Polresta Bandung Bentuk Satgas Bobotoh, Libatkan Suporter Jaga Keamanan Stadion
Baca dalam 60 detik
- Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto membentuk Satgas Bobotoh yang diterjunkan di tribune Stadion Si Jalak Harupat untuk laga Persib vs Dewa United.
- Satgas ini menjadi mitra petugas keamanan dalam mencegah pelanggaran dan menjaga nama baik klub, dengan melibatkan kelompok suporter Viking, Boboko, dan Bomber.
- Polresta Bandung mengerahkan lebih dari 1.174 personel TNI-Polri, menegaskan tidak akan menganggap remeh setiap pertandingan meski tanpa kehadiran suporter lawan.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Tri Suhartanto, membentuk Satgas Bobotoh yang diterjunkan langsung di tribune Stadion Si Jalak Harupat untuk mengawal laga pekan keempat BRI Super League 2026/2027 antara Persib Bandung dan Dewa United, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Langkah ini menandai pergeseran pendekatan keamanan sepak bola: dari sekadar pengamanan aparat menjadi kolaborasi dengan suporter.
Satgas Bobotoh diharapkan menjadi mitra petugas keamanan dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan kondusif, baik di dalam maupun di luar stadion. Menurut Tri, dukungan suporter tidak cukup hanya dengan menyanyikan lagu di tribune, tetapi juga harus mampu menjaga nama baik, harkat, dan martabat klub. "Jangan sampai hanya gara-gara kesalahan seseorang, akhirnya yang didenda kesebelasan yang didukungnya," ujarnya.
Inisiatif ini muncul di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi gangguan keamanan dalam pertandingan sepak bola. Tri mengaku prihatin karena setiap laga sering kali diiringi rasa waswas masyarakat. "Kami miris sekali melihat setiap ada pertandingan, yang ada dalam pikiran masyarakat adalah merasa khawatir terjadi sesuatu. Kita buktikan para pendukung, khususnya Satgas Bobotoh, bisa menjadi tuan rumah yang baik," ungkapnya.
Peran Satgas Bobotoh tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga jembatan komunikasi antara suporter dan petugas keamanan. Jika ada indikasi gangguan, mereka dapat memberikan teguran persuasif, dan bila tidak diindahkan, meneruskan informasi kepada aparat. Tri menekankan bahwa pengamanan bukan hanya tanggung jawab Polri atau TNI, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh pihak. "Pengamanan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh Polri atau TNI sendiri, tetapi perlu dukungan dari seluruh masyarakat," tegasnya.
"Apa pun pertandingannya, kami tidak pernah menganggap sepele. Kami akan tetap all-out untuk melakukan proses pengamanan. Mau bertanding dengan siapa pun, kami tetap akan menurunkan personel secara maksimal."
โ Kombes Pol. Tri Suhartanto, Kapolresta Bandung
Kepolisian juga tidak memandang enteng setiap laga, terutama setelah insiden pada sejumlah pertandingan kandang sebelumnya di Stadion Si Jalak Harupat. Setiap pertandingan memiliki potensi kerawanan yang harus diantisipasi dengan kesiapan personel maksimal. Tri memastikan pihaknya akan mengerahkan kekuatan penuh tanpa memandang lawan yang dihadapi.
Bagi Persib dan Bobotoh, langkah ini bisa menjadi ujian kedewasaan suporter. Selama ini, citra suporter Indonesia kerap tercoreng oleh aksi oknum yang berujung sanksi untuk klub. Kehadiran Satgas Bobotoh diharapkan mampu menekan risiko tersebut, sekaligus membangun budaya tuan rumah yang baik. Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi di klub-klub lain yang memiliki basis suporter besar.
Ke depan, efektivitas Satgas Bobotoh akan terlihat dari penurunan insiden dan meningkatnya kenyamanan penonton. Apakah kolaborasi ini mampu mengubah paradigma keamanan sepak bola Indonesia secara menyeluruh, atau hanya menjadi solusi sementara? Waktu yang akan membuktikan, tetapi langkah awal telah diambil.



