Gypsy-Rose Blanchard Diundang ke Pemakaman Ken Urker, Keluarga: Kami Tak Menyalahkan Dia
Baca dalam 60 detik
- Keluarga Ken Urker mengundang Gypsy-Rose Blanchard untuk hadir dalam prosesi pemakaman di Texas setelah jenazah dimakamkan.
- Kematian Urker pada hari ulang tahunnya yang ke-34 memicu spekulasi publik dan menyoroti tekanan daring yang ia alami semasa hidup.
- Blanchard berencana menggelar acara peringatan terpisah di Louisiana bagi kerabat yang tidak dapat melakukan perjalanan jauh.

Keluarga Ken Urker secara resmi mengundang Gypsy-Rose Blanchard untuk menghadiri upacara pemakaman pria yang pernah menjadi tunangannya tersebut. Kabar ini mencuat setelah Urker ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Raceland, Louisiana, pada Kamis pekan lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-34. Undangan tersebut disampaikan pihak keluarga melalui perantara, menandakan hubungan baik yang tetap terjaga meski hubungan asmara keduanya sempat berakhir.
Menurut laporan TMZ, pihak keluarga Urker berencana menggelar kebaktian di Texas begitu semua persiapan selesai. Selain sang adik, Autumn, keluarga besar Urker dikabarkan memiliki kedekatan emosional dengan Blanchard dan tidak menyimpan rasa bersalah terhadapnya atas peristiwa yang menimpa Urker. Sumber terdekat menyebutkan bahwa Blanchard menyambut baik undangan tersebut, namun ia juga berkeinginan mengadakan acara doa sendiri di Louisiana agar kerabatnya yang tidak mampu menempuh perjalanan ke Texas tetap dapat memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Urker menambah daftar panjang dinamika kehidupan Blanchard yang selalu menjadi sorotan media. Setelah dibebaskan dari penjara pada 2023 atas keterlibatannya dalam pembunuhan ibunya, Clauddine 'Dee Dee' Blanchard, ia berusaha membangun kembali hidupnya. Hubungannya dengan Urker sempat putus-nyambung, termasuk saat ia menikah dengan Ryan Anderson pada 2022 dan berpisah dua tahun kemudian. Meski demikian, keduanya kembali bersama dan dikaruniai seorang anak perempuan, Aurora, pada Desember 2024. Kini, Blanchard harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sosok yang ia sebut sebagai belahan jiwa.
"Dia akan selamanya menjadi belahan jiwaku dan benang merahku, sebuah ikatan yang tidak dapat dihapus oleh waktu, jarak, bahkan kematian," ujar Blanchard dalam pernyataannya kepada PEOPLE.
Dalam pernyataan terpisah, Blanchard juga menyinggung tekanan psikologis yang dialami Urker akibat sorotan publik dan perundungan daring. Ia menilai bahwa beban tersebut berkontribusi besar terhadap kondisi Urker. "Kekejaman yang ditujukan kepadanya adalah sesuatu yang tidak seharusnya dialami manusia mana pun. Saya percaya tekanan dan pelecehan yang luar biasa itu berdampak mendalam padanya," tuturnya. Pernyataan ini menyoroti sisi gelap budaya internet yang kerap mengabaikan kesehatan mental figur publik.
Kasus ini juga mengingatkan pada fenomena global di mana kehidupan pribadi selebritas menjadi konsumsi publik tanpa batas. Di Indonesia, tekanan serupa kerap dialami artis atau figur publik yang tersandung kasus hukum, terutama melalui komentar-komentar di media sosial. Meski tidak selalu berujung fatal, dampak psikologis dari perundungan daring menjadi perhatian serius bagi para praktisi kesehatan mental. Publik pun semakin menyadari pentingnya empati di ruang digital.
Hingga kini, penyelidikan atas kematian Urker masih berlangsung. Pihak berwenang belum mengungkap penyebab pasti, namun mereka memastikan akan mengusut tuntas. Sementara itu, Blanchard dijadwalkan menghadiri pemakaman di Texas jika memungkinkan, sembari mempersiapkan acara peringatan di Louisiana. Ke depan, pertanyaan tentang bagaimana ia akan melanjutkan hidup dan mengasuh Aurora sendirian menjadi perhatian banyak pihak. Akankah tragedi ini mengubah cara publik memperlakukan kehidupan pribadi seseorang, atau justru sebaliknya?



