Wabup Nagekeo Meninggal setelah Pantau Jalan Rusak, Serangan Jantung di Perjalanan Pulang
Baca dalam 60 detik
- Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, wafat akibat serangan jantung setelah meninjau perbaikan jalan di Aesesa Selatan.
- Insiden terjadi saat perjalanan pulang; korban tak sadarkan diri di mobil dan dilarikan ke RSUD Aeremo.
- Kepergian mendadak ini menyoroti risiko kesehatan pejabat daerah yang bekerja di lapangan tanpa pengawasan medis memadai.

Wakil Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia pada Senin (5/10) setelah mengalami serangan jantung. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah ia meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Kecamatan Aesesa Selatan.
Menurut Penjabat Sekretaris Daerah Nagekeo, Imanuel Ndun, Gonzalo sempat kehilangan kesadaran di dalam mobil sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. "Beliau meninggal karena serangan jantung," ujar Imanuel, dikutip dari detikcom.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Remigius Jago, menambahkan bahwa Gonzalo tak sadarkan diri saat perjalanan pulang. Sopir yang panik langsung memacu kendaraan menuju puskesmas terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Aeremo. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Kepergian Gonzalo yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi warga Nagekeo. Sebagai pejabat yang dikenal aktif turun ke lapangan, ia kerap memantau langsung proyek infrastruktur, termasuk perbaikan jalan desa yang menjadi fokus terakhirnya. Insiden ini juga mengingatkan kembali pada risiko kesehatan yang mengintai para pemimpin daerah, terutama yang memiliki mobilitas tinggi dan jam kerja tak teratur.
Dalam konteks Indonesia, kematian mendadak pejabat akibat serangan jantung bukanlah hal baru. Beberapa tahun terakhir, sejumlah kepala daerah dan anggota legislatif meninggal saat menjalankan tugas. Pola ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan layanan kesehatan darurat di daerah terpencil, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi pejabat publik. Nagekeo, sebuah kabupaten di Pulau Flores, memiliki akses terbatas ke fasilitas medis canggih, sehingga penanganan kasus gawat darurat sering terkendala jarak dan peralatan.
"Beliau tidak sadar saat dalam mobil ketika mau pulang kembali sehingga sopir pacu mobil langsung Puskesmas Kota dan lanjut ke RS," ujar Remigius.
Dari sisi tata kelola, kekosongan jabatan wakil bupati akan segera diisi melalui mekanisme yang diatur dalam undang-undang. Pemerintah daerah bersama DPRD Nagekeo diperkirakan akan menggelar rapat untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk usulan nama pengganti. Proses ini bisa memakan waktu, sementara roda pemerintahan harus tetap berjalan.
Lebih dari sekadar berita duka, peristiwa ini menjadi cermin betapa rentannya kesehatan para pemimpin di daerah dengan beban kerja berat. Sistem deteksi dini penyakit kardiovaskular di tingkat puskesmas masih menjadi tantangan. Apakah pemerintah pusat akan mendorong skrining kesehatan rutin bagi seluruh pejabat daerah? Ataukah kita akan terus kehilangan tokoh-tokoh terbaik karena serangan jantung yang sebenarnya bisa dicegah?



