Liam Gallagher Tolak Tawaran The Celebrity Traitors: Saya Bukan Selebriti
Baca dalam 60 detik
- Liam Gallagher menegaskan telah menolak tawaran tampil di acara realitas The Celebrity Traitors karena tidak ingin disebut selebriti.
- Penolakan ini menyoroti perbedaan strategi karier antara bintang rock yang menjaga jarak dari budaya selebriti dan ekspektasi industri hiburan yang terus mendorong partisipasi selebriti di acara realitas.
- Sikap Gallagher dapat memengaruhi persepsi publik tentang autentisitasnya, sekaligus menjadi preseden bagi artis lain yang mempertimbangkan tawaran serupa di tengah maraknya program realitas selebriti.

Liam Gallagher, ikon Britpop dan vokalis Oasis, mengonfirmasi bahwa ia telah menolak tawaran untuk tampil dalam acara realitas BBC, The Celebrity Traitors. Dalam sebuah interaksi di platform X, ia menegaskan bahwa acara tersebut bukanlah untuknya karena ia tidak menganggap dirinya sebagai selebriti.
Penolakan ini bukan sekadar keputusan spontan. Gallagher, yang kini berusia 54 tahun, dikenal sebagai figur yang menjaga jarak dari budaya selebriti arus utama. Baginya, label "selebriti" tampaknya membawa konotasi yang tidak sejalan dengan identitasnya sebagai musisi rock. Sikap ini mencerminkan pola pikir yang konsisten: ia lebih memilih untuk diakui melalui karya musiknya ketimbang melalui partisipasi dalam acara hiburan yang mengandalkan popularitas semata.
Keputusan Gallagher untuk menolak tawaran tersebut juga dapat dilihat sebagai cerminan dari dinamika industri hiburan saat ini. Acara realitas seperti The Celebrity Traitors memang menjadi magnet bagi banyak selebriti untuk meningkatkan eksposur dan memperluas basis penggemar. Namun, bagi sebagian artis dengan kredibilitas mapan, keikutsertaan dalam acara semacam itu berisiko mengikis aura eksklusivitas yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
Dalam kesempatan lain, Gallagher menunjukkan sisi sederhana dengan mengungkapkan bahwa aktivitas hariannya meliputi "hal-hal spiritual lalu sedikit menyetrika". Ketika seorang pengikut di media sosial terkejut bahwa ia melakukan pekerjaan rumah sendiri, ia menjawab bahwa ia tidak mempercayakan pakaiannya kepada orang lain karena khawatir hasilnya tidak sesuai. Pernyataan ini memperkuat citranya sebagai pribadi yang membumi, meskipun statusnya sebagai bintang rock internasional.
"Saya sudah ditanya, itu bukan hal saya. Saya bukan selebriti." โ Liam Gallagher
Menariknya, sebelum Oasis mengumumkan reuni untuk tur pada 2025, Gallagher pernah melontarkan ide untuk tampil bersama saudaranya, Noel, di acara memasak Great British Bake Off. Gagasan tersebut disampaikan dengan nada bercanda, namun menunjukkan bahwa ia terbuka pada format televisi yang lebih santai dan tidak menuntut label selebriti. Perbedaan antara menolak The Celebrity Traitors dan membayangkan ikut Bake Off mengindikasikan bahwa ia selektif terhadap jenis tayangan yang sesuai dengan kepribadiannya.
Sementara itu, The Celebrity Traitors sendiri berhasil mengumpulkan deretan bintang ternama. Richard E. Grant, aktor veteran, terpilih sebagai salah satu dari dua traitor awal bersama pembawa acara Love Island, Maya Jama. Dalam episode kedua, Richard dan Maya, serta James Acaster yang baru direkrut, berusaha mempertahankan posisi mereka. Jurnalis Amol Rajan menjadi kontestan pertama yang tersingkir setelah berhadapan langsung dengan para traitor. Tekanan pun meningkat menjelang babak roundtable berikutnya.
Bagi penggemar di Indonesia, fenomena penolakan Gallagher ini bisa menjadi cermin bagaimana publik tanah air memandang selebriti yang kerap muncul di berbagai acara realitas. Di Indonesia, partisipasi selebriti dalam program seperti "The Celebrity Traitors" versi lokal atau acara serupa sering kali menjadi batu loncatan untuk popularitas. Namun, ada pula artis senior yang memilih untuk tidak terjun ke ranah tersebut demi menjaga integritas. Gallagher, dengan sikapnya, seolah menegaskan bahwa menjadi musisi tidak harus berarti menjadi selebriti yang selalu tampil di layar kaca.
Ke depan, keputusan Gallagher ini mungkin akan memicu diskusi tentang batas antara artis dan selebriti di era di mana eksposur media sosial menjadi mata uang utama. Apakah penolakan semacam ini akan menjadi tren di kalangan musisi yang ingin menjaga privasi dan kredibilitas? Atau justru sebaliknya, semakin banyak artis yang akan merambah acara realitas untuk tetap relevan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi langkah Gallagher telah memberikan perspektif alternatif dalam industri yang serba terbuka saat ini.



