Ellie Goulding Pamer Kekasih Baru, Singgung Luka Perceraian di Album Teranyar
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi asal Inggris itu mengunggah klip tanpa atasan kekasihnya, Beau Minniear, sambil menegaskan pesona pria tersebut jauh melampaui penampilan fisik.
- Hubungan mereka terkuak ke publik sejak September 2025, dan kini keduanya dikaruniai seorang putri berusia tujuh bulan.
- Album terbaru Goulding, I Know Too Much, menjadi ruang refleksi atas perpisahannya dengan Caspar Jopling sekaligus perayaan cinta yang baru tumbuh.

Ellie Goulding kembali mencuri perhatian publik, bukan lewat panggung musik, melainkan melalui unggahan intim di media sosial. Penyanyi berusia 39 tahun itu membagikan video kekasihnya, aktor Beau Minniear, tanpa mengenakan atasan, namun ia segera menegaskan bahwa daya tarik pria tersebut tidak terletak pada fisik semata. “Ini justru hal yang paling tidak menarik darinya. Dia pria paling baik yang pernah saya kenal dan sangat memesona,” tulis Goulding dalam kolom komentar, seperti dikutip dari unggahan TikTok-nya.
Pernyataan itu menjadi penanda bagaimana Goulding ingin publik melihat hubungannya dari sisi yang lebih substantif. Sejak pertama kali terendus pada September 2025, pasangan ini memang jarang tampil bersama di acara resmi. Namun, kelahiran putri mereka, Iris, tujuh bulan lalu, membuat keduanya semakin terbuka. Minniear, 29 tahun, kini bukan hanya kekasih, tetapi juga ayah dari anak Goulding—sebuah dinamika yang jarang diekspos oleh selebritas sekaliber dirinya.
Yang menarik, Goulding tidak memisahkan narasi cinta barunya dari luka masa lalu. Album teranyarnya, I Know Too Much, secara eksplisit menyelami keretakan rumah tangganya dengan Caspar Jopling pada 2024. Dalam lagu “4 Seasons”, ia bahkan menceritakan liburan romantis ke Hotel Four Seasons di Florence saat hubungan dengan Minniear mulai bersemi. “Saya pikir saya mungkin sedang jatuh cinta,” begitu lirik yang ia tulis, menggambarkan fase awal yang penuh gejolak.
Dalam wawancara dengan majalah Nylon, Goulding mengaku tidak pernah berniat membuat “album perceraian”. Namun, proses kreatif membawanya ke sana. “Saya selalu ingin memulai album ini. Saya tidak tahu itu akan menjadi album perceraian, tapi arahnya memang ke situ,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pernikahannya dulu dianggap sebagai komitmen seumur hidup, dan kenangan itu akan selalu membekas. Beberapa lagu, kata dia, sengaja dibuat untuk menghormati masa tersebut, sementara yang lain lahir dari emosi sesaat yang tidak lagi relevan untuk jangka panjang.
“Ketika saya menikah dengan mantan suami, saya pikir itu untuk selamanya. Itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu tinggal bersama saya. Ada beberapa lagu yang perlu saya akui untuk menghormati masa itu.” — Ellie Goulding
Bagi industri musik pop, langkah Goulding mencerminkan tren yang lebih luas: album sebagai terapi publik. Penyanyi seperti Adele, Miley Cyrus, dan Taylor Swift telah membuktikan bahwa kerentanan personal bisa menjadi magnet komersial. Namun, Goulding mengambil posisi yang sedikit berbeda—ia tidak sekadar mengumbar luka, tetapi juga merayakan cinta yang baru. Kombinasi ini berpotensi memperluas basis penggemarnya, dari mereka yang pernah mengalami perceraian hingga generasi muda yang mengikuti kisah cinta selebritas di media sosial.
Di Indonesia, fenomena ini juga tidak asing. Penyanyi Tanah Air kerap menjadikan pengalaman pribadi sebagai bahan karya, dan respons pasar biasanya positif selama dikemas dengan jujur. Goulding, dengan pengaruh globalnya, bisa jadi contoh bagaimana seorang artis mengelola narasi publik tanpa kehilangan kendali atas privasi. Ia memilih mengungkap secukupnya, lalu membiarkan musik yang berbicara lebih lantang.
Ke depan, publik akan menantikan apakah hubungan dengan Minniear bertahan lama atau justru menjadi babak baru dalam drama kehidupan Goulding. Yang jelas, ia tidak lagi menyembunyikan perasaannya. Apakah ini awal dari era paling produktif dalam kariernya, atau justru titik balik yang mengubah arah musiknya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Goulding telah menemukan suaranya kembali—baik di atas panggung maupun dalam kehidupan pribadinya.



