SolShare Menangi Penghargaan Desain Australia, Buka Jalan Solar untuk Penghuni Apartemen
Baca dalam 60 detik
- Allume Energy memenangkan Australian Good Design Award of the Year 2026 melalui SolShare, sistem yang mendistribusikan listrik dari panel surya atap bersama ke banyak unit apartemen.
- Inovasi ini menjawab kesenjangan akses energi terbarukan bagi penghuni apartemen yang selama ini terhambat instalasi individual dan kabel rumit.
- Kemenangan SolShare menegaskan desain berkelanjutan sebagai solusi nyata atas tantangan iklim dan hunian padat, dengan potensi replikasi di pasar seperti Indonesia.

Sebuah kotak putih sederhana yang memungkinkan listrik dari panel surya atap bersama dibagi ke puluhan unit apartemen berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam Australian Good Design Awards 2026. SolShare, produk besutan perusahaan asal Melbourne, Allume Energy, dinobatkan sebagai Australian Good Design Award of the Year sekaligus menerima penghargaan untuk kategori keberlanjutan.
SolShare bekerja seperti pengatur lalu lintas listrik: ia mengarahkan daya yang dihasilkan satu sistem surya atap ke beberapa unit apartemen tanpa perlu instalasi panel dan inverter terpisah di tiap unit. Pendekatan ini memangkas kerumitan kabel serta menekan biaya yang selama ini menjadi penghalang utama adopsi energi surya di gedung bertingkat.
Ketua Good Design Australia, Dr Brandon Gien, menilai SolShare bukan sekadar terobosan teknis, melainkan jawaban desain yang elegan atas persoalan rumit. Menurutnya, jutaan orang tinggal di apartemen dan selama ini akses terhadap manfaat panel surya atap sangat terbatas. "SolShare adalah inovasi desain Australia yang cerdas, menyelesaikan masalah itu secara praktis, dan sudah memberikan manfaat dalam skala signifikan," ujarnya.
Kemenangan SolShare menandai pergeseran cara industri desain memandang nilai sebuah produk. Gien menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya menilai estetika, tetapi juga fungsi dan dampak sosial. "Desain yang baik harus lebih dari sekadar kulit," katanya, memberi contoh teko yang cantik tetapi tidak bisa mendidihkan air. Kriteria penilaian mencakup inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain SolShare, sejumlah karya lain turut mencuri perhatian. Icons, instalasi panjat publik ramah anak yang terinspirasi bentuk hewan, meraih penghargaan desain produk. Salah satu instalasinya, Rakali, telah digunakan di taman bermain Wilson Park, Perth. Sementara itu, ruang pertemuan seremonial di City Square Melbourne yang dirancang bersama para tetua Wurundjeri mendapat penghargaan untuk lingkungan binaan, dengan tujuan memperkuat bahasa dan pengetahuan budaya Woi-wurrung.
Di kategori desain komunikasi, proyek penataan ruang dan navigasi Sydney Children's Hospital berhasil menonjol. Alih-alih lampu neon dan dinding biru pucat, desain ini menghadirkan tanda dan karya seni bertema flora-fauna lokal yang dikelompokkan ke dalam tiga lanskap: lahan basah, gumuk pasir, dan tebing laut. Pendekatan empatik semacam ini dinilai mampu mengurangi kecemasan anak dan orang tua saat berada di rumah sakit.
Generasi muda juga menunjukkan kapasitasnya. Bush Cradle karya Xavier Earls, sistem habitat modular untuk satwa asli Australia, dinobatkan sebagai yang terbaik untuk desainer di bawah 30 tahun. Earls merancang empat komponen yang bisa dirakit menjadi kotak sarang atau tempat berlindung. Ia menyoroti hilangnya habitat alami seperti lubang pohon dan batang tumbang yang tidak dapat pulih secepat laju kerusakan. "Yang saya sukai adalah desain ini untuk non-manusia, untuk alam," kata Gien.
Sejumlah pemenang lain menegaskan tema keberlanjutan dan ekonomi sirkular. FabPatch dari Finlandia memenangi kategori fesyen dan tekstil lewat sistem perbaikan kain gosok, sementara No Wrap asal Australia menawarkan pengikat palet yang dapat dipakai ulang, dan Holy Carp menghadirkan alternatif bebas plastik serta kompostabel untuk kecap ikan. Gien menekankan bahwa desain yang baik semestinya "membawa kegembiraan tanpa mengorbankan lingkungan".
Bagi Indonesia, capaian SolShare menyimpan pelajaran penting. Dengan populasi urban yang terus tumbuh dan hunian vertikal yang semakin menjamur di kota-kota besar, model distribusi listrik surya semacam ini dapat menjadi jawaban atas keterbatasan atap dan tingginya biaya instalasi per unit. Tantangannya terletak pada regulasi, insentif, dan kesiapan jaringan utilitas domestik. Jika kerangka kebijakan mendukung, teknologi seperti SolShare berpotensi mempercepat transisi energi di sektor perumahan tanpa harus menunggu pembangunan pembangkit skala besar.
Pertanyaannya kini, akankah inovasi desain yang memenangi panggung internasional ini segera diadopsi di pasar berkembang, atau tetap menjadi kemewahan bagi negara maju? Jawabannya akan sangat bergantung pada keberanian pemerintah dan pelaku industri dalam menerjemahkan penghargaan menjadi kebijakan nyata.



