Marquez Akui Ducati Tertinggal Setengah Detik dari Aprilia di Mandalika: "Kenyataan yang Tak Bisa Disembunyikan"
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez menegaskan defisit Ducati terhadap Aprilia di Mandalika bukan ilusi, selisih minimal 0,5 detik per lap.
- Aprilia mendominasi hari pertama dengan Raul Fernandez memecahkan rekor lintasan, sementara Marquez hanya finis kelima.
- Marquez pesimistis soal podium, menyebut kualifikasi sebagai titik lemah dan target realistis adalah meraih poin maksimal.

Marc Marquez tidak menampik kenyataan pahit yang dihadapi Ducati pada sesi latihan bebas Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Jumat (3/10/2025). Pembalap Spanyol itu menilai selisih waktu antara Desmosedici dan Aprilia bukan sekadar anomali, melainkan celah performa nyata yang mencapai setengah detik per putaran.
Aprilia memang tampil menggila sejak awal. Raul Fernandez dari tim Trackhouse memimpin dominasi 1-2-3 pabrikan Noale setelah membukukan rekor putaran tercepat di sesi sore. Marquez, yang menjadi andalan Ducati, harus puas di posisi kelima, bahkan terpaut di belakang Pedro Acosta dari KTM. Catatan waktunya tertinggal 0,7 detik dari Fernandez dan 0,5 detik dari Marco Bezzecchi, pembalap pabrikan Aprilia terdepan.
Mandalika selama ini dikenal sebagai sirkuit yang kurang bersahabat bagi Ducati. Karakter lintasan yang mengalir cepat dipadukan dengan ban belakang keras bawaan Michelin menciptakan kombinasi sulit bagi Desmosedici. Marquez sendiri belum pernah menyelesaikan balapan hari Minggu di Mandalika dalam tiga kesempatan, menambah beban psikologis di akhir pekan ini.
Meski mengawali hari dengan baik—menempati posisi kedua di FP1—Marquez mengakui keunggulan Aprilia kian melebar seiring berjalannya sesi. "Ini nyata. Mungkin bukan tujuh persepuluh, tapi lima. Raul sangat jauh di depan. Dia bahkan mencatat 29,7 dengan ban medium," ujarnya, seperti dikutip Motorsport.com. "Kami tertinggal setengah detik saat itu, jadi selisihnya nyata. Kami tidak bisa menyembunyikannya; Anda tidak bisa menutupi yang sudah jelas."
"Kami harus terus bekerja dan mendorong untuk mendapatkan hasil terbaik dari apa yang kami miliki dan menyelamatkan hasil sebaik mungkin di Mandalika." — Marc Marquez
Pembalap berusia 32 tahun itu juga menyoroti lemahnya performa di sesi kualifikasi. Menurutnya, time attack menjadi titik krusial yang harus segera dibenahi. "Saat balapan, kecepatan saya lumayan, tapi dalam time attack, saya tidak bisa memaksimalkan ban. Itu kelemahan saya di sirkuit ini," tambahnya.
Dengan setidaknya tiga pembalap Aprilia—bahkan mungkin empat—diperkirakan tampil di barisan depan, Marquez realistis. Ia bahkan menyebut podium sebagai target yang terlalu ambisius. "Saat ini, saya harus membalikkan keadaan cukup banyak untuk bersaing di podium. Saya tidak berbicara tentang kemenangan, hanya podium. Kita lihat nanti; Anda tidak pernah tahu sampai bendera finis," katanya.
Bagi Ducati, hasil di Mandalika bisa menjadi pukulan telak dalam perebutan gelar juara dunia. Aprilia yang sedang dalam performa puncak berpotensi memperlebar jarak di klasemen, sementara Marquez dituntut untuk tetap konsisten mengumpulkan poin meski tidak dalam kondisi terbaik. Sirkuit Mandalika, yang menjadi kebanggaan Indonesia di kancah MotoGP, kembali menegaskan reputasinya sebagai lintasan yang menuntut adaptasi cepat dan strategi ban yang tepat.
Pertanyaannya, mampukah Marquez dan Ducati menemukan solusi dalam semalam, atau akankah Aprilia terus mendikte laju balapan di hadapan publik tuan rumah? Kualifikasi nanti akan menjadi ujian pertama.



