Herdman: Peringkat 116 FIFA Bukan Akhir, Tugas Saya Ciptakan Sejarah Baru
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia naik ke peringkat 116 FIFA setelah juara FIFA ASEAN Cup 2026, capaian terbaik dalam dua dekade terakhir.
- John Herdman menegaskan misinya bersama pemain adalah memecahkan rekor dan mencetak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
- Target berikutnya adalah melampaui peringkat 76 dunia yang diraih pada 1998, sebuah tantangan berat bagi pelatih asal Inggris itu.

John Herdman menyambut positif kenaikan peringkat FIFA Timnas Indonesia ke posisi 116 dunia. Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa tugas utama dirinya dan para pemain adalah menciptakan sejarah sebanyak mungkin bagi tim Garuda.
Kenaikan ini tidak lepas dari keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand. Selain itu, hasil minor yang dialami Kazakhstan dan Sudan turut mempercepat eskalasi peringkat. Kazakhstan ditahan imbang Kepulauan Faroe di UEFA Nations League, sementara Sudan tumbang dari Mozambik pada Kualifikasi Piala Afrika 2027.
Menurut Herdman, posisi 116 adalah pencapaian tertinggi Indonesia dalam lebih dari dua puluh tahun terakhir. Ia menyebutnya sebagai langkah kecil namun signifikan dalam perjalanan sepak bola nasional. "Ini memang langkah kecil, tetapi kita terus bergerak maju sebagai negara sepak bola. Itulah misi kita: terus melangkah ke depan," ujarnya saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia, Kamis (8/10).
Herdman mengaku telah berpesan kepada para pemain bahwa tugas mereka selama mengenakan seragam Indonesia adalah menciptakan sejarah dan mencetak pencapaian-pencapaian pertama. "Saya sudah sampaikan kepada para pemain ini bahwa tugas mereka selama mengenakan seragam Indonesia adalah menciptakan sejarah sebanyak mungkin, mencetak pencapaian-pencapaian pertama sebanyak mungkin, dan mereka telah membuktikannya," tambahnya.
"Ini memang langkah kecil, tetapi kita terus bergerak maju sebagai negara sepak bola. Itulah misi kita: terus melangkah ke depan."
โ John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia
Peringkat 116 ini menjadi yang terbaik sejak Indonesia berada di posisi 110 pada dua dekade silam. Adapun rekor tertinggi sepanjang masa diraih pada 1998 ketika Indonesia menempati peringkat 76 dunia. Herdman pun dinilai memiliki tugas berat untuk membawa tim melampaui capaian bersejarah tersebut.
Dengan visi menciptakan sejarah baru, target melampaui peringkat 76 menjadi bidikan jangka panjang. Namun, tantangan tidak ringan mengingat persaingan global yang semakin ketat. Herdman diharapkan mampu membangun fondasi kuat dan konsisten agar Indonesia tidak hanya menorehkan sejarah, tetapi juga bertahan di level atas.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat Indonesia dapat terus mendaki peringkat dan apakah generasi emas saat ini mampu mewujudkan mimpi melampaui rekor 1998. Semua mata akan tertuju pada langkah Herdman dan pasukannya dalam kompetisi mendatang.



