Bazoumana Toure Menanti Debut: Newcastle Butuh Ledakan di Sayap Kanan
Baca dalam 60 detik
- Bazoumana Toure, winger Pantai Gading berharga £43 juta, belum pernah menjadi starter di Premier League meski Newcastle United kesulitan mencetak gol.
- Dengan Anthony Elanga masih cedera dan Jacob Murphy menurun, pelatih Matthias Jaissle didesak memberi kesempatan kepada Toure di laga melawan Coventry City.
- Penampilan Toure bersama Hoffenheim menunjukkan potensi besar sebagai kreator dan finisher, yang bisa mengubah lini depan Newcastle yang bergantung pada Yoane Wissa.

Newcastle United menghadapi dilema di lini serang jelang lawatan ke markas Coventry City. Pelatih Matthias Jaissle memiliki senjata baru yang belum pernah ia mainkan sejak menit awal di Premier League: Bazoumana Toure, winger Pantai Gading yang dibeli seharga £43 juta dari Hoffenheim musim panas lalu. Toure baru tampil sebagai pengganti, namun kondisi tim yang kurang tajam di depan gawang membuat publik St. James' Park menuntut ia segera menjadi starter.
Newcastle memulai musim dengan performa yang naik-turun. Meski memiliki kualitas di semua lini, tim ini belum sepenuhnya menyatu. Masalah utama terletak pada penyelesaian akhir. Menurut data Expected Goals (xG), The Magpies adalah tim dengan kelebihan gol terbesar di liga musim ini—mereka mencetak lebih banyak gol daripada yang seharusnya berdasarkan kualitas peluang. Ketergantungan pada ketajaman sesaat ini berisiko jika tidak diimbangi dengan penciptaan peluang yang lebih konsisten. Jika tidak segera dibenahi, ambisi menembus kompetisi Eropa bisa buyar.
Di sisi kanan, Newcastle kehilangan opsi. Anthony Elanga masih berjuang pulih dari cedera paha, sementara Jacob Murphy menunjukkan penurunan performa. Matias Fernandez-Pardo belum menemukan ritme, dan Harvey Barnes lebih nyaman di sisi kiri. Toure, yang sebenarnya lebih suka bermain di kiri, bisa ditempatkan di kanan—posisi yang ia emban saat menembus tim utama Hoffenheim pada 2024/25. Fleksibilitas ini memberi Jaissle solusi instan untuk lini serang yang tumpul.
"Toure memiliki semua atribut untuk menjadi bintang kelas atas. Kecepatan, dribel, dan insting mencetak golnya mengingatkan pada Alexander Isak. Newcastle merekrutnya dengan harga premium karena mereka yakin ia bisa menjadi pusat serangan tim ini," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Membandingkan dengan Murphy, Toure menawarkan ancaman yang lebih beragam. Murphy lebih berpengalaman, tetapi kontribusi ofensifnya menurun. Toure, meski baru berusia 20 tahun, telah menunjukkan kemampuan menciptakan peluang dan memenangkan duel (5,1 per pertandingan). Dalam kemenangan 3-2 atas West Bromwich Albion di Carabao Cup, ia mencetak gol, dan ia juga menyamakan kedudukan saat Newcastle dihajar Brighton & Hove Albion. Jaissle memang ingin mengintegrasikan Toure perlahan, tetapi kebutuhan mendesak akan kreativitas di lini depan bisa mempercepat rencana tersebut.
Menghadapi Coventry yang memiliki pertahanan rapuh, Newcastle punya peluang emas untuk menambah gol. Coventry asuhan Frank Lampard baru saja promosi dan belum meraih poin dalam empat laga awal, meski sempat mengalahkan Nottingham Forest sebelum jeda internasional. Ini adalah momen tepat bagi Toure untuk unjuk gigi. Jika ia tampil impresif, bukan tidak mungkin ia menjadi starter reguler dan mengubah wajah lini depan Newcastle. Keputusan ada di tangan Jaissle: tetap bertahan dengan formasi konservatif atau memberi kejutan dengan memasukkan Toure sejak awal?



