Michael Douglas Ungkap Rahasia Asmara di Memoar, Minta Restu Mantan Kekasih
Baca dalam 60 detik
- Michael Douglas menghubungi Kathleen Turner dan Jeanne Tripplehorn sebelum menuangkan kisah hubungan mereka ke dalam memoar One Helluva Ride.
- Langkah itu disebut sebagai bentuk penghormatan kepada mantan pasangan agar tidak merasa dikhianati oleh pengungkapan publik.
- Memoar ini juga mengungkap kebohongan 40 tahun soal hubungan dengan Turner yang selama ini dibantah keduanya.

Aktor senior Hollywood Michael Douglas mengambil langkah tidak biasa sebelum merilis memoarnya, One Helluva Ride. Pria 82 tahun itu lebih dulu menghubungi dua mantan kekasihnya, Kathleen Turner dan Jeanne Tripplehorn, untuk meminta izin membuka kisah asmara mereka ke ruang publik. Langkah tersebut menegaskan bahwa pengungkapan dalam buku ini bukan sekadar sensasi, melainkan upaya menjaga martabat pihak-pihak yang pernah terlibat.
Menurut penulis pendampingnya, Shane Salerno, Douglas sangat protektif terhadap para mantan pasangannya. Ia tidak ingin mereka merasa dikhianati atau tidak nyaman dengan apa yang ditulis. "Dia benar-benar protektif," ujar Salerno kepada People, seperti dikutip dari bangpremier.com. Douglas sendiri menegaskan bahwa ia tidak menyebut nama siapa pun hanya untuk gagah-gagahan. "Ini orang-orang yang pernah menjalin hubungan dengan saya dalam hidup saya," katanya.
Dalam memoar itu, Douglas mengungkap hubungan rahasianya dengan Turner, lawan mainnya di Romancing the Stone. Selama 40 tahun, keduanya kompak membantah telah menjalin asmara. "Kami berdua membantahnya selama Romancing the Stone, Jewel of the Nile, War of the Roses, bahkan saat promosi The Kominsky Method beberapa tahun lalu," tulis Douglas. Ia mengakui bahwa keduanya sama-sama tergoda, tetapi selalu menyangkal. "Kebohongan itu untuk melindungi istri dan anak saya," ujarnya.
Selain Turner, Douglas juga membuka kisah perselingkuhannya dengan Jeanne Tripplehorn, lawan main di Basic Instinct. Saat itu ia sedang berpisah dari istri pertamanya, Diandra Luker. Publik lebih terfokus pada kemungkinan hubungannya dengan Sharon Stone, sehingga hubungan sebenarnya dengan Tripplehorn luput dari perhatian. "Mereka begitu fokus pada kemungkinan hubungan antara Sharon dan saya, sampai melewatkan hubungan nyata yang terjadi antara saya dan Jeanne," tulisnya. Douglas dan Tripplehorn berusaha keras menyembunyikan hubungan itu dari para kru dan pemain.
"Saya tidak menyebut siapa pun hanya untuk menambah daftar prestasi. Ini orang-orang yang pernah menjalin hubungan dengan saya dalam hidup saya." — Michael Douglas
Keputusan Douglas menulis memoar bukan tanpa alasan. Ia mengaku tergerak setelah memasuki usia 80-an dan melihat warisan dua generasi—dirinya dan ayahnya, Kirk Douglas—dengan sekitar 160 hingga 170 film selama lebih dari 80 tahun. "Saya sekarang punya cucu, usia delapan dan lima tahun. Mereka punya sedikit sejarah tentang kakek mereka," ujarnya. Menulis buku itu juga membantunya mengingat kembali banyak hal yang telah terlupakan.
Salerno mengaku telah mengenal Douglas bertahun-tahun sebelum proyek ini dan menghabiskan puluhan tahun membujuknya untuk menulis memoar. Baru setelah Douglas berusia lanjut, ia bersedia. Bagi Salerno, kerja sama ini bukan sekadar proyek kepenulisan, melainkan upaya mendokumentasikan perjalanan hidup seorang bintang yang telah melewati berbagai era Hollywood.
Bagi publik Indonesia, kisah Douglas ini bisa menjadi cermin tentang bagaimana figur publik mengelola privasi dan warisan. Di tengah budaya selebritas yang kerap mengorbankan privasi demi viralitas, langkah Douglas meminta izin mantan pasangan menunjukkan bahwa etika personal tetap bisa dijaga. Ia tidak hanya berbicara tentang dirinya, tetapi juga tentang orang-orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.
Ke depan, memoar ini berpotensi memicu diskusi lebih luas tentang batas antara hak publik dan privasi mantan pasangan. Apakah pengungkapan setelah puluhan tahun tetap relevan? Atau justru membuka luka lama? Yang jelas, Douglas telah memilih jalan yang ia yakini: berbicara jujur, tetapi tetap menghormati mereka yang pernah bersamanya.



