Persela Gagal Puncaki Klasemen Usai Ditahan 10 Pemain Deltras, Bima Sakti: Ini Peringatan
Baca dalam 60 detik
- Persela Lamongan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Deltras FC yang bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37.
- Gol penalti Juninho Cabral dibalas Achmad Dwi pada menit ke-88, memaksa Persela gagal menggeser Deltras dari puncak klasemen.
- Pelatih Bima Sakti menyebut hasil ini sebagai pengingat bahwa timnya belum sempurna dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.

Persela Lamongan harus mengubur ambisi merebut takhta klasemen setelah ditahan imbang 1-1 oleh Deltras FC dalam laga pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026). Hasil ini terasa pahit karena Deltras bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-37, namun tetap mampu memaksa tuan rumah berbagi poin.
Laga bertajuk derbi Jawa Timur itu berjalan sengit sejak awal. Kedua tim datang dengan modal sempurna: selalu menang dalam empat pertandingan sebelumnya. Persela yang tampil di hadapan belasan ribu pendukungnya sendiri berusaha menekan sejak menit awal, tetapi Deltras menunjukkan disiplin taktis yang mengesankan meski harus kehilangan Ananta Krisna akibat kartu merah langsung.
Keunggulan jumlah pemain baru membuahkan hasil pada menit ke-53. Juninho Cabral mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa Persela memimpin 1-0. Namun, keunggulan itu tidak membuat Deltras menyerah. The Lobsters justru tampil lebih rapat di lini belakang dan mengandalkan serangan balik. Pada menit ke-88, Achmad Dwi melepaskan sepakan jarak jauh yang menembus gawang Persela, memupus harapan tuan rumah meraih tiga poin penuh.
Pelatih Deltras, Leonard Tupahamu, mengakui bahwa bermain dengan sepuluh orang sangat menyulitkan timnya. "Kami tahu pertandingan derbi ini tidak mudah. Persela tim yang bagus, dan kartu merah membuat segalanya lebih berat. Kami tidak bisa keluar dari tekanan, jadi kami memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik," ujarnya seusai laga. Ia menambahkan bahwa kepercayaan kepada pemain menjadi kunci mampu menahan gempuran Persela hingga akhir.
Di kubu Persela, pelatih Bima Sakti tidak menyembunyikan kekecewaannya. "Kami sudah unggul dan lawan kurang orang, tapi kami gagal menambah gol. Ini bukan akhir segalanya, tapi jelas sebuah pelajaran. Kami tidak boleh patah semangat," kata Bima. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung dan masyarakat Lamongan, seraya menyebut hasil ini sebagai cara Tuhan mengingatkan bahwa timnya belum sempurna.
Kegagalan Persela memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menyoroti masalah efisiensi di lini serang. Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, penyelesaian akhir menjadi titik lemah. Deltras, di sisi lain, membuktikan bahwa organisasi pertahanan yang rapat dan disiplin bisa mencuri poin di kandang lawan, bahkan dalam situasi terdesak.
Hasil ini membuat Persela tertahan di posisi kedua dengan 12 poin, sementara Deltras kokoh di puncak klasemen dengan 13 poin. Bagi Persela, kegagalan naik ke puncak menjadi pukulan psikologis menjelang laga-laga berikutnya. Namun, musim masih panjang dan persaingan di Grup Timur diprediksi semakin ketat.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Persela bangkit dan memperbaiki ketajaman lini depan, atau justru Deltras yang semakin jauh meninggalkan pesaing? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



