Everton Bidik Gabriel Sara: Moyes Incar Kreativitas Brasil di Bursa Januari
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan mulai menyusun langkah konkret untuk merekrut Gabriel Sara dari Galatasaray, dengan diskusi dan tawaran resmi dijadwalkan pada Januari.
- Rekam jejak Sara di Norwich City membuatnya dianggap siap beradaptasi cepat dengan kerasnya Premier League tanpa perlu masa penyesuaian panjang.
- Kontrak Sara di Istanbul baru berakhir 2029, sehingga negosiasi harga akan menjadi ujian nyata bagi ambisi transfer Everton dan Moyes.

Everton dilaporkan tengah menyiapkan langkah serius untuk mendatangkan gelandang Galatasaray, Gabriel Sara, pada jendela transfer Januari mendatang. Laporan media Turki, Takvim, menyebutkan bahwa manajemen The Toffees telah mulai bekerja untuk merancang penawaran resmi, dengan rencana pembicaraan langsung bersama klub Istanbul tersebut dalam waktu dekat.
Nama Sara bukan sosok asing bagi sepak bola Inggris. Gelandang berusia 27 tahun itu menghabiskan dua musim bersama Norwich City sebelum hijrah ke Turki pada 2024. Pengalaman tersebut dinilai menjadi nilai tambah tersendiri, karena ia sudah memahami intensitas, tempo, dan tuntutan fisik kompetisi domestik Inggris.
Ketertarikan Everton terhadap Sara tidak muncul tanpa alasan. Musim ini, pemain asal Brasil itu mencatatkan tujuh penampilan di berbagai kompetisi dengan kontribusi dua gol dan dua assist. Produktivitas dari lini tengah semacam itu menjadi salah satu elemen yang kerap absen dari skuad asuhan David Moyes.
Dari sisi taktik, Sara menawarkan fleksibilitas yang jarang dimiliki gelandang lain. Ia mampu beroperasi sebagai gelandang tengah murni, bermain lebih maju sebagai penyerang lubang, atau turun lebih dalam untuk mengatur tempo. Statusnya sebagai pemain kidal juga memberi Moyes opsi sudut passing berbeda ketika Everton berupaya menembus pressing lawan.
Everton sebenarnya tidak kekurangan stok gelandang. Nama-nama seperti James Garner, Hayden Hackney, dan Kiernan Dewsbury-Hall menjadi pilar penting, sementara Harrison Armstrong, Merlin Rohl, dan Carlos Alcaraz melengkapi kedalaman skuad. Namun, situasi Alcaraz yang dikaitkan dengan kepindahan ke Fenerbahce membuka celah bagi masuknya gelandang baru. Manajemen Everton disebut enggan melepas pemain Argentina itu tanpa terlebih dahulu mengamankan pengganti.
"Sara telah berbicara terbuka soal ambisinya bermain di Premier League, meski pada musim panas lalu ia menegaskan fokusnya masih bersama Galatasaray."
Perekrutan Sara juga menyentuh persoalan kedalaman skuad yang lebih luas. Everton memulai musim dengan kedalaman terbatas, dan Moyes tidak bisa terus-menerus mengandalkan kelompok pemain yang sama sepanjang kampanye Premier League yang padat. Kehadiran pemain serba bisa seperti Sara akan memberi ruang rotasi tanpa mengorbankan kualitas, terlebih karena ia tidak membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris.
Meski demikian, jalan menuju kesepakatan tidak akan mulus. Sara masih terikat kontrak hingga 2029, dan Galatasaray tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk menerima tawaran di bawah harga pasar. Klub Turki itu berada dalam posisi tawar yang kuat, terutama jika melihat kontribusi Sara yang terus meningkat di kompetisi domestik maupun Eropa.
Bagi Everton, keputusan untuk mengejar Sara mencerminkan arah kebijakan transfer yang lebih terukur. Alih-alih mengejar nama besar dengan harga selangit, Moyes tampak membidik pemain yang sudah terbukti mampu bersaing di Inggris dan memiliki motivasi untuk kembali ke Premier League. Profil semacam ini kerap menjadi kunci bagi klub-klub papan tengah yang ingin naik kelas tanpa melanggar batas finansial.
Yang menarik, laporan ini juga menyiratkan bahwa Everton tengah memetakan kebutuhan di beberapa posisi sekaligus. Selain Sara, nama Teun Koopmeiners dan Younes Ebnoutalib turut dikaitkan, menandakan bahwa Moyes ingin memperkuat lini tengah dan lini depan secara bersamaan. Jika negosiasi Sara berjalan lancar, Everton bisa mendapatkan gelandang kreatif yang siap pakai, sekaligus memberi sinyal bahwa klub serius mengejar posisi yang lebih kompetitif di paruh kedua musim.
Pertanyaannya kini, apakah Galatasaray bersedia melepas salah satu aset pentingnya di tengah persaingan gelar, atau justru memanfaatkan minat Everton untuk menaikkan harga? Jawaban atas negosiasi ini akan menjadi salah satu drama transfer paling menarik di bursa Januari.



