Elkan Baggott Sebut Transformasi PSSI Fondasi Kesuksesan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2.
- Elkan Baggott menilai perubahan besar di tubuh PSSI dan penyegaran skuad menjadi kunci keberhasilan.
- Kemenangan ini mengakhiri rentetan kegagalan Indonesia di partai final turnamen regional.

Timnas Indonesia akhirnya mengakhiri dahaga gelar di pentas Asia Tenggara. Pada laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda menundukkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, sebuah hasil yang sekaligus menandai kebangkitan sepak bola nasional di kancah regional.
Keberhasilan ini bukan semata soal kualitas di lapangan. Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, menyoroti peran transformasi besar yang tengah berlangsung di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurutnya, perubahan struktur dan budaya kerja federasi telah membangun fondasi yang lebih kokoh bagi tim nasional.
"Ini adalah perjalanan panjang. Ada banyak perubahan di federasi dan banyak wajah baru di tim ini. Kami sangat bangga mewakili negara ini," ujar Baggott, seperti dikutip dari Bola.com.
Pemain yang memperkuat Millwall itu juga menyinggung pengalaman pahit masa lalu. Ia mengaku pernah merasakan kekecewaan saat Indonesia kalah dari Thailand di final Piala AFF 2020. Namun, rangkaian kegagalan tersebut justru dijadikan bahan bakar oleh pelatih John Herdman untuk membangkitkan semangat juang para pemain.
Menjelang partai final, Herdman memperlihatkan cuplikan video berisi momen-momen menyakitkan ketika Indonesia harus mengakui keunggulan lawan di laga puncak. Cara itu dinilai efektif untuk menanamkan tekad membalas dendam dan menutup luka lama.
Kemenangan ini juga menjadi penanda bahwa investasi jangka panjang dalam pembinaan dan manajemen federasi mulai menunjukkan hasil. Sebelumnya, Indonesia kerap gagal di partai puncak turnamen regional, termasuk saat kalah dari Thailand di Piala AFF 2020. Kini, dengan komposisi pemain yang lebih matang dan dukungan sistem yang terus dibenahi, Timnas Indonesia berhasil mengangkat trofi bergengsi.
Bagi publik sepak bola tanah air, gelar ini bukan hanya soal prestise. Ada harapan bahwa momentum juara dapat mendorong peningkatan kualitas kompetisi domestik, menarik minat sponsor, dan memacu semangat generasi muda untuk menekuni sepak bola secara serius. PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir memang gencar melakukan perbaikan, mulai dari tata kelola liga hingga pembinaan usia dini.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi. Juara ASEAN Cup 2026 harus menjadi batu loncatan untuk bersaing di level Asia, bukan sekadar euforia sesaat. Apakah transformasi yang disebut Baggott akan berlanjut dan membawa Indonesia ke panggung dunia? Waktu yang akan membuktikan, tetapi satu hal pasti: malam di final itu telah mengukir sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.



