Instagram Perluas Fitur Edit Carousel di Aplikasi Edits, iOS Dulu Baru Android
Baca dalam 60 detik
- Instagram menambahkan perangkat penyuntingan carousel ke aplikasi Edits, memperluas fungsi yang sebelumnya hanya untuk video.
- Langkah ini menegaskan taruhan platform pada format carousel yang dinilai mendongkrak interaksi dan jangkauan.
- Kreator di Indonesia harus menunggu versi Android, sementara pengguna iOS sudah bisa mencoba sekarang.

Instagram resmi memperkaya aplikasi Edits dengan kemampuan menyunting unggahan carousel, memperluas fungsi aplikasi yang selama ini dikenal sebagai alat editing video. Pembaruan ini memungkinkan pengguna merancang dan memoles rangkaian foto serta video langsung dari Edits, bukan lagi terbatas pada satu jenis konten. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Instagram semakin serius menggarap format carousel sebagai salah satu pilar pertumbuhan interaksi di platformnya.
Dalam pengumuman yang dikutip dari Social Media Today, Instagram menyatakan bahwa pengguna dapat memasukkan foto dan video, mengolah tata letak, memanfaatkan ulang tipografi dan gaya teks khas Edits, hingga membuat stiker potongan sendiri untuk dipakai di berbagai konten. "Ini semua yang Anda sukai dari aplikasi Edits, kini hadir di kanvas baru untuk ide-ide Anda," ujar pihak Instagram. Fitur anyar ini melengkapi perangkat kreatif yang sudah ada, seperti font, overlay, dan efek, sehingga kreator memiliki kendali lebih besar atas tampilan carousel mereka.
Kepala Instagram Adam Mosseri pada 2024 menjelaskan bahwa carousel memperbesar peluang interaksi dan jangkauan karena semakin banyak konten yang dilihat, semakin lama pengguna berlama-lama di beranda. Ia juga menyoroti keunggulan eksposur: Instagram akan menampilkan ulang carousel kepada pengikut, dimulai dari slide kedua, ketika mereka kembali membuka aplikasi. Mekanisme ini membuat carousel punya siklus tayang lebih panjang dibanding unggahan tunggal.
Data internal dan riset pihak ketiga memperkuat arah kebijakan tersebut. Temuan Buffer menunjukkan bahwa carousel menghasilkan engagement sekitar 12% lebih tinggi per unggahan dibanding konten satu gambar. Angka itu menjelaskan mengapa Instagram tak hanya mendorong kreator memakai format ini, tetapi juga membekali mereka dengan alat produksi yang lebih mumpuni. Sebelumnya, platform telah menambahkan fitur pengaturan ulang urutan slide dan penyematan takarir di setiap bagian carousel, dua pembaruan yang memudahkan bercerita dalam beberapa bingkai.
"Carousel memberi peluang lebih besar untuk mendapatkan interaksi dan jangkauan lanjutan karena lebih banyak konten berarti lebih banyak waktu yang dihabiskan di dalam feed." โ Adam Mosseri, Kepala Instagram (parafrase)
Bagi ekosistem kreator di Indonesia, kehadiran alat editing carousel di Edits berpotensi mengubah cara mereka memproduksi konten. Selama ini, banyak kreator lokal mengandalkan aplikasi pihak ketiga untuk menyusun carousel yang rapi dan menarik. Dengan fitur bawaan Instagram, alur kerja bisa lebih ringkas, meski ada catatan penting: pembaruan ini baru tersedia di iOS, sementara mayoritas pengguna ponsel di Indonesia menggunakan Android. Kesenjangan ketersediaan itu bisa menjadi peluang bagi pengembang aplikasi editing lokal untuk mengisi celah sementara, atau justru tantangan bagi kreator Android yang harus menunggu lebih lama.
Dari sisi strategi platform, langkah ini mempertegas persaingan Instagram dengan TikTok dan YouTube Shorts yang juga gencar mendorong format visual pendek. Carousel menawarkan keunggulan berbeda: ia tidak menuntut produksi video rumit, tetapi tetap mampu menahan perhatian lewat rangkaian gambar dan teks. Bagi brand dan pelaku UMKM di Indonesia, format ini relatif mudah diadopsi untuk katalog produk, tips singkat, atau cerita di balik layar, tanpa perlu peralatan mahal.
Ke depan, pertanyaannya apakah alat editing carousel di Edits akan cukup menggoda kreator untuk berpindah dari aplikasi pihak ketiga, atau justru menjadi fitur pelengkap yang jarang tersentuh. Jika adopsinya tinggi, bukan tidak mungkin Instagram memperluas kemampuan ini ke perangkat desktop atau menambah fitur kolaborasi. Bagi kreator Android, penantian menjadi ujian kesabaranโsekaligus momen untuk melihat apakah versi iOS benar-benar mempermudah produksi carousel seperti yang dijanjikan.



