Ian Hill Tinggalkan Judas Priest Setelah 57 Tahun, Davey Rimmer Ambil Alih Bass
Baca dalam 60 detik
- Bassist Ian Hill resmi pensiun dari Judas Priest akibat arthritis dan cedera tendon bahu yang memburuk.
- Davey Rimmer dari Uriah Heep ditunjuk sebagai pengganti, setelah sebelumnya tampil menggantikan Hill di London.
- Keputusan ini menutup era 57 tahun Hill bersama band, namun ia tetap berkontribusi pada album mendatang.

Ian Hill, bassist legendaris Judas Priest, mengumumkan pengunduran dirinya dari band setelah hampir enam dekade berkarya. Pria berusia 74 tahun itu mengambil keputusan sulit ini karena perjuangannya melawan arthritis dan cedera bahu yang membuatnya nyaris tidak mungkin memainkan instrumen kesayangannya. Pengumuman disampaikan melalui pernyataan tertulis di akun media sosial band pada Jumat (09/10/26).
Dalam pernyataannya, Hill mengungkapkan bahwa selama ini ia selalu berjanji akan terus bermain "sampai penampilannya menurun". Kini, ia mengakui bahwa waktu tersebut telah tiba. "Saya benci mengatakannya, tapi saat itu telah tiba," ujarnya. Hill telah berjuang dengan arthritis yang kini mencapai stadium lanjut di bahu kiri dan tangan kanan, serta telah menyebar ke bahu kanan dan kedua lutut. Ia mengatasi rasa sakit dengan pil pereda nyeri, gel, dan suntikan kortison.
Puncaknya terjadi ketika Hill terpaksa absen dari konser untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan band hampir 60 tahun lalu. Cedera tendon yang parah membuatnya tidak bisa tampil di London Eventim Apollo pada 21 September. Davey Rimmer, rocker dari Uriah Heep, langsung diminta mengisi posisi bass. Rimmer kemudian dikonfirmasi sebagai bassist baru Judas Priest setelah kepergian Hill.
Hill menjelaskan bahwa ia masih bisa merekam bass untuk album baru, tetapi ada keraguan apakah ia mampu menyelesaikan tur Eropa tanpa insiden. "Kami meminta teman baik kami Davey Rimmer dari Uriah Heep untuk mempelajari set list dan menggantikan saya jika saya harus mundur, yang akhirnya terjadi di konser London," tuturnya. Cedera tendon di bahu kiri terjadi tepat sebelum encore di konser Brussels dua hari sebelumnya, membuatnya tidak bisa mengangkat lengan cukup tinggi untuk mencapai leher bass.
"Saya telah melihat spesialis, yang menyarankan saya mungkin bisa sembuh tanpa operasi, tapi bahkan jika tidak, tidak ada jaminan bahwa saya akan memiliki kekuatan cukup di bahu/lengan untuk menyelesaikan seluruh pertunjukan panggung," kata Hill.
Setelah berkonsultasi dengan dokter, Hill memutuskan untuk pensiun dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarganya. Ia mengaku telah mengabaikan kehidupan keluarga selama 57 tahun dan ingin menebusnya sebelum terlambat. "Saya memutuskan untuk pensiun dan menghabiskan sisa tahun-tahun saya untuk menebusnya, dan melakukan hal-hal bersama mereka sebelum itu melibatkan salah satu dari mereka mendorong saya dengan kursi roda," tambahnya.
Hill memberikan restunya kepada Davey Rimmer sebagai penggantinya. "Pilihan yang jelas untuk menggantikan saya adalah Davey. Dia bassist hebat, dan orang yang sangat baik yang akan cocok dengan pekerjaan ini, dan saya mendoakan yang terbaik untuknya!" ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penggemar atas dukungan selama ini. "Tidak ada hari yang berlalu tanpa saya bersyukur atas perjalanan luar biasa yang saya jalani, dan saya hanya ingin mengatakan bahwa saya mencintai kalian semua, dan terima kasih atas kehidupan yang telah kalian izinkan saya jalani," tutupnya.
Kepergian Hill menandai berakhirnya era panjang dalam sejarah Judas Priest. Ia telah menjadi bagian dari fondasi band sejak awal, berkontribusi pada semua album studio dari Rocka Rolla (1974) hingga Invincible Shield (2024), serta satu album lagi yang dijadwalkan rilis tahun depan. Bagi penggemar musik metal di Indonesia, momen ini menjadi pengingat akan dedikasi dan pengorbanan para musisi legendaris yang telah menghibur lintas generasi. Judas Priest sendiri memiliki basis penggemar fanatik di Indonesia, dengan konser-konser mereka yang selalu dinanti.
Ke depan, Judas Priest akan melanjutkan perjalanan dengan formasi baru di bawah Davey Rimmer. Apakah Rimmer mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Hill, dan bagaimana ia akan membawa warna baru pada bass lines band? Sementara itu, Hill akan menikmati masa pensiunnya, meninggalkan warisan musik yang tak terlupakan.



