Juara ASEAN Cup 2026, Modal Timnas Indonesia Curi Tiket 16 Besar Piala Asia 2027
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia mengantongi gelar FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai bekal menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
- Mantan kapten Timnas Agung Setyabudi menilai skuad Garuda berpeluang menjadi kuda hitam meski tergabung di grup berat bersama Jepang dan Qatar.
- Peluang lolos ke babak 16 besar tetap terbuka, tetapi Thailand diprediksi tampil lebih siap setelah mempelajari kekuatan Indonesia.

Timnas Indonesia memastikan diri tampil di putaran final Piala Asia 2027 setelah menuntaskan kewajiban di kualifikasi, dan kini bersiap menghadapi Grup E yang dihuni Jepang, Qatar, serta Thailand. Turnamen yang berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 itu menjadi panggung keenam bagi Skuad Garuda di level kontinental, sekaligus ujian sesungguhnya setelah merebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Gelar juara di level ASEAN memang memperkuat kepercayaan diri, tetapi tidak otomatis meringankan langkah Indonesia. Jepang dan Qatar adalah dua tim yang rutin tampil di Piala Dunia, dengan kedalaman skuad serta pengalaman bertanding di level tertinggi. Sementara Thailand, yang baru saja dikalahkan di partai puncak ASEAN Cup, dipastikan datang dengan persiapan berbeda dan motivasi berlipat untuk membalas kekalahan.
Mantan pemain Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, menilai peluang Skuad Garuda untuk membuat kejutan tetap terbuka. Menurutnya, Indonesia bisa menempati posisi kuda hitam, meski secara peringkat belum masuk jajaran tim unggulan. Ia menyoroti Jepang dan Qatar sebagai lawan yang levelnya masih di atas Indonesia, sedangkan Thailand dinilai sebagai tim yang bisa kembali dikalahkan.
"Setidaknya, bisa menjadi kuda hitam di Piala Asia nanti. Lawan kita masih ada di atas, seperti Jepang dan Qatar. Mungkin Thailand bisa kita coba kalahkan lagi nanti," ujar Agung Setyabudi.
Agung, yang pernah menjadi kapten Timnas pada Piala Asia 2004 di China, mengingatkan bahwa gelar ASEAN Cup tidak serta-merta membuat jalan Indonesia lebih mulus. Ia menilai seluruh peserta akan melakukan pembenahan menjelang turnamen, termasuk Thailand yang sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Indonesia. Karena itu, ia tidak ingin memasang target terlalu tinggi dan memilih bersikap realistis.
"Saya yakin tim lawan, seperti Thailand, akan terus berbenah. Mereka sudah mengantongi kekuatan dan kelemahan Indonesia. Kalau untuk melaju jauh, saya rasa sangat sulit. Bukan pesimistis, tetapi kita harus realistis. Semua tim terus berbenah sekarang," kata Agung.
Dengan komposisi grup yang menantang, Indonesia memiliki pekerjaan besar untuk mengulang pencapaian di Piala Asia 2023. Format turnamen yang memberi tiket bagi empat tim peringkat ketiga terbaik sebenarnya membuka peluang, tetapi konsistensi di tiga pertandingan fase grup menjadi syarat mutlak. Kemenangan atas Thailand bisa menjadi kunci, sementara hasil imbang atau kejutan melawan Jepang dan Qatar akan sangat menentukan nasib Skuad Garuda.
Piala Asia 2027 akan menjadi tolok ukur nyata bagi perkembangan sepak bola Indonesia setelah sederet prestasi di level regional. Jika mampu melewati fase grup, bukan tidak mungkin target yang lebih tinggi mulai diperhitungkan. Namun, tanpa persiapan matang dan peningkatan kualitas skuad, gelar ASEAN Cup hanya akan menjadi catatan manis tanpa kelanjutan di panggung yang lebih besar.



