Eva Marie Saint, Ikon Hollywood Era Keemasan, Tutup Usia di 102 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Aktris peraih Oscar yang membintangi On the Waterfront dan North by Northwest meninggal karena sebab alami di rumahnya di Los Angeles.
- Karier enam dekade mencatat transisi dari radio ke layar lebar, dengan peran-peran ikonik di bawah arahan sutradara legendaris Elia Kazan dan Alfred Hitchcock.
- Warisan Saint sebagai salah satu bintang terakhir Hollywood klasik menandai berakhirnya sebuah babak dalam sejarah perfilman Amerika.

Eva Marie Saint, aktris yang menandai era keemasan Hollywood dengan peran-peran legendaris dalam On the Waterfront dan North by Northwest, meninggal dunia pada usia 102 tahun. Menurut juru bicara keluarganya, Saint menghembuskan napas terakhir karena sebab alami di kediamannya di Los Angeles, Selasa (6/10/2026). Kepergiannya menutup babak panjang salah satu bintang terakhir yang masih hidup dari generasi sinema Amerika pasca-Perang Dunia II.
Lahir di New Jersey pada 1924 dari keluarga Quaker, Saint memulai karier sebagai pemain radio dan televisi lepas. Majalah Life pada 1949 bahkan menuliskan kalimat yang kemudian terbukti: "Nama Eva Marie Saint mungkin suatu hari menjadi nama yang dikenal luas." Setelah melalui berbagai peran panggung, ia mencuri perhatian sutradara Elia Kazan saat tampil dalam drama Broadway The Trip to Bountiful (1953). Kazan lantas mengundangnya beradu akting dengan Marlon Brando dalam On the Waterfront (1954), drama keras tentang praktik mafia serikat buruh. Peran sebagai Edie Doyle mengantarkannya meraih Piala Oscar untuk Aktris Pendukung Terbaik pada 1955.
Kesuksesan itu membuka pintu bagi Saint untuk membintangi berbagai film besar. Ia tampil bersama Bob Hope dalam That Certain Feeling, berperan sebagai istri pecandu obat dalam A Hatful of Rain garapan Fred Zinnemann, dan beradu akting dengan Elizabeth Taylor di Raintree County. Puncaknya, pada 1959 ia dipercaya Alfred Hitchcock memerankan agen rahasia Eve Kendall dalam North by Northwest—sebuah peran yang ia dapatkan, menurut pengakuannya dalam wawancara Turner Classic Movies, sebagian karena ia mengenakan sarung tangan putih saat makan siang dengan Hitchcock.
Memasuki dekade 1960-an, Saint membintangi Exodus sebagai perawat Amerika Kitty Fremont, lalu memperlambat laju kariernya demi mengurus keluarga. Ia sempat tampil dalam All Fall Down (1962) bersama Warren Beatty, The Sandpiper (1965) sebagai istri Richard Burton, dan Grand Prix (1966) sebagai jurnalis yang berselingkuh dengan pembalap Yves Montand. Meski mendapat pujian kritis atas perannya dalam Loving (1970), tawaran film layar lebarnya menyusut pada 1970-an dan 1980-an. Saint beralih ke film televisi dan penampilan tamu, sebelum kembali ke layar lebar lewat komedi Nothing in Common (1986) bersama Tom Hanks dan Jackie Gleason.
"Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi bintang. Saya hanya ingin bekerja," ujar Saint dalam sebuah wawancara, menggambarkan pendekatannya yang sederhana terhadap industri hiburan.
Pada 2005, ia muncul sebagai ibu Sam Shepard dalam film Wim Wenders, Don't Come Knocking. Setahun kemudian, ia berperan sebagai Martha Kent, ibu angkat Superman, dalam Superman Returns—sebuah keterhubungan kembali dengan Brando, yang telah wafat pada 2004, melalui izin penggunaan rekaman footage 1978. Di dunia televisi, Saint meraih Emmy untuk peran pendukung dalam miniseri People Like Us (1990). Peran terakhirnya di layar lebar adalah dalam Winter's Tale (2014) sebagai saudara dari karakter Colin Farrell.
Kepergian Saint menandai berakhirnya generasi aktor yang menjembatani teater radio, Broadway, dan Hollywood klasik. Bagi industri film Indonesia, sosok seperti Saint menjadi rujukan bagaimana seorang aktris dapat bertahan lintas dekade dengan memilih peran secara selektif dan menjaga integritas seni. Di saat industri kreatif nasional tengah mendorong aktor-aktrisnya menembus pasar global, keteladanan Saint—yang mengutamakan keluarga tanpa meninggalkan panggung—menawarkan perspektif bahwa karier panjang tidak selalu diukur dari kuantitas, melainkan kualitas dan konsistensi.
Dengan wafatnya Saint, tinggal segelintir nama yang tersisa dari era keemasan Hollywood. Publik pun bertanya-tanya: akankah warisan aktingnya menginspirasi generasi baru untuk menempatkan seni di atas ketenaran, atau justru tenggelam dalam derasnya industri hiburan yang serba cepat?



