Honda 'Super Buruk' di Mandalika: Marini Lebih Lambat dari 2025, Moreira Dua Kali Jatuh
Baca dalam 60 detik
- Luca Marini mencatat waktu 1m30,037s di FP2 Mandalika, kalah tiga persepuluh detik dari capaiannya sendiri pada sesi yang sama tahun lalu.
- Diogo Moreira dua kali terjatuh dan mengaku tidak mendapat umpan balik dari ban depan, sementara Johann Zarco menyebut setelan dasar motor terlalu jauh dari kebutuhan.
- Honda harus menemukan perbaikan besar dalam semalam jika ingin menghindari kualifikasi yang mengecewakan di Sirkuit Mandalika.

Honda kembali menunjukkan performa yang jauh dari harapan pada hari pembuka Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika. Pembalap pabrikan Luca Marini bahkan mencatat waktu yang lebih lambat dibandingkan sesi latihan bebas pertama tahun lalu, menandakan bahwa RC213V belum menemukan solusi atas masalah traksi dan grip yang menghantui mereka sepanjang musim.
Marini, yang tahun lalu finis kelima di Mandalika, hanya mampu menempati posisi ke-14 dengan selisih 1,3 detik dari pembalap tercepat. Catatan waktunya, 1m30,037s, terpaut tiga persepuluh detik dari torehan terbaiknya di sesi yang sama pada 2025 (1m29,730s). Sementara itu, pembalap LCR Johann Zarco harus puas di urutan ke-18, dan rekan setimnya, Diogo Moreira, terpuruk di posisi ke-19 setelah dua kali terjatuh.
Kekecewaan terpancar dari pernyataan Marini. Ia mengaku tidak memiliki penjelasan mengapa Honda justru mundur dibandingkan tahun lalu, padahal trek Mandalika kini mencatatkan rekor putaran baru melalui Raul Fernandez dari Trackhouse. โSaya benar-benar kecewa hari ini. Saya tidak mengerti mengapa, tetapi level kami sangat rendah dibandingkan tahun lalu,โ ujarnya dalam sesi jumpa pers.
โSepanjang hari saya kesulitan dengan grip depan dan belakang. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi dibandingkan tahun lalu, saya merasa kurang nyaman di atas motor, dan kemampuan menikung berkurang. Bagian depan tidak pernah mengikuti arah yang saya inginkan dan grip belakang sangat rendah,โ tambah Marini.
Moreira, yang sering menjadi pembalap Honda tercepat dalam satu putaran musim ini, mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada ban depan. Ia tidak mendapatkan umpan balik yang cukup sehingga ragu apakah bisa menyelesaikan putaran cepat tanpa terjatuh. โSecara umum, kami sangat buruk di sini. Tahun lalu kami bekerja dengan baik di Mandalika. Tahun ini, entah apa yang terjadi. Kami kesulitan besar untuk melakukan time attack,โ kata pembalap Brasil itu.
Zarco menambahkan bahwa Honda memulai akhir pekan dengan setelan dasar yang terlalu jauh dari kebutuhan. โHari yang lebih berat dari yang saya perkirakan. Sangat aneh tidak memiliki kemungkinan untuk melaju cepat, dan cara motor meluncur benar-benar tidak bagus. Butuh waktu lama untuk melakukan perbaikan,โ jelasnya.
Bagi Indonesia, gelaran MotoGP di Mandalika bukan sekadar ajang balap, melainkan magnet pariwisata dan ekonomi. Kehadiran sekitar 100 ribu penonton setiap tahunnya memberikan dampak signifikan bagi sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM di Lombok. Namun, performa buruk Honda dapat memengaruhi antusiasme penggemar lokal, terutama mereka yang mendukung pembalap favorit. Jika Honda terus terpuruk, daya tarik kompetisi di mata penonton Indonesia bisa menurun, meskipun ajang ini tetap menjadi tontonan bergengsi.
Secara teknis, kemunduran Honda di Mandalika mencerminkan masalah fundamental pada pengembangan motor. Sirkuit Mandalika memiliki karakter tikungan lambat dan sedang yang membutuhkan grip mekanis tinggi serta stabilitas pengereman. Keluhan Marini dan Moreira tentang kurangnya grip depan dan belakang menunjukkan bahwa RC213V belum mampu beradaptasi dengan kondisi aspal yang mungkin berubah atau suhu yang lebih tinggi. Sementara pabrikan lain seperti Ducati, Aprilia, dan KTM terus melakukan perbaikan, Honda justru tampak stagnan.
Dengan sesi kualifikasi dan balapan yang masih menyisakan dua hari, Honda memiliki waktu terbatas untuk melakukan perubahan setup. Para pembalap berharap bisa menemukan langkah positif dalam sesi latihan bebas ketiga dan kualifikasi. Jika tidak, mereka berisiko mengalami akhir pekan yang panjang dan mengecewakan di hadapan penggemar sendiri. Pertanyaannya, mampukah Honda bangkit dan memberikan perlawanan, atau akankah Mandalika menjadi saksi keterpurukan mereka lebih dalam?



