Olivia Culpo Melahirkan Anak Kedua, Bayi Laki-Laki Bernama Roman Augustus
Baca dalam 60 detik
- Mantan Miss Universe Olivia Culpo mengumumkan kelahiran putranya, Roman Augustus McCaffrey, melalui unggahan Instagram pada akhir September.
- Culpo memilih operasi caesar agar jadwal persalinan selaras dengan waktu luang suaminya, Christian McCaffrey, yang sibuk dengan kompetisi NFL.
- Ia juga menyuarakan pesan agar ibu hamil tidak tertekan oleh standar penurunan berat badan pasca-persalinan, seraya mengakui perjuangan mengasuh dua anak dengan dukungan terbatas.

Kabar bahagia datang dari pasangan selebritas Olivia Culpo dan Christian McCaffrey. Perempuan yang pernah menyandang gelar Miss Universe itu melahirkan anak kedua mereka, seorang bayi laki-laki, pada akhir bulan lalu. Bayi tersebut diberi nama Roman Augustus McCaffrey. Kelahiran ini menambah anggota baru keluarga kecil mereka, setelah sebelumnya dikaruniai putri bernama Colette yang kini berusia 14 bulan.
Melalui akun Instagram pribadinya, Culpo membagikan momen tersebut dengan sederet foto. Ia menuliskan keterangan singkat, “Roman Augustus McCaffrey. 9/29/26,” tanpa penjelasan panjang. Unggahan itu langsung menuai ucapan selamat dari para penggemar dan rekan sesama figur publik. Bagi publik Indonesia, momen ini mungkin terasa jauh, tetapi pola yang dijalani Culpo—menyeimbangkan karier, kehamilan, dan jadwal pasangan—menyerupai pengalaman banyak keluarga muda urban di tanah air yang harus menegosiasikan waktu di tengah kesibukan kerja.
Keputusan Culpo menjalani operasi caesar menjadi sorotan. Dalam sebuah video TikTok pada Juli lalu, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa menjalani persalinan normal setelah caesar (VBAC) karena sebelumnya juga melahirkan secara caesar pada Juli tahun lalu. Ia sengaja menjadwalkan prosedur tersebut pada hari libur McCaffrey, yang berposisi sebagai running back untuk San Francisco 49ers, agar sang suami bisa mendampingi proses kelahiran. “Ini akan berbeda dari kelahiran pertama,” ujarnya, seraya menjelaskan bahwa setelah itu McCaffrey harus segera kembali ke tim.
“Saya bersyukur memiliki lingkungan yang mendukung dan tim keamanan yang besar,” kata Culpo, menggambarkan dukungan yang ia andalkan saat harus mengurus bayi baru lahir sekaligus mengasuh Colette.
Pilihan Culpo menyoroti realitas yang jarang dibahas: atlet profesional dan pasangannya sering kali tidak memiliki kendali penuh atas waktu kelahiran anak. Musim NFL dimulai jauh sebelum pertandingan perdana, tepatnya saat pemain masuk kamp pelatihan pada akhir Juli. Jadwal padat itu membuat momen-momen keluarga harus disesuaikan dengan kalender kompetisi. Di Indonesia, fenomena serupa juga dialami para atlet nasional, terutama yang berlaga di liga atau turnamen internasional, di mana keluarga kerap menjadi pihak yang beradaptasi.
Di sisi lain, Culpo aktif membagikan pengalaman kehamilannya, termasuk soal kenaikan berat badan. Ia mengkritik tekanan sosial yang membuat banyak ibu hamil merasa harus cepat kembali kurus setelah melahirkan. “Saya bangga bisa mengandung seorang bayi. Setiap kali tubuh saya membesar, saya tahu bayi saya tumbuh sehat,” tuturnya. Ia menekankan bahwa setiap ibu memiliki perjalanan berbeda, dan membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menambah beban. Pesan ini resonan dengan meningkatnya kesadaran kesehatan mental ibu di Indonesia, di mana diskusi tentang body shaming pasca-persalinan mulai mengemuka di ruang digital.
Meski demikian, Culpo mengakui bahwa ia pun kadang membandingkan diri dengan suaminya yang memiliki tubuh atletis. “Christian sangat bugar dan menyebalkan karena sempurna dalam segala hal,” candanya. Namun, McCaffrey berusaha menenangkan istrinya dengan mengingatkan bahwa pemulihan butuh waktu setahun. Dukungan semacam ini menjadi penting, terutama ketika seorang ibu harus mengurus dua anak di bawah dua tahun tanpa kehadiran penuh pasangan.
Kelahiran Roman menandai babak baru bagi keluarga McCaffrey. Dengan jadwal NFL yang belum berakhir, pertanyaan ke depan adalah bagaimana Culpo menavigasi peran barunya sebagai ibu dua anak sekaligus figur publik yang aktif bersuara tentang isu perempuan. Apakah ia akan terus mengangkat tema kesehatan mental ibu, atau justru mengurangi aktivitas daring untuk fokus pada keluarga? Publik tampaknya akan menantikan langkah berikutnya, sembari berharap yang terbaik untuk keluarga kecil itu.



