500 Tahun Kabupaten Serang: Refleksi Pembangunan atau Seremoni Anggaran?
Baca dalam 60 detik
- Kabupaten Serang memperingati setengah milenium dengan sidang paripurna istimewa yang dihadiri jajaran eksekutif dan legislatif.
- Bupati memaparkan capaian lintas sektor, dari layanan kesehatan hingga infrastruktur jalan, sebagai wujud komitmen 'Serang Bahagia'.
- Ketua DPRD menegaskan momen ini harus menjadi evaluasi kritis, bukan sekadar euforia perayaan usia.

Kabupaten Serang menandai usia setengah milenium pada Kamis, 8 Oktober 2026, melalui sidang paripurna istimewa DPRD yang digelar sebagai puncak peringatan HUT ke-500. Forum tersebut dihadiri Bupati Ratu Rachmatuzakiyah, Wakil Bupati Najib Hamas, Ketua DPRD Bahrul Ulum, sejumlah pejabat lingkungan Pemkab Serang, serta Menteri Desa Yandri Susanto.
Peringatan kali ini mengangkat tema "5 Abad Melangkah Bersama Menuju Serang Bahagia". Bagi Bupati Ratu, angka 500 bukan sekadar penanda waktu, melainkan cerminan perjalanan kolektif yang menyimpan keteguhan, pengorbanan, dan keteladanan dari generasi sebelumnya. Ia menilai pembangunan daerah harus diarahkan pada terwujudnya kebahagiaan yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
Dalam pidatonya, Ratu merinci sejumlah capaian yang diklaim sebagai fondasi menuju Serang Bahagia. Di bidang kesehatan, pemerintah daerah menyediakan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu, melayani cek kesehatan gratis untuk 559.770 jiwa, merehabilitasi empat puskesmas, dan membangun satu puskesmas baru. Pendampingan ibu hamil, penguatan gizi, serta penanganan stunting juga menjadi bagian dari agenda tersebut.
Sektor pendidikan mendapat perhatian melalui beasiswa bagi 1.866 siswa SD, 1.228 siswa SMP, dan 253 guru. Insentif untuk 20.445 guru madrasah dan guru ngaji dinaikkan 50 persen. Pemkab juga merevitalisasi sejumlah sekolah dan memperkuat pendidikan keagamaan lewat pelatihan baca tulis Al-Qur'an serta penyusunan kurikulum muatan lokal.
Pada sektor kemiskinan, Pemkab menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif dan menggelar sertifikasi keterampilan bagi 1.529 warga. Layanan pencari kerja melalui bursa kerja dan pameran lowongan menempatkan 10.219 orang. Penguatan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan lewat pelatihan bagi 813 pelaku usaha mikro serta 652 pengurus dan pengawas di 326 desa.
Kawasan pesisir juga menjadi sasaran program. Pemkab mendukung 55 kelompok nelayan, melatih 430 warga dalam budidaya ikan, dan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 200 nelayan rentan. Di sektor lingkungan hidup, selain bank sampah, pemerintah menjalin kerja sama pengembangan pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
"Lima abad bukan sekadar angka dan bukan pula seremoni semata. Lima abad adalah perjalanan panjang yang di dalamnya tersimpan keteguhan, pengorbanan, karya, doa, dan keteladanan," ujar Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.
Sementara itu, Ketua DPRD Bahrul Ulum menyoroti makna peringatan ini dari sisi pengawasan. Menurutnya, angka 500 jangan berhenti pada euforia bertambahnya usia atau rutinitas tanggal 8 setiap tahun. Ia memandang momen ini sebagai kesempatan untuk merefleksikan capaian masa lalu, mengevaluasi kinerja pemerintahan saat ini, dan merumuskan langkah ke depan yang menjawab aspirasi masyarakat.
Bahrul menjelaskan bahwa DPRD mengawal pembangunan melalui tiga fungsi utama: perencanaan, pengawasan, dan penganggaran. Dalam konteks penganggaran, ia menekankan bahwa setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan dan berdampak positif bagi kepentingan publik. Pernyataan ini menjadi penanda bahwa perayaan 500 tahun tidak lepas dari sorotan atas efektivitas belanja daerah.
Dengan rentang program yang luas, pertanyaan kritisnya adalah sejauh mana capaian-capaian tersebut mengubah kualitas hidup warga secara merata, terutama di wilayah pesisir dan kantong kemiskinan. Ke depan, publik akan menanti apakah visi Serang Bahagia mampu melampaui seremoni dan benar-benar terasa dalam layanan harian.



