Alison Hammond Kembali ke This Morning Usai Serangan Panik: "Saya Merasa Seperti Masuk Dunia Terbalik"
Baca dalam 60 detik
- Alison Hammond kembali membawakan This Morning sepekan setelah dilarikan ke rumah sakit karena serangan panik yang ia kira serangan jantung.
- Presenter 51 tahun itu mengaku pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan kesehatan.
- Insiden ini menyoroti tekanan mental yang dihadapi para penyiar saat siaran langsung, memicu diskusi tentang dukungan kesehatan mental di industri televisi.

Alison Hammond akhirnya kembali ke kursi presenter This Morning pada Jumat (9/10/2026), sepekan setelah ia dilarikan ke rumah sakit akibat serangan panik yang membuatnya meninggalkan panggung siaran langsung. Presenter berusia 51 tahun itu mengaku sempat mengira dirinya sedang mengalami serangan jantung saat detak jantungnya tidak terkendali di depan kamera.
Insiden terjadi pada episode 2 Oktober 2026. Dalam tayangan yang disiarkan ITV tersebut, Hammond terlihat memegang dadanya sebelum bergegas keluar dari studio. Rekan pembawa acara, Dermot O'Leary, langsung mengambil alih dan memberi penjelasan singkat kepada pemirsa bahwa Hammond sedang tidak enak badan. Tak lama setelah itu, ia dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk menjalani serangkaian pemeriksaan jantung.
Kembalinya Hammond ke This Morning disambut hangat oleh kru dan penonton. Sebelum tampil di acara utama, ia lebih dulu muncul di program Lorraine dan melontarkan lelucon yang menyindir pidato kontroversial Holly Willoughby—"Are you ok?"—saat Willoughby kembali ke This Morning pada 2023 setelah kepergian Phillip Schofield. "Saya akan ceritakan semuanya, teman-teman. Apakah kalian baik-baik saja? Saya harap begitu," ujarnya, disambut tawa.
Di hadapan O'Leary, Hammond mengungkapkan bahwa momen tersebut adalah salah satu pengalaman paling menakutkan dalam hidupnya. Ia menggambarkan sensasi yang ia rasakan seperti terlempar ke "dunia terbalik"—mengacu pada serial Stranger Things yang ia gemari. "Saya tidak bisa menangkap napas, dan ternyata itu serangan panik. Saya merasa bersalah karena tidak mengalami masalah jantung atau apa pun, karena rasanya begitu berat," tuturnya. Ia juga menyebut bahwa ini adalah pertama kalinya ia merasakan hal seperti itu, dan berada di siaran langsung menambah tingkat kepanikan.
Hammond mengaku sempat berpikir untuk segera keluar dari studio karena putranya mungkin sedang menonton. "Saya pikir, ya Tuhan, anak saya mungkin sedang menonton, jadi saya lari. Saya lari dari TV. Saya tidak akan pernah melakukan itu biasanya, tapi saya tidak bisa mengatur napas... Rasanya seperti gelombang, sesuatu yang sekarang saya tahu adalah adrenalin," jelasnya. Ia menambahkan, "Saya benar-benar mengira sedang serangan jantung. Saya sangat bersyukur masih di sini."
Setelah dilarikan ke rumah sakit, Hammond sempat mengunggah pesan di Instagram Story untuk menenangkan penggemar. "Halo sayangku, saya tahu kalian semua mengkhawatirkan saya. Sejujurnya, saya baik-baik saja. Saya sedang memeriksakan jantung saya yang sudah tua ini. Saya mengalami sedikit palpitasi, dan sekarang semuanya diperiksa. Saya pikir saya baik-baik saja; saya berharap ini hanya serangan panik atau semacamnya," tulisnya. Ia bahkan bercanda tentang penampilannya saat di rumah sakit, "Lihat saya, saya tetap memakai gaun rumah sakit dan masih memakai makeup dari This Morning."
"Jika ada hikmahnya, ini membuat saya melihat hidup dengan cara yang sangat berbeda. Ya, ambil pelajaran. Jaga kesehatan saya." — Alison Hammond
Insiden yang menimpa Hammond bukanlah kasus terisolasi di dunia penyiaran. Tekanan untuk tampil prima di depan kamera, ditambah jadwal yang padat dan ekspektasi publik, sering kali menjadi pemicu masalah kesehatan mental bagi para presenter televisi. Di Inggris, beberapa nama besar seperti Ant McPartlin dan Caroline Flack pernah mengalami hal serupa, dengan Flack yang tragis meninggal pada 2020 setelah tekanan media yang intens. Kasus Hammond kembali menyoroti perlunya dukungan kesehatan mental yang lebih baik di industri hiburan, terutama bagi mereka yang bekerja di siaran langsung.
Bagi Indonesia, fenomena ini juga relevan. Presenter dan figur publik tanah air kerap menghadapi tekanan serupa, baik dari tuntutan profesionalisme maupun dari komentar warganet yang keras. Beberapa artis Indonesia seperti Raffi Ahmad dan Deddy Corbuzier pernah terbuka tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah kesibukan industri hiburan. Kesadaran akan pentingnya jeda dan bantuan profesional mulai tumbuh, meski stigma masih ada. Insiden Hammond bisa menjadi pengingat bahwa kesehatan mental tidak memandang status atau profesi.
Kembalinya Hammond ke This Morning menandai babak baru dalam kariernya. Ia mengaku akan lebih memperhatikan kesehatannya dan tidak menganggap remeh sinyal tubuh. "Saya sangat bahagia bisa ada di sini, dan saya sangat bahagia melihat Anda. Anda luar biasa," ujarnya kepada O'Leary. Ke depannya, publik akan menantikan apakah industri televisi Inggris—dan juga Indonesia—akan mengambil langkah konkret untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung kesehatan mental para penyiarnya. Ataukah insiden ini hanya akan menjadi berita sehari yang lekang oleh waktu?



