RuneScape Reignited: Jagex Relaunch Game 25 Tahun, Taruhan Besar di Tengah Dominasi Old School
Baca dalam 60 detik
- Jagex mengumumkan RuneScape Reignited, relaunch RuneScape 3 yang akan dirilis 2 Desember 2026 dengan periode gratis 10 hari.
- Langkah ini menandai upaya serius merebut kembali pemain yang hijrah ke Old School RuneScape, yang selama ini dianggap lebih otentik.
- Tiga arc cerita baru dan sistem dunia yang berevolusi menjadi ujian apakah strategi nostalgia ini mampu mengembalikan kejayaan RuneScape 3.

Jagex secara resmi mengumumkan RuneScape Reignited, sebuah relaunch ambisius untuk RuneScape 3 yang dijadwalkan rilis pada 2 Desember 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung dalam ajang RuneFest 2026 di hadapan lebih dari enam ribu penggemar, menandai babak baru bagi MMORPG legendaris yang telah berusia seperempat abad tersebut.
Reignited bukan sekadar pembaruan biasa. Ini adalah upaya Jagex untuk merombak total pengalaman awal pemain, mulai dari tutorial, sistem skilling, hingga konten pertempuran dasar, agar selaras dengan standar game modern. Creative Director Ryan Philpott menyebut momen ini sebagai titik masuk sempurna bagi pendatang baru maupun veteran yang telah lama meninggalkan game. "Kami memiliki konten 25 tahun, dan tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk mulai bermain," ujarnya dalam sesi wawancara eksklusif.
Sejak dirilis 25 tahun lalu, RuneScape memang telah berubah drastis. Perpecahan besar terjadi pada 2013 ketika Jagex merilis Old School RuneScape (OSRS) sebagai versi fork berbasis backup Agustus 2007, menyusul ketidakpuasan komunitas terhadap arah pengembangan RuneScape 3. Sejak itu, kedua versi berjalan berdampingan, tetapi OSRS justru kerap dianggap sebagai pengalaman RuneScape yang lebih otentik. Banyak pemain lama mengaku menghabiskan ribuan jam di OSRS, sementara RuneScape 3 hanya menyita puluhan jam.
Kondisi ini menjadi konteks penting mengapa Reignited hadir. Jagex tampaknya menyadari bahwa basis pemain RuneScape 3 terus tergerus, dan mereka perlu strategi radikal untuk menarik kembali mereka yang telah beralih. Melalui roadmap Road to Restoration yang diumumkan awal 2026, Jagex berkomitmen memodernisasi sistem inti dan menghadirkan ekspansi terbesar dalam sejarah game. Namun, respons komunitas terhadap Reignited tidak sepenuhnya positif. Sebagian penggemar khawatir relaunch ini justru mengorbankan identitas unik RuneScape 3 yang telah mereka kenal.
"Kami ingin kembali ke akar kami dalam hal bercerita, dengan cerita yang lebih bervariasi dan mencakup berbagai konten dalam satu narasi," kata Philpott, menjelaskan filosofi di balik tiga arc baru.
Game Designer Molly Mason menambahkan bahwa Reignited tidak dimaksudkan untuk menggantikan OSRS. "Kami semua berteman. Banyak pemain kami memainkan kedua game. Anda bisa bermain Reignited selama satu, dua, tiga bulan, lalu kembali ke Old School," jelasnya. Pendekatan ini menunjukkan Jagex ingin merangkul kedua basis pemain, bukan memecah belah mereka.
Dari sisi mekanisme, pemain yang memilih karakter Reignited akan memulai dari awal di ekonomi yang sepenuhnya baru, dengan kesempatan mengejar HiScores perdana. Namun, pemain yang tetap menggunakan karakter lama tetap dapat mengakses konten remastered dan Adventure Guide. "Ini adalah kesempatan untuk bermain bersama teman-teman yang belum pernah merasa ada pintu masuk yang cocok," ujar Philpott.
Ketiga arc cerita tahun 2027 menjanjikan pendekatan naratif yang lebih hidup. City of Gnomes, misalnya, akan memperkenalkan dunia yang berevolusi: penduduk akan bereaksi terhadap peristiwa global, seperti gempa atau objek terbang di langit, sebelum quest utama dirilis. "Konten akan selalu dapat diakses, tetapi momen-momen tertentu hanya bisa dialami saat itu terjadi," kata Philpott. Ini adalah fitur yang belum pernah diterapkan sebelumnya di RuneScape dan berpotensi menjadi pembeda dari OSRS yang lebih statis.
Bagi pasar Indonesia, langkah Jagex ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri game global: upaya menghidupkan kembali waralaba lama dengan pendekatan modern. Di Indonesia sendiri, game berbasis PC dengan model langganan seperti RuneScape masih memiliki ceruk penggemar setia, meski kalah populer dibanding game mobile dan MOBA. Keberhasilan Reignited bisa menjadi indikator apakah model relaunch semacam ini efektif untuk memikat generasi baru pemain di pasar Asia Tenggara, atau justru hanya relevan bagi basis penggemar lama di Eropa dan Amerika.
Dengan tanggal rilis yang semakin dekat, pertanyaan besarnya adalah apakah Reignited mampu mengembalikan kejayaan RuneScape 3 tanpa mengalienasi komunitas OSRS yang sudah mapan. Jika berhasil, ini bisa menjadi blueprint bagi Jagex dan pengembang lain dalam mengelola waralaba berusia puluhan tahun. Jika gagal, RuneScape 3 mungkin akan semakin tenggelam dalam bayang-bayang versi klasiknya sendiri.



