Jane Leeves dan David Hyde Pierce Bongkar Rahasia Cinta Niles-Daphne di Frasier
Baca dalam 60 detik
- Jane Leeves dan David Hyde Pierce mengungkap chemistry yang membangun kisah cinta Niles dan Daphne selama tujuh musim Frasier.
- Kisah ini menjadi salah satu will-they-won't-they paling ikonik di televisi, dengan momen tango dan ciuman yang membuat penonton histeris.
- Keduanya tetap sahabat dekat hingga kini, dan berbagi pandangan tentang cinta serta komitmen dalam wawancara eksklusif.

Setelah 22 tahun berlalu sejak terakhir kali terlihat di layar kaca, Jane Leeves dan David Hyde Pierce—pemeran Daphne Moon dan Niles Crane dalam sitkom legendaris Frasier—kembali membuka cerita di balik kisah cinta karakter mereka yang menjadi salah satu yang paling dikenang dalam sejarah televisi. Dalam wawancara dengan The Guardian, keduanya berbagi kenangan tentang bagaimana chemistry yang tak terduga antara seorang fisikawan pekerja kelas dan seorang psikiater snob berhasil mencuri perhatian jutaan penonton selama tujuh musim.
Kisah Niles dan Daphne bermula dari pertemuan pertama di apartemen Seattle milik Frasier. Niles, yang saat itu masih menikah dengan Maris, langsung terpesona pada Daphne. Namun, Daphne tampak tak menyadari perasaan itu selama bertahun-tahun. Ketegangan ini sengaja dipelihara oleh para penulis naskah, menciptakan momen-momen ikonik seperti adegan tango dalam episode Moon Dance dan ciuman pertama di depan penonton langsung yang membuat studio bergemuruh.
Menurut Leeves, daya tarik Niles pada Daphne muncul karena karakter mereka sangat bertolak belakang. "Daphne berasal dari keluarga dengan tujuh saudara laki-laki yang kasar, jadi menemukan pria yang baik hati dan intelektual seperti Niles adalah hal yang ajaib baginya," ujarnya. Sementara Hyde Pierce menambahkan bahwa Niles melihat Daphne sebagai sosok yang jauh di atasnya, seperti makhluk dari mitologi. "Bagi Niles, Daphne adalah wanita tercantik yang pernah ia lihat. Apa pun aura yang dia pancarkan, itu membuatnya terpesona," katanya.
Selama bertahun-tahun, penonton dibuat penasaran dengan pertanyaan: mengapa Daphne tidak menyadari cinta Niles? Leeves menjelaskan bahwa ada dua sisi dalam diri Daphne. "Satu sisi berpikir bahwa Niles menyukainya, tapi sisi lain berkata, 'Dia sudah menikah, dan lihatlah asal-usulmu, siapa dirimu. Dia seorang dokter.' Suara di belakang kepalanya itulah yang membuat ketegangan selama tujuh tahun terasa masuk akal," tuturnya.
"Cinta datang saat kamu paling tidak mengharapkannya, dan butuh tujuh tahun untuk menyadarinya." — David Hyde Pierce
Momen paling ikonik dalam kisah ini adalah adegan tango di episode Moon Dance. Leeves mengungkapkan bahwa latihan dilakukan dengan cepat karena episode tersebut ditulis mendadak akibat Kelsey Grammer yang sedang mogok kerja untuk negosiasi kontrak. "Kami berlatih dengan koreografer, dan karena sangat menyukainya, kami berlatih lagi di rumah David pada akhir pekan. Sutradara kami, Jimmy Burrows, pasti akan terkejut," kenangnya. Hyde Pierce menambahkan bahwa Burrows terkenal tidak suka latihan berlebihan karena ingin momen itu mekar secara alami di depan penonton.
Keduanya juga mengenang adegan manis di episode Mixed Doubles, di mana Niles menghibur Daphne yang baru putus cinta. "Ada nuansa seperti Casablanca dalam adegan itu. Para penulisnya benar-benar romantis," kata Leeves. Hyde Pierce menilai bahwa para penulis sangat cerdas karena menyatukan Niles dan Daphne sebelum penonton bosan dengan ketegangan. "Saat kami berciuman di depan penonton live, mereka kehilangan akal. Itulah momen kami akhirnya bersatu," ujarnya.
Meski kisah cinta mereka berakhir bahagia, Leeves mengungkapkan satu penyesalan: bagaimana kehamilan pertamanya disembunyikan dalam cerita. "Daphne dan Niles baru saja bersama, dan saya kembali dalam keadaan hamil. Mereka mungkin berpikir terlalu dini untuk Daphne hamil, jadi kehamilan saya disembunyikan dan Daphne malah diberi alur cerita kenaikan berat badan. Tapi itu memang era yang berbeda," jelasnya. Hyde Pierce menambahkan bahwa ide agar Daphne hamil saat itu bisa jadi menarik, namun tak pernah terpikirkan.
Di luar layar, Leeves dan Hyde Pierce memiliki ikatan yang kuat. Hyde Pierce bahkan menghadiri pernikahan Leeves di Inggris dan mengalami kecelakaan mobil yang hampir merenggut nyawanya. Kini, keduanya telah menikah lama: Hyde Pierce dengan penulis-produser Brian Hargrove sejak 2008, dan Leeves dengan eksekutif TV Marshall Coben selama 30 tahun. "Saya mencintai David. Dia pria sejati dan manusia terbaik yang pernah Anda temui," puji Leeves. Hyde Pierce pun menganggap Leeves sebagai sahabat terbaik.
Ketika ditanya tentang esensi romansa, Hyde Pierce berpendapat bahwa romansa adalah tentang kemungkinan. "Bahkan setelah bersama selamanya, ada udara kemungkinan yang menyelimuti seluruh dunia karena kamu bersama," katanya. Leeves menambahkan, "Bersama orang yang tepat membuat segalanya tampak mungkin."
Kisah cinta Niles dan Daphne tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan tentang ketekunan dan harapan. Leeves berpesan, "Jangan pernah menyerah pada mimpi. Niles tidak pernah menyerah pada kerinduannya, dan itu yang membuat segalanya indah." Hyde Pierce menutup dengan bijak, "Cinta datang saat kamu paling tidak mengharapkannya, dan butuh tujuh tahun untuk menyadarinya."
Bagi penggemar setia Frasier, kisah ini adalah pengingat abadi bahwa cinta sejati sering kali datang dari tempat yang tak terduga, dan kadang butuh waktu lama untuk disadari. Apakah akan ada kisah cinta televisi lain yang mampu menandingi keajaiban Niles dan Daphne? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi warisan mereka tetap hidup dalam hati penonton.



