Domhnall Gleeson Ungkap Rahasia di Balik Ekspresi Marah Jenderal Hux: Kutukan Kutu Kasur
Baca dalam 60 detik
- Aktor Domhnall Gleeson mengaitkan ekspresi garang Jenderal Hux dengan serangan kutu kasur yang dialaminya selama syuting The Last Jedi.
- Pengalaman buruk di hotel sebelum hari pertama produksi membuatnya terus merasa gatal dan tidak nyaman di lokasi syuting.
- Kisah ini mencuat dalam wawancara di The Drew Barrymore Show, bersamaan dengan pengakuan host soal obsesinya pada Darth Vader.

Domhnall Gleeson, pemeran Jenderal Armitage Hux dalam trilogi sekuel Star Wars, mengungkapkan bahwa penampilannya yang tampak penuh amarah dalam Star Wars: Episode VIII โ The Last Jedi bukan semata-mata hasil pendalaman karakter. Dalam wawancara terbaru di The Drew Barrymore Show, ia mengaku bahwa ekspresi tersebut dipicu oleh ketidaknyamanan fisik akibat serangan kutu kasur yang dialaminya selama masa produksi film tersebut.
Gleeson menceritakan bahwa pada malam sebelum hari pertama pengambilan gambar, ia menginap di sebuah hotel dan menjadi korban gigitan kutu kasur. Pihak hotel, menurutnya, membantah keberadaan serangga tersebut dan menuduhnya berhalusinasi. "Saya benar-benar dimakan hidup-hidup," ujarnya, seraya menambahkan bahwa solusi yang ditawarkan pihak hotel hanyalah menyarankannya memakai piyama agar tidak digigit. Akibatnya, ia tiba di lokasi syuting dalam kondisi yang jauh dari prima.
Ketika ditunjukkan cuplikan adegan dirinya sebagai Hux, Gleeson mengaku bahwa yang terlintas di benaknya saat itu adalah rasa gatal yang luar biasa. "Itulah mengapa saya terlihat sangat marah," katanya. "Saya rasa itu sebabnya saya memainkannya seperti itu." Pengakuan ini memberikan lapisan baru pada interpretasi penonton terhadap karakter Hux yang selama ini dikenal sebagai perwira First Order yang ambisius dan temperamental.
Di sisi lain, dalam wawancara yang sama, Drew Barrymore mengungkapkan kekagumannya yang sudah lama terhadap Darth Vader. Ia menyebut tokoh antagonis ikonik itu sebagai "cinta pertamanya." Gleeson tampak terkejut dan bercanda, "Bukankah itu gila? Anda terlihat seperti orang baik, Anda terlihat sangat menyenangkan." Barrymore menjelaskan bahwa daya tarik Vader bukan karena sisi gelapnya, melainkan karena ia menganggapnya seksi. "Dia panas, dan saya tidak akan menolak stormtrooper juga," ujarnya.
Barrymore sebelumnya pernah membahas obsesinya terhadap Darth Vader setelah meninggalnya David Prowse, aktor yang memerankan tokoh tersebut, pada 2020. Dalam episode lamanya, ia menceritakan mimpi berulang masa kecilnya: ia berlari di lorong-lorong, dikejar seseorang, lalu mencoba membuka panel dinding, tetapi cape Vader menutupnya dan kamera menyorot ke atas ke arah Vader yang menatapnya. "Saya suka pria bertopeng!" pungkasnya.
Kisah di balik layar ini bukan hanya anekdot menghibur, tetapi juga mengingatkan bahwa kondisi fisik pemain dapat memengaruhi performa akting mereka. Bagi industri film Indonesia, hal serupa kerap terjadi di lokasi syuting yang jauh dari fasilitas memadai. Kesadaran akan pentingnya kenyamanan dan kesehatan kru serta pemain menjadi krusial, terutama untuk produksi berskala besar. Apakah pengalaman Gleeson akan mendorong produser lebih memperhatikan standar akomodasi? Waktu yang akan menjawab, tetapi setidaknya kisah ini menjadi pengingat bahwa detail kecil bisa berdampak besar pada layar lebar.



