Ben Affleck: Kehilangan Kedua Orang Tua dalam Dua Bulan Mengubah Cara Pandang Hidup
Baca dalam 60 detik
- Ben Affleck dan Casey Affleck kehilangan ibu, Chris, pada Juni dan ayah, Timothy, pada April tahun ini.
- Aktor berusia 54 tahun itu mengaku lebih menghargai waktu dan keluarganya setelah peristiwa tersebut.
- Dalam wawancara dengan GQ, ia menyebut kematian orang tua sebagai hal yang wajar, meski tetap menyakitkan.

Aktor Hollywood Ben Affleck mengungkapkan bahwa kepergian kedua orang tuanya dalam rentang dua bulan telah mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Ibunya, Chris, meninggal pada 2 Juni di usia 83 tahun, sementara ayahnya, Timothy, wafat pada April di usia 76 tahun. Kabar duka tersebut pertama kali diungkapkan oleh adiknya, Casey Affleck, di Festival Film Venesia pada September lalu.
Dalam wawancara dengan majalah GQ, Ben yang kini berusia 54 tahun menyebut tahun ini sebagai periode besar dalam hidupnya. "Ini tahun yang berat. Saya dan adik saya kehilangan orang tua hanya berselang dua bulan, awal April dan Juni," ujarnya. Ia menambahkan bahwa peristiwa itu membangkitkan kenangan masa kecil, cara ia dibesarkan, dan kesadaran akan kefanaan hidup.
Ben mengaku memiliki hubungan yang rumit dengan ayahnya, terutama dalam beberapa tahun terakhir sebelum Timothy meninggal. Meski demikian, ia belajar memaknai kehilangan sebagai bagian alami dari kehidupan. "Ini mengerikan, tapi bukan tragedi. Ini normal. Saya tidak ingin hidup lebih lama dari anak-anak saya. Itu hal terburuk yang bisa saya bayangkan," tuturnya.
"Seringkali akhir hidup tidak penuh kebijaksanaan dan ketenangan. Hal-hal yang belum selesai dalam hidup tetap tidak terselesaikan," kata Ben Affleck.
Ia juga mengenang ibunya sebagai sosok yang luar biasa dan berani. Menurut Ben, kepergian Chris justru membuatnya semakin menghargai kehidupan sang ibu. "Anda menghadapi semua itu dan berpikir, 'Oke, bagaimana saya ingin menghabiskan sisa waktu ini? Karena Anda sadar waktu tidak banyak,'" tambahnya.
Pandangan Ben tentang duka dan kehidupan ini muncul di tengah kariernya yang tetap produktif. Ia baru saja menyutradarai dan membintangi film The Animals, serta terlibat dalam proyek The Rip. Meski sibuk, ia mengaku lebih selektif dalam memilih peran dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Kisah Ben Affleck ini menyentuh banyak orang, terutama generasi milenial dan Gen X yang mulai menghadapi kehilangan orang tua. Di Indonesia, di mana ikatan keluarga sangat kuat, refleksi semacam ini juga relevan. Banyak pekerja muda di kota-kota besar harus menyeimbangkan karier dan merawat orang tua yang menua, sering kali dari jarak jauh.
Kehilangan orang tua memang mengubah prioritas hidup. Ben Affleck, yang pernah meraih Oscar untuk Good Will Hunting, kini lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Ia tidak lagi terjebak dalam rutinitas Hollywood yang glamor, melainkan berusaha hadir untuk anak-anaknya.
Pertanyaannya, bagaimana masyarakat modern memaknai kematian sebagai bagian dari siklus kehidupan? Apakah kita perlu menunggu kehilangan baru menyadari betapa berharganya waktu bersama orang terkasih? Ben Affleck mungkin telah menemukan jawabannya, tetapi bagi banyak orang, proses itu masih berlangsung.



