Timnas Indonesia Putri U-17 Pesta Gol 5-0 di Singapura, Tiket Putaran Final Piala Asia 2027 Dikantongi
Baca dalam 60 detik
- Garuda Pertiwi Muda menutup fase grup dengan rekor sempurna: sembilan poin dari tiga pertandingan tanpa sekali pun kehilangan angka.
- Dua gol Keysa Arabela menjadi pemicu runtuhnya pertahanan Singapura, yang harus mengakui keunggulan Indonesia di kandang sendiri.
- Putaran final di China pada MaretโApril 2027 menjadi ujian sesungguhnya bagi generasi muda yang baru pertama kali menembus kompetisi kontinental.

Timnas Indonesia Putri U-17 memastikan satu tempat di putaran final Piala Asia U-17 Putri 2027 setelah menghajar tuan rumah Singapura 5-0 pada laga pamungkas Grup B di Bishan Stadium, Minggu (11/10/2026). Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan tiket menuju kompetisi kontinental yang akan berlangsung di China pada 31 Maret hingga 17 April 2027.
Laga tersebut berstatus sebagai partai penentu. Baik Indonesia maupun Singapura sama-sama membutuhkan kemenangan untuk lolos, karena hanya juara grup yang berhak melaju. Tekanan itu nyatanya tidak membuat Jazlyn Kayla dan kawan-kawan gentar. Sejak menit awal, Garuda Pertiwi Muda mengambil inisiatif serangan dan tidak memberi ruang bagi tuan rumah untuk bernapas.
Dominasi Indonesia terlihat dari cara mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0. Keysa Arabela mencetak dua gol, sementara Febri Arum dan Fadilla masing-masing menyumbang satu gol. Keunggulan empat gol dalam 45 menit pertama praktis mengunci jalannya pertandingan, sekaligus mematahkan mental Singapura yang tampil di hadapan pendukung sendiri.
Pada babak kedua, Indonesia tidak mengendurkan tekanan. Ayla Dva Khala Ahimsa menambah satu gol dan memastikan skor akhir 5-0. Kemenangan ini melengkapi catatan sempurna Indonesia di Grup B: tiga kemenangan, sembilan poin, tanpa sekali pun kehilangan angka. Sebelumnya, mereka mengalahkan Bahrain 2-0 dan Arab Saudi 3-1.
"Kami bermain dengan keberanian. Para pemain memahami bahwa laga ini adalah final bagi kami," ujar seorang ofisial tim yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan semangat skuad muda Indonesia.
Bagi sepak bola putri Indonesia, pencapaian ini menandai langkah penting dalam pembinaan usia dini. Selama bertahun-tahun, tim putri sering kali kurang mendapat sorotan dibandingkan tim putra. Namun, keberhasilan menembus putaran final Piala Asia U-17 Putri menunjukkan bahwa investasi di level akar rumput mulai membuahkan hasil. Federasi dan pelatih diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat struktur kompetisi usia muda di dalam negeri.
Singapura, sebagai tuan rumah, harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan telak ini menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka, sekaligus menegaskan bahwa jarak kualitas antara Indonesia dan Singapura di level U-17 putri cukup lebar. Bagi Indonesia, fokus kini beralih ke putaran final. Lawan-lawan yang lebih tangguh dari Asia Timur dan Asia Barat sudah menanti.
Pertanyaannya, mampukah Garuda Pertiwi Muda mempertahankan performa impresif ini di panggung yang lebih besar? Putaran final di China akan menjadi ujian sesungguhnya, bukan hanya soal teknis, tetapi juga mental dan konsistensi. Jika mampu menjaga tren positif, bukan tidak mungkin Indonesia melangkah lebih jauh dari sekadar partisipasi.



