Legenda MU Tumbang di GBK, Wes Brown: Ferguson Tak Akan Bicara dengan Kami
Baca dalam 60 detik
- North London Legends menaklukkan Manchester United Legends 3-2 dalam laga ekshibisi The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Wes Brown menyebut Sir Alex Ferguson bakal murka meski laga berstatus persahabatan, menyoroti rivalitas panas MU-Arsenal era 2000-an.
- Thierry Henry menegaskan mantan pemain tetap kompetitif, sementara kehadiran Ricky Harun memperkuat daya tarik komersial sepak bola legenda di Indonesia.

Manchester United Legends harus mengakui keunggulan North London Legends dengan skor 3-2 dalam pertandingan ekshibisi bertajuk The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Kekalahan ini memicu reaksi ringan dari mantan bek MU, Wes Brown, yang yakin Sir Alex Ferguson tidak akan tinggal diam jika mengetahui hasil tersebut.
Brown, yang memperkuat MU saat rivalitas dengan Arsenal mencapai puncaknya pada dekade 2000-an, menyampaikan hal itu dengan nada bercanda dalam sesi wawancara usai laga. Menurutnya, Ferguson dikenal sangat tidak suka kalah, bahkan dalam pertandingan yang tidak resmi. "Saya yakin dia tidak akan senang. Dia tidak akan berbicara dengan kami," ujar Brown, seraya menambahkan bahwa status laga sebagai persahabatan membuat kekalahan itu bisa diterima.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. United Legends unggul lebih dulu melalui Ashley Young pada menit kelima. Namun North London Legends membalikkan keadaan lewat Emmanuel Adebayor dan Santi Cazorla. Radamel Falcao sempat menyamakan kedudukan di babak kedua, sebelum Jermaine Pennant memastikan kemenangan Arsenal Legends melalui tendangan bebas.
Thierry Henry, legenda Arsenal yang turut bermain, menekankan bahwa meski laga berlangsung santai, naluri kompetitif para pemain tetap muncul. "Kalian bisa melihatnya sendiri. Pada akhirnya, semua orang ingin menang. Awalnya, semua bermain dengan santai dan bersahabat, tetapi menjelang akhir pertandingan, terlihat bahwa setiap pemain benar-benar ingin meraih kemenangan," kata Henry dalam jumpa pers.
Wes Brown juga mengungkapkan bahwa para pemain menikmati jalannya pertandingan. "Kami semua menikmatinya. Kami ingin sekali menang. Kami memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol lebih banyak lagi, tapi itulah sepak bola. Tapi tadi pertandingan yang fantastis," imbuhnya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa meski berstatus legenda, semangat bertanding tidak pernah pudar.
Kemenangan Arsenal Legends ini tidak hanya menjadi catatan sejarah kecil, tetapi juga mempertegas daya tarik sepak bola sebagai alat diplomasi olahraga dan hiburan. Kehadiran aktor Ricky Harun dalam acara meet and greet di Ritz-Carlton Jakarta menunjukkan bagaimana laga ekshibisi semacam ini mampu menarik perhatian publik lintas generasi. Antusiasme penonton di GBK juga membuktikan bahwa sepak bola legendaris masih memiliki pasar besar di Indonesia.
Bagi penggemar MU, kekalahan ini mungkin hanya luka kecil. Namun bagi Ferguson, jika ia menonton, hasil ini bisa jadi pengingat bahwa rivalitas MU-Arsenal tak pernah benar-benar usai. Pertanyaannya, akankah laga balasan digelar, dan apakah Ferguson akan hadir untuk menyaksikan langsung? Yang jelas, The Rivalry Returns telah meninggalkan jejak di Jakarta, bukan sekadar skor, tetapi juga cerita tentang ego dan nostalgia.



