Persik Kediri Buru Kembalikan Magis Brawijaya, Madura United Jadi Ujian
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri menargetkan kemenangan kandang atas Madura United pada 9 Oktober 2026 untuk memulihkan rekor tak terkalahkan di Stadion Brawijaya.
- Pelatih Marcos Reina menekankan pentingnya dukungan suporter sebagai faktor pengubah momentum setelah kekalahan perdana dari Dewa United.
- Laga ini menjadi tolok ukur konsistensi Macan Putih yang masih tertahan di papan tengah dengan empat poin.

Persik Kediri akan menjamu Madura United dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada 9 Oktober 2026. Duel bertajuk Derbi Jawa Timur ini menjadi momen krusial bagi Macan Putih untuk mengembalikan wibawa kandang yang sempat ternoda oleh kekalahan 0-1 dari Dewa United pada laga pembuka musim.
Pelatih Marcos Reina menegaskan bahwa misi utama timnya bukan sekadar meraih tiga poin, melainkan mengembalikan reputasi Stadion Brawijaya sebagai benteng yang sulit ditembus tim tamu. Menurutnya, dukungan penuh dari tribun akan menjadi energi ekstra bagi para pemain. "Kami ingin stadion penuh. Kehadiran Persikmania membuat kami bertanding dengan 12 pemain," ujar Reina, seperti dikutip dari pernyataan resminya.
Kendati demikian, tekanan justru datang dari performa tandang Persik yang cukup menjanjikan. Bayu Otto dan kolega mampu menundukkan Garudayaksa FC 2-0 serta menahan imbang Arema FC 1-1. Catatan itu menunjukkan bahwa secara kualitas, tim asuhan Reina tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, inkonsistensi di kandang sendiri menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Madura United datang dengan status tim yang sedang on fire. Laskar Sapeh Kerrab menghuni peringkat kedua klasemen sementara dengan sembilan poin, hanya terpaut beberapa angka dari pemuncak. Laga ini diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim memiliki motivasi berbeda: Persik ingin bangkit, sementara Madura United berambisi menjaga tren positif.
"Kami ingin menjadikan Brawijaya seperti benteng. Tempat keramat yang sulit untuk ditaklukkan tim tamu. Sehingga tidak ada tim yang ingin bermain melawan kami di kandang," tegas Reina.
Dari sisi persiapan, Reina mengungkapkan bahwa timnya telah melewati fase peningkatan fisik dan kini memasuki tahap taktikal. Fokus utama adalah merancang game plan yang mampu meredam agresivitas Madura United. "Pekan sebelumnya kami meningkatkan kualitas fisik pemain. Sekarang masuk fase taktis. Kami sedang mematangkan game plan agar mampu meladeni permainan Madura United," jelasnya.
Bagi Persik, laga ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa jeda FIFA Matchday tidak mengendurkan ritme kompetisi. Sebaliknya, waktu rehat dimanfaatkan untuk membenahi kelemahan, terutama dalam hal konsistensi menjaga fokus selama 90 menit. Kembalinya keangkeran Brawijaya bukan hanya soal gengsi, tetapi juga modal penting untuk menapaki sisa musim dengan lebih percaya diri.
Jika mampu mengalahkan Madura United, Persik berpeluang naik ke papan tengah dan menjauh dari zona bawah. Sebaliknya, kekalahan akan semakin menegaskan bahwa Brawijaya bukan lagi tempat yang menakutkan bagi lawan. Mampukah Macan Putih membuktikan bahwa kandang mereka masih keramat?



