Lisandro Martinez di Bawah Sorotan: Bek Rp1,1 Triliun yang Jadi Simbol Kegagalan Lini Belakang Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Lisandro Martinez, bek berharga £57 juta, menjadi biang keladi rapuhnya pertahanan Manchester United musim ini dengan serangkaian kesalahan krusial.
- Kontraknya habis musim panas mendatang, dan INEOS dikabarkan tengah mempertimbangkan perombakan besar di lini belakang yang sudah usang.
- Jika tidak segera dibenahi, masalah pertahanan ini berpotensi menghambat ambisi United kembali ke papan atas Premier League.

Manchester United kembali menuai kritik tajam setelah performa buruk lini belakang mereka di awal musim 2026/2027. Sorotan utama kini mengarah ke Lisandro Martinez, bek asal Argentina yang dibeli dengan harga £57 juta dari Ajax pada 2022. Meski sempat menjadi idola fans karena gaya bermainnya yang agresif, Martinez kini dianggap sebagai salah satu penyebab utama rentannya pertahanan Setan Merah.
Dalam laga melawan Fulham sebelum jeda internasional, Martinez tampil di bawah standar. Ia tercatat beberapa kali kehilangan bola dan membuat kesalahan posisi yang hampir berbuah gol. Insiden paling mencolok terjadi di Craven Cottage, di mana ia nyaris mencetak gol bunuh diri setelah bola mengenai kakinya dan hampir melewati kiper Senne Lammens. Meski tidak berujung fatal, momen tersebut mempertegas inkonsistensi pemain berusia 28 tahun itu.
Kritik terhadap Martinez bukan tanpa alasan. Sepanjang kariernya di Old Trafford, ia kerap absen karena cedera, dan musim ini performanya jauh dari kata solid. Dalam laga melawan Ipswich Town, ia kembali membuat kesalahan yang hampir berbuah gol. Meski United menang, kesalahan individu seperti ini menjadi pola yang mengkhawatirkan. Banyak pihak menilai bahwa Martinez, yang pernah menjadi bagian dari skuad juara dunia Argentina, seharusnya bisa memberikan stabilitas di lini belakang.
"Martinez adalah bek yang ferositas dan kemampuan passing-nya luar biasa, tetapi terlalu sering ia berada di tempat kejadian perkara. Kesalahan-kesalahan kecil ini yang membuat United kehilangan poin," ujar seorang analis Premier League yang enggan disebutkan namanya.
Masalah di lini belakang United bukan hanya soal Martinez. Kombinasi bek yang sering dimainkan—Luke Shaw, Diogo Dalot, Harry Maguire, dan Martinez—telah bersama sejak lama namun belum juga menemukan konsistensi. Sejak kedatangan Erik ten Hag pada 2022, lini pertahanan terus menjadi titik lemah. Manajer saat ini, Michael Carrick, yang mengambil alih pada Januari 2026, sempat membawa perbaikan, tetapi belakangan kembali goyah. Carrick dihadapkan pada tugas berat untuk membenahi pertahanan yang sudah dihuni pemain-pemain yang sama selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, lini depan United juga menjadi perhatian. Benjamin Sesko, striker muda Slovenia yang dibeli dengan harga £66,4 juta, masih belum konsisten. Meski telah mencetak 14 gol dalam 38 penampilan, ia sering terganggu cedera. Musim ini, ia absen di beberapa laga penting, termasuk saat melawan Fulham. Namun, berbeda dengan Martinez, Sesko masih dianggap sebagai investasi jangka panjang yang layak diberi waktu. Sementara Martinez, yang sudah empat tahun di United, dinilai telah mendapat cukup banyak kesempatan.
Keputusan ada di tangan INEOS, pemilik baru United, yang dikabarkan berencana merombak besar-besaran lini belakang pada musim panas mendatang. Kontrak Martinez yang tersisa satu tahun lagi membuat situasinya semakin pelik. Jika tidak segera diperpanjang, United berisiko kehilangan pemain secara gratis. Namun, memperpanjang kontrak pemain yang performanya menurun juga bukan langkah bijak. Dilema ini mencerminkan masalah yang lebih besar: United perlu segera memutus siklus kegagalan di lini pertahanan jika ingin kembali bersaing di level tertinggi.
Bagi penggemar United di Indonesia, situasi ini tentu menjadi perhatian. Klub dengan basis fans besar di Tanah Air ini selalu menjadi sorotan setiap pekan. Kegagalan mempertahankan clean sheet dan kesalahan individu seperti yang dilakukan Martinez menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang berharap manajemen segera mengambil tindakan tegas, termasuk mendatangkan bek baru yang lebih muda dan konsisten. Pertanyaannya, akankah INEOS berani mengambil keputusan sulit dengan melepas Martinez, atau justru memberikan kesempatan terakhir? Waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan dari fans semakin menggunung.



