Wakil Ketua Partai Hijau Wales Mundur, Sebut Mosi 'Zionisme adalah Rasisme' Tak Berdampak Nyata
Baca dalam 60 detik
- Phil Davies, mantan wakil ketua Partai Hijau Wales, mengundurkan diri sebagai buntut disahkannya mosi kontroversial yang menyebut Zionisme sebagai rasisme.
- Davies menilai mosi itu tidak memberi perubahan konkret bagi warga Palestina dan justru memicu reaksi keras dari Israel serta kelompok Yahudi.
- Keputusan ini menambah tekanan internal Partai Hijau Inggris di tengah sorotan badan pengawas kesetaraan dan larangan masuk bagi pemimpin partai.

Phil Davies, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Partai Hijau untuk wilayah Wales, resmi meninggalkan partainya pada Selasa (8/10) waktu setempat. Langkah itu diambil sebagai bentuk protes terhadap mosi yang mendeklarasikan "Zionisme adalah rasisme", sebuah kebijakan yang disahkan dalam forum partai akhir pekan lalu. Davies menilai mosi tersebut tidak memiliki dampak signifikan dan mengandung pernyataan yang ia sebut "memalukan".
Kepada BBC Radio Wales Breakfast, Rabu, politikus yang telah tujuh tahun menjadi anggota Partai Hijau itu mengungkapkan bahwa keputusannya sebenarnya sudah mengendap, namun mosi akhir pekan mempercepat langkahnya. Dalam unggahan di media sosial, ia menyebut mosi itu "imperialistik" dan "idiotik" karena dianggap tidak menghasilkan perubahan nyata di lapangan. "Saya tidak tahu mengapa ini dibahas, sebab tidak ada kontribusi material bagi perbaikan hidup rakyat Palestina," ujarnya menegaskan.
Mosi yang disahkan pada Minggu (6/10) itu menyerukan pembentukan "satu negara demokratis Palestina di seluruh wilayah Palestina historis", yang mencakup Israel modern. Kebijakan ini langsung menuai reaksi keras. Israel melarang pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, masuk ke negaranya. Sejumlah organisasi Yahudi menyebut mosi tersebut sebagai serangan terhadap komunitas mereka, sementara beberapa anggota parlemen dari Partai Buruh dan Liberal Demokrat melaporkan Partai Hijau ke badan pengawas kesetaraan Inggris (Equality and Human Rights Commission).
Pengunduran diri Davies menyoroti perpecahan internal yang kian terbuka di tubuh Partai Hijau. Sebagai partai yang biasanya mengusung isu lingkungan dan keadilan sosial, keputusan mengangkat isu geopolitik sensitif ini dianggap oleh sebagian kalangan sebagai langkah yang mengalihkan fokus dari agenda utama. Davies, yang juga pernah menjadi calon anggota parlemen, menilai partainya telah melenceng dari perjuangan substantif. "Ini tidak secara material meningkatkan kehidupan orang di Palestina," tegasnya, seperti dikutip BBC.
Reaksi dari luar partai pun tidak kalah tajam. Larangan Israel terhadap Zack Polanski menjadi pukulan diplomatik tersendiri, sementara laporan ke badan pengawas kesetaraan dapat berujung pada investigasi resmi. Jika badan tersebut memutuskan untuk menyelidiki, Partai Hijau berpotensi menghadapi sanksi atau setidaknya sorotan publik yang lebih luas. Sejumlah pengamat menilai langkah ini bisa merusak elektabilitas partai di komunitas Yahudi dan pemilih moderat yang selama ini mendukung agenda lingkungan.
"Mosi ini tidak melakukan apa pun untuk memperbaiki hidup orang Palestina secara material. Saya tidak tahu mengapa ini dibahas." โ Phil Davies, mantan wakil ketua Partai Hijau Wales.
Bagi Indonesia, dinamika di Partai Hijau Inggris ini bisa menjadi cermin bagaimana partai politik di berbagai negara menghadapi tekanan untuk mengambil sikap tegas terhadap isu internasional. Indonesia sendiri secara konsisten mendukung solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina, namun selalu menekankan pentingnya dialog dan langkah diplomatik yang konstruktif. Sikap Partai Hijau yang cenderung unilateral justru berisiko memecah solidaritas dan mengalihkan perhatian dari upaya nyata membantu rakyat Palestina.
Ke depan, Partai Hijau menghadapi ujian berat: mempertahankan kohesi internal sambil merespons tekanan eksternal dari pemerintah Israel dan badan pengawas. Apakah mosi ini akan menjadi preseden bagi partai-partai lain di Eropa, atau justru menjadi pelajaran bahwa retorika simbolik tanpa dampak konkret hanya memperbesar perpecahan? Publik Inggris dan komunitas internasional akan menyaksikan bagaimana Partai Hijau mengelola krisis kepercayaan ini.



