Ben Elton Tawarkan Oasis Jukebox Musical, Noel Gallagher: Tanya Saja Adikku
Baca dalam 60 detik
- Ben Elton mengajukan ide Oasis jukebox musical kepada Noel Gallagher saat bertemu di premiere film Queen di London.
- Noel menanggapi dengan santai, merujuk pada saudaranya Liam, sementara pihak Liam meragukan ada aktor yang bisa meniru gaya panggungnya.
- Proyek ini berpotensi besar mengingat 11 juta penggemar telah mendaftar untuk tur Oasis Live '27 yang akan digelar 42 pertunjukan.

Penulis naskah panggung kenamaan Ben Elton mengungkapkan minatnya untuk menggarap Oasis jukebox musical, sebuah pertunjukan teater yang akan menampilkan lagu-lagu hits band Britpop tersebut. Ide itu disampaikan langsung kepada gitaris Oasis, Noel Gallagher, dalam sebuah pertemuan tak sengaja di acara premiere film Queen bertajuk Budapest di BFI Imax, London, beberapa waktu lalu.
Menurut laporan kolom Bizarre dari The Sun, Elton yang dikenal sebagai penulis musikal We Will Rock You itu menyatakan ketertarikannya kepada Noel. Namun, respons Noel justru santai sambil bercanda, โKamu sebaiknya tanya adikku,โ merujuk pada Liam Gallagher, vokalis Oasis yang selama ini dikenal memiliki hubungan naik-turun dengan sang kakak.
Sementara itu, seorang sumber dari kubu Liam menilai bahwa mencari aktor yang mampu memerankan Liam akan menjadi tantangan besar. โTidak akan ada yang bisa menandingi swagger-nya,โ ujar sumber tersebut, seperti dikutip dari The Sun. Pernyataan ini menyiratkan bahwa proyek tersebut tidak akan mudah terwujud tanpa restu dan keterlibatan langsung dari kedua bersaudara itu.
Kesuksesan We Will Rock You yang menggunakan lagu-lagu Queen menjadi salah satu pertimbangan mengapa Elton melihat potensi besar pada katalog Oasis. Musikal itu tercatat sebagai pertunjukan terlama di Dominion Theatre dan salah satu yang paling lama tayang di West End. Dengan basis penggemar Oasis yang masif, ide serupa diyakini memiliki daya tarik komersial yang kuat.
Antusiasme terhadap Oasis memang sedang tinggi. Setelah reuni tur pertama dalam 16 tahun pada 2024, berbagai proyek bertema Oasis mulai bermunculan. Salah satunya adalah pertunjukan panggung komedi berjudul The Battle yang mengangkat rivalitas legendaris antara Blur dan Oasis. Dalam pertunjukan itu, aktor Gavin and Stacey, Mathew Horne, berperan sebagai eksekutif musik Britpop Andy Ross yang terjebak dalam persaingan sengit kedua band.
โPertunjukan ini tepat berada di titik manis pengalaman budaya remaja saya. Saya sangat antusias mengeksplorasi era ikonik musik ini di atas panggung bersama tim kreatif yang berbakat,โ ujar Mathew Horne.
The Battle menyoroti momen Agustus 1995 ketika Blur dan Oasis merilis single Country House dan Roll With It pada hari yang sama, bersaing memperebutkan posisi puncak tangga lagu. Blur keluar sebagai pemenang dengan penjualan 274.000 kopi, sementara Oasis terjual 216.000. Persaingan itu memicu saling sindir di antara personel kedua band selama bertahun-tahun, meski hubungan mereka menghangat belakangan ini. Rencana tur The Battle ke seluruh Inggris akhirnya dibatalkan setelah pertunjukan di Birmingham dan Manchester pada Februari dan Maret tahun ini.
Meski demikian, masa depan Oasis sebagai fenomena budaya tampaknya masih panjang. Tur Oasis Live '27 akan dimulai di Celtic Park, Glasgow, pada 21 Mei dan mencakup 42 pertunjukan, termasuk enam malam di Knebworth yang memecahkan rekor. Jika proyek jukebox musical ini benar-benar terwujud, ia berpotensi menjadi jembatan antara generasi penggemar lama dan pendatang baru. Namun, tanpa lampu hijau dari Noel dan Liam, ide Ben Elton masih sebatas wacana. Akankah kita melihat lagu-lagu seperti Wonderwall dan Don't Look Back in Anger menghiasi panggung teater West End dalam beberapa tahun ke depan?



