Muramasa: Revenant Blades Akhirnya ke PC, Vanillaware Buka Babak Baru Setelah 17 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Vanillaware merilis Muramasa: Revenant Blades untuk PC, menandai debut pertama studio di platform tersebut setelah 17 tahun berkarya.
- Sistem skill baru untuk 108 pedang mengubah cara bermain, memungkinkan kombinasi serangan udara dan darat yang sebelumnya tidak mungkin.
- Kesuksesan port ini dapat membuka jalan bagi Vanillaware untuk menghadirkan lebih banyak judul ke PC di masa depan.

Vanillaware, studio asal Jepang yang dikenal lewat 13 Sentinels: Aegis Rim dan Unicorn Overlord, akhirnya membawa salah satu karya klasiknya ke PC. Muramasa: Revenant Blades, yang pertama kali dirilis untuk Nintendo Wii pada 2009 dengan judul Muramasa: The Demon Blade, kini hadir dalam versi definitive untuk platform PC. Ini menjadi rilis perdana Vanillaware di PC sepanjang 17 tahun sejarahnya.
Langkah tersebut terbilang terlambat mengingat reputasi Vanillaware yang solid di konsol. Namun, keputusan ini juga menandai perubahan strategi yang signifikan. Selama ini, game-game Vanillaware dikenal eksklusif di konsol Nintendo dan PlayStation, sehingga kehadiran Muramasa di PC membuka akses bagi basis pemain yang lebih luas, terutama di pasar global yang didominasi platform digital seperti Steam.
Versi baru ini bukan sekadar porting biasa. Director Wataru Nakanishi mengungkapkan bahwa timnya melakukan penyesuaian besar, terutama pada sistem skill. Jika di versi orisinal pemain hanya bisa menggunakan satu skill yang terikat pada satu pedang, kini mereka dapat memasang hingga tiga skill darat dan tiga skill udara pada tiga pedang yang bisa diganti secara real-time. "Dulu pemain cenderung memakai pedang paling kuat di akhir game, dan itu membatasi variasi gameplay," ujar Nakanishi. "Sekarang mereka punya akses ke lebih banyak skill dan gaya bermain."
Perubahan lain yang mencolok adalah penghapusan sistem scaling musuh. Di versi asli, musuh akan menyesuaikan kekuatan dengan level pemain. Kini, setiap area memiliki level musuh yang tetap, sehingga pemain bisa menjelajah dengan bebas namun menghadapi risiko jika nekat melawan musuh yang lebih kuat. "Kami ingin pemain merasakan sensasi menjelajah tanpa batasan, tetapi tetap ada tantangan," tambah Nakanishi.
"Ada reputasi bahwa pedang Muramasa terkutuk, tetapi itu berarti pedang-pedang tersebut memiliki kekuatan. Dalam game ini, Muramasa adalah karakter penting yang menciptakan pedang kuat, dan sebagai gantinya para protagonis harus mengumpulkan jiwa untuknya." โ Wataru Nakanishi, Director
Dari sisi visual, Muramasa: Revenant Blades mempertahankan gaya seni lukis tangan yang khas. Nakanishi mengakui proses remastering bukan perkara mudah. "Kami harus mengambil aset dari game lama dan memperbaikinya secara manual satu per satu. Prosesnya melelahkan, tetapi hasilnya adalah seni yang hangat dan berwarna," jelasnya. Kualitas artistik ini menjadi salah satu daya tarik utama, terutama di perangkat seperti Steam Deck OLED yang mampu menampilkan warna vivid.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Muramasa di PC berpotensi memperluas komunitas gamer tanah air yang selama ini lebih akrab dengan platform PC dan Steam. Harga game yang kompetitif serta dukungan bahasa yang mungkin ditambahkan dapat menjadi faktor pendorong. Selain itu, genre action RPG 2D dengan sentuhan budaya Jepang memiliki penggemar tersendiri di Indonesia, seperti terlihat dari popularitas seri seperti Onimusha atau Nioh.
Ke depan, kesuksesan Muramasa: Revenant Blades di PC bisa menjadi sinyal bagi Vanillaware untuk merilis judul lain di platform yang sama. Nakanishi sendiri tidak menutup kemungkinan tersebut. "Kami belum punya rencana spesifik, tetapi kami akan senang jika Muramasa sukses hingga orang mulai bertanya tentang hal itu," ujarnya. Jika sambutan positif terus mengalir, bukan tidak mungkin 13 Sentinels atau Unicorn Overlord menyusul ke PC.



