Mikey Madison: Terlalu Banyak Overthinking, Tak Akan Besar Kepala Usai Oscar
Baca dalam 60 detik
- Mikey Madison mengaku sifatnya yang terlalu banyak berpikir dan kritis pada diri sendiri menjadi benteng alami dari sikap besar kepala.
- Aktris 27 tahun itu kini membintangi The Social Reckoning sebagai Frances Haugen, sekuel The Social Network.
- Dukungan keluarga—dua kakak perempuan dan dua kakak laki-laki—membantunya tetap membumi di tengah sorotan Hollywood.

Mikey Madison menegaskan bahwa kesuksesan tidak akan membuatnya kehilangan pijakan. Aktris yang memenangi Piala Oscar 2025 untuk peran utama di Anora itu mengaku memiliki kecenderungan terlalu banyak berpikir (overthinking) dan sangat kritis terhadap diri sendiri, sehingga kecil kemungkinan ia terjebak dalam sikap besar kepala.
Dalam wawancara dengan People, perempuan 27 tahun tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa beruntung bisa terlibat dalam proyek-proyek yang menantang setelah Anora. “Saya sangat beruntung bisa menjelajahi karakter-karakter menarik dan bekerja dengan sineas yang selama ini saya impikan,” ujarnya. Ia juga menyatakan antusiasme menyambut beberapa tahun ke depan, namun menegaskan bahwa overthinking dan kritik diri yang tinggi membuatnya tetap rendah hati.
Saat ini Madison membintangi The Social Reckoning, sekuel dari The Social Network (2010). Ia berperan sebagai Frances Haugen, mantan karyawan Facebook yang membocorkan dokumen internal perusahaan. Madison mengaku tertarik pada peran tersebut karena karakter Haugen memiliki kompas moral yang kuat dan pengendalian emosi yang mengesankan. “Saya sangat tertarik pada kompas moral karakternya yang indah, dan saya merasa dia memiliki pengekangan emosional yang sangat memikat,” tuturnya.
Madison juga berbicara tentang hubungannya dengan media sosial. Ia mengaku tidak pernah merasa terhubung secara mendalam dengan platform tersebut. “Menyampaikan cerita secara autentik adalah tujuan terbesar saya sebagai aktris. Saya ingin orang-orang menonton karakter yang saya perankan, bukan sosok yang mungkin mereka bayangkan tentang saya,” jelasnya.
Dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membuatnya tetap membumi. Madison, yang memiliki dua saudara perempuan dan dua saudara laki-laki, mengatakan bahwa orang-orang terdekatnya terus mengingatkan statusnya sebagai adik. “Kakak-kakak saya selalu mengingatkan bahwa saya hanya adik mereka. Itu membuat saya tetap rendah hati,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tekanan yang datang dari dalam diri sendiri tidak akan membawa dampak positif.
Setelah kesuksesan Anora, Madison mengaku mencari peran yang “terasa tepat”. Ia menekankan keinginannya untuk memiliki karier panjang, bekerja dengan orang-orang menarik, dan memerankan karakter yang menyenangkan. “Saya hanya ingin memiliki karier yang panjang, bekerja dengan orang-orang yang ingin menyampaikan cerita kuat, memainkan karakter yang seru, dan hidup dalam dunia yang menyenangkan. Itu tujuan terbesar saya,” pungkasnya.
Bagi industri hiburan Indonesia, pernyataan Madison ini bisa menjadi cermin bagaimana publik figur muda mengelola ekspektasi dan tekanan setelah meraih pencapaian besar. Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan keluarga menjadi kunci agar tetap stabil di tengah sorotan. Akankah lebih banyak bintang muda Indonesia mengikuti jejak Madison dalam menjaga integritas dan kerendahan hati? Waktu yang akan menjawab, tetapi sikapnya patut menjadi teladan.



