Google Pixel Buds Dapat Update Besar: Dynamic ANC, Live Translate, dan Tap to Mute
Baca dalam 60 detik
- Google merilis firmware 6.144 untuk Pixel Buds Pro 2 dan Pixel Buds 2a, menghadirkan empat fitur anyar yang sebelumnya dijanjikan tahun ini.
- Fitur unggulan mencakup Dynamic ANC eksklusif Pro 2, penerjemahan langsung lebih dari 70 bahasa, serta tap-to-mute yang hanya kompatibel dengan ponsel Pixel tertentu.
- Pembaruan ini memperlebar jurang kemampuan antara Pro 2 dan 2a, sekaligus menandai strategi Google memperkuat ekosistem perangkatnya di pasar audio nirkabel.

Google resmi menggelontorkan pembaruan perangkat lunak untuk lini Pixel Buds, beberapa bulan setelah fitur-fitur anyar ini dipamerkan perdana. Firmware bernomor 6.144 kini menyambangi Pixel Buds Pro 2 dan Pixel Buds 2a, membawa sejumlah peningkatan signifikan bagi pengguna setia perangkat audio besutan raksasa Mountain View tersebut. Menariknya, meski Pixel Buds Pro generasi pertama sempat disebut akan kebagian, daftar resmi tidak mencantumkan model lawas itu—sebuah sinyal bahwa Google mulai membatasi dukungan fitur ke perangkat yang lebih baru.
Empat fitur utama menjadi daya tarik pembaruan kali ini. Pertama, mode Dynamic ANC yang hanya tersedia untuk Pixel Buds Pro 2. Berbeda dari ANC konvensional, teknologi ini mampu mempertahankan kinerja peredaman bising meski posisi earbud tidak lagi menempel sempurna di liang telinga. Aktivitas seperti berlari, mengunyah, atau berbicara saat panggilan sering menggeser posisi earbud dan merusak segel—Dynamic ANC secara otomatis menyesuaikan diri terhadap perubahan halus tersebut. Bagi pengguna Pro 2, ini adalah peningkatan kualitas mendengarkan yang cukup berarti.
Sementara itu, Pixel Buds 2a—yang selama ini dikenal sebagai pilihan ramah kantong—juga menerima pembaruan, tetapi tidak semua fitur. Ketiadaan Dynamic ANC di model 2a kian memperjelas pembedaan kelas antara kedua varian. Langkah ini sejalan dengan strategi umum produsen perangkat untuk mendorong konsumen naik ke model Pro, sekaligus menjaga daya tarik harga di segmen bawah.
Fitur kedua yang menonjol adalah peningkatan fungsi terjemahan langsung. Pixel Buds sebelumnya sudah terintegrasi dengan Google Translate, tetapi pembaruan ini memangkas langkah yang diperlukan untuk memulai. Cukup tekan dan tahan earbud untuk mengaktifkan mode mendengarkan Google Translate, atau ucapkan perintah "translate for me" kepada Gemini. Ponsel bisa tetap berada di kantong sementara Google Translate mendengarkan dan menerjemahkan lebih dari 70 bahasa secara real-time. Untuk percakapan dua arah, tersedia mode percakapan yang memutar suara terjemahan melalui speaker ponsel, sedangkan suara lawan bicara yang diterjemahkan langsung masuk ke earbud. Menariknya, Google Live Translate juga dapat digunakan tanpa koneksi internet.
Fitur ketiga, Tap to Mute, menjawab situasi umum saat pengguna harus segera membisukan mikrofon di tengah panggilan. Cukup ketuk salah satu earbud untuk mengaktifkan atau menonaktifkan mute. Namun ada syarat: fitur ini harus diaktifkan lebih dulu melalui aplikasi Pixel Buds di menu Controls and gestures > Tap to mute & unmute, dan hanya kompatibel dengan ponsel Pixel tertentu seperti Pixel 11. Saat ini dukungan terbatas pada aplikasi Phone dan Google Meet.
Terakhir, Auto-pause for sleep dirancang bagi mereka yang sering tertidur sambil mendengarkan musik atau podcast. Jika dipasangkan dengan Pixel Watch, earbud akan otomatis menghentikan pemutaran audio, menonaktifkan kontrol sentuh, dan mematikan fungsi "Hey Google" begitu jam mendeteksi mode Tidur. Ini adalah sentuhan kecil yang menunjukkan bagaimana Google terus mengintegrasikan perangkat wearable dan audio dalam satu ekosistem.
"Pembaruan ini bukan sekadar tambalan, melainkan upaya Google memperkuat posisi Pixel Buds di pasar audio nirkabel yang makin kompetitif," ujar seorang pengamat teknologi yang enggan disebutkan namanya.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran fitur-fitur ini patut dicermati. Meski Pixel Buds belum menjadi pemain dominan di pasar lokal yang dikuasai merek seperti Apple, Samsung, dan sejumlah produk TWS China, peningkatan kemampuan terjemahan langsung berpotensi menarik minat profesional muda yang sering berkomunikasi lintas bahasa. Namun, keterbatasan kompatibilitas—khususnya keharusan menggunakan ponsel Pixel untuk Tap to Mute—bisa menjadi penghalang adopsi di Tanah Air, mengingat lini Pixel tidak dijual resmi secara luas di Indonesia. Pengguna yang mengimpor perangkat secara mandiri tetap bisa menikmati sebagian fitur, tetapi pengalaman penuh hanya didapat jika seluruh ekosistem Pixel terpenuhi.
Ke depan, langkah Google ini memunculkan pertanyaan: akankah fitur-fitur canggih semacam ini eventually merambah ke perangkat Android non-Pixel? Atau justru sebaliknya, Google semakin menutup ekosistemnya untuk menjaga daya saing hardware? Yang jelas, pembaruan 6.144 menegaskan bahwa persaingan di segmen earbud nirkabel tidak lagi sekadar soal kualitas suara, melainkan juga kecerdasan perangkat lunak dan integrasi lintas perangkat.



