Timnas Indonesia U-17 Putri Puncaki Grup B, Anya Gabriella: Fokus ke Singapura
Baca dalam 60 detik
- Indonesia U-17 Putri mengalahkan Arab Saudi 3-1, menambah koleksi enam poin dari dua laga Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
- Meski tak terkalahkan, posisi Indonesia belum aman karena hanya juara grup yang lolos ke putaran final.
- Duel melawan tuan rumah Singapura pada 11 Oktober menjadi penentu, sementara Singapura masih berpeluang menyamakan poin.

Timnas Indonesia U-17 Putri menorehkan kemenangan kedua di Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 setelah membungkam Arab Saudi 3-1 di Stadion Bishan, Singapura, Kamis (8/10/2026). Hasil ini menempatkan Garuda Pertiwi Muda di ambang pintu putaran final, namun belum sepenuhnya mengunci tiket.
Dua gol Nafeeza Ayasha Nori plus satu sumbangan Fadilla memastikan tiga poin. Sebelumnya, anak asuh pelatih ini juga menaklukkan Bahrain 2-0 pada laga perdana, Senin (5/10/2026). Dengan enam poin dari dua pertandingan, Indonesia kini memimpin klasemen sementara, tetapi regulasi hanya memberi satu tiket ke putaran final bagi juara grup.
Gelandang Anya Gabriella menegaskan timnya tidak boleh terbuai euforia. Ia menyadari laga pamungkas melawan Singapura, Minggu (11/10/2026), masih menyimpan bahaya. "Kami gembira bisa menang lagi, tapi kami sadar ada satu pertandingan krusial yang menanti," ujar Anya dalam rilis PSSI yang diterima media, Kamis petang WIB.
Anya menambahkan bahwa evaluasi tetap dilakukan untuk memperbaiki kekurangan. "Kami akan membenahi apa yang kurang, menjaga konsentrasi, dan mengeluarkan kemampuan terbaik melawan Singapura. Dukungan masyarakat Indonesia sangat berarti agar kami bisa tampil maksimal," lanjutnya.
Peringatan Anya beralasan. Singapura, yang baru akan menghadapi Bahrain pada Kamis malam, berpotensi mengumpulkan poin maksimal. Jika menang, tuan rumah bisa menyamai perolehan enam poin Indonesia. Situasi ini membuat partai terakhir bakal berlangsung ketat, mengingat selisih gol dan head-to-head bisa menjadi faktor penentu.
Ketua Komite Sepak Bola Putri PSSI, Vivien Cahyadi, mengapresiasi kerja keras pemain dan staf pelatih. "Kami bersyukur atas kemenangan kedua ini. Para pemain menunjukkan semangat, disiplin, dan keberanian," kata Vivien. Namun ia mengingatkan perjalanan belum usai. "Pertandingan melawan Singapura akan sangat menentukan. Kami harus tetap fokus, rendah hati, dan berjuang bersama," tegasnya.
Bagi sepak bola putri Indonesia, pencapaian ini menjadi sinyal positif pembinaan usia dini. Dua kemenangan beruntun di level Asia menunjukkan peningkatan kualitas, meski tantangan sesungguhnya baru akan teruji di putaran final. Jika lolos, tim ini akan mengukir sejarah tersendiri dan memperkuat fondasi regenerasi timnas senior.
Pertanyaannya, mampukah Garuda Pertiwi Muda menjaga momentum dan menaklukkan tekanan tuan rumah? Jawabannya akan terlihat dalam 90 menit di Bishan, Minggu mendatang.



