Keri Russell Tolak Pernikahan dengan Matthew Rhys: 'Kami Sudah Punya Anak, Itu Komitmen Selamanya'
Baca dalam 60 detik
- Keri Russell menegaskan tidak berencana menikah dengan Matthew Rhys meski telah bersama lebih dari satu dekade.
- Ia menilai pernikahan sudah usang dan memiliki anak bersama dianggap sebagai ikatan permanen yang cukup.
- Kontroversi pidato Emmy Matthew Rhys dibahas tuntas, di mana Keri justru memintanya tak perlu menyebut namanya.

Aktris Keri Russell secara terbuka menyatakan tidak memiliki keinginan untuk menikah dengan pasangannya, Matthew Rhys, meskipun keduanya telah menjalin hubungan selama lebih dari sepuluh tahun. Dalam wawancara di podcast Dear Chelsea, bintang The Diplomat itu mengungkapkan bahwa memiliki anak bersama sudah menjadi bentuk komitmen yang jauh lebih bermakna daripada sekadar ikatan pernikahan.
Russell dan Rhys pertama kali bertemu di lokasi syuting drama mata-mata The Americans, di mana mereka berperan sebagai suami-istri. Chemistry di layar ternyata berlanjut di kehidupan nyata, dan pada 2016 mereka dikaruniai seorang putra bernama Sam, yang kini berusia 10 tahun. Namun, bagi Russell, pernikahan bukanlah tujuan akhir dari hubungan mereka.
Dalam perbincangan tersebut, Russell menyoroti pandangan masyarakat yang menurutnya sudah ketinggalan zaman. Ia mencontohkan bahwa dulu perempuan harus menikah untuk bisa memiliki kartu kredit, tetapi sekarang tidak lagi. "Saya tidak perlu nama belakang saya hilang. Saya baik-baik saja. Jika kamu ingin berada di sini, di sini. Jika tidak, tidak masalah," ujarnya, seperti dikutip dari podcast tersebut.
Lebih lanjut, Russell menegaskan bahwa pernikahan baginya sudah usang. "Kami punya anak, jadi itu selamanya. Menurut saya, pernikahan itu kuno," tegasnya. Pernyataan ini sejalan dengan pengalamannya sendiri; ia pernah menikah dengan Shane Deary pada 2007 dan berpisah pada 2013. Kini, ia memilih untuk tidak mengulangi institusi yang dianggapnya tidak lagi relevan.
Di sisi lain, Russell juga menanggapi kontroversi yang mencuat setelah Rhys tidak menyebut namanya dalam pidato kemenangan Emmy baru-baru ini. Rhys memenangkan dua penghargaan bergengsi—Aktor Utama Luar Biasa dalam Serial Komedi untuk Widow's Bay dan Aktor Utama Luar Biasa dalam Serial Terbatas untuk The Beast in Me—namun tidak menyebut pasangannya dalam ucapan terima kasih. Publik pun ramai memperbincangkan hal itu.
"Dia sangat gugup. Kami semua gugup. Tekanannya besar. Kami berdua orang yang mudah cemas. Kami tidak terlalu sering berada di dunia itu. Jadi kami sama-sama gugup," ujar Russell menirukan percakapannya dengan Rhys.
Russell mengungkapkan bahwa ia sendiri yang meminta Rhys untuk tidak mengkhawatirkannya. "Beberapa hari sebelumnya saya bertanya, 'Apa yang paling membuatmu gugup?' Dia bilang, 'Harus berbicara.' Saya jawab, 'Baiklah, keluarkan aku dari daftar. Kamu tidak perlu berterima kasih padaku. Aku tahu kamu mencintaiku. Ada banyak orang yang harus kamu sebutkan,'" kenangnya.
Ia juga menyebut bahwa Rhys masih sering mendapat komentar pedas dari orang-orang yang tidak disebut dalam pidato Emmy 2018, saat ia menang untuk The Americans. "Orang-orang masih menyalahkannya karena tidak menyebut nama mereka. Itu gila. Orang-orang jadi aneh. Itu bodoh dan juga menyedihkan," tambahnya. "Jadi saya bilang, 'Keluarkan aku dari daftar, bukan itu intinya. Aku tidak peduli jika kamu ingin berterima kasih pada tukang jalan-jalan anjing. Lakukan apa yang kamu mau. Itu menitmu. Itu 45 detikmu.'"
Pandangan Russell ini mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat modern, terutama di kalangan selebritas, di mana pernikahan bukan lagi satu-satunya ukuran komitmen. Banyak pasangan memilih untuk hidup bersama dan membesarkan anak tanpa ikatan resmi, mengutamakan kebahagiaan dan stabilitas emosional di atas norma sosial. Fenomena ini juga mulai terlihat di Indonesia, di mana semakin banyak pasangan muda yang mempertanyakan relevansi pernikahan formal, meskipun masih ada tekanan budaya yang kuat.
Ke depan, publik mungkin akan terus menyoroti hubungan Russell dan Rhys, terutama setiap kali salah satu dari mereka meraih penghargaan. Namun, bagi keduanya, yang terpenting adalah keluarga yang telah mereka bangun. Apakah pernikahan masih menjadi institusi yang relevan di abad ke-21, ataukah ia akan semakin ditinggalkan oleh generasi yang lebih memprioritaskan kebebasan dan komitmen tanpa syarat? Waktu yang akan menjawab, tetapi bagi Russell, jawabannya sudah jelas.



