendapat tempat di hati kritikus, meski tidak semua penonton mainstream menyukainya. Sekuel ini akan menjadi ujian apakah formula tersebut bisa dipertahankan dan diperluas.
Bagi penonton Indonesia, film horor dengan perspektif antihero seperti ini sebenarnya bukan hal asing. Beberapa film horor lokal dalam beberapa tahun terakhir mulai bereksperimen dengan sudut pandang yang tidak biasa, meski masih jarang yang benar-benar menempatkan si antagonis sebagai pusat cerita. Kehadiran In A Violent Nature: Part 2 di bioskop internasional bisa menjadi referensi bagi pembuat film dalam negeri bahwa cerita horor tidak harus selalu berpusat pada korban.
Sementara itu, penonton yang belum menonton film pertamanya dapat menyusul melalui Hulu dan Disney Plus, tempat film tersebut saat ini tersedia. Dengan tenggat waktu yang masih panjang, Shudder tampaknya ingin membangun antisipasi secara bertahap, termasuk melalui kehadiran di berbagai festival. Pertanyaannya, apakah strategi rilis teatrikal eksklusif ini akan menguntungkan di tengah persaingan platform streaming yang semakin ketat, atau justru sebaliknya? Waktu yang akan menjawab, tetapi bagi para penggemar slasher, tanggal 12 Februari 2027 sudah tercatat sebagai agenda wajib.



