Persib Hadapi Port FC di ACC 2026/2027: Misi Patahkan Kutukan Tiga Laga
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung memulai kiprah Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027 dengan bertandang ke markas Port FC di Thammasat Stadium, Kamis (8/10/2026) pukul 19.00 WIB.
- Rekor buruk melawan Port FC—tiga pertemuan tanpa kemenangan—menjadi ujian mental sekaligus peluang membuktikan kualitas juara Super League Indonesia.
- Perubahan pelatih di kubu Port FC dengan hadirnya Bozidar Bandovic menambah dinamika taktik yang harus diantisipasi Persib.

Persib Bandung mengawali perjalanan di Grup B ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 dengan ujian berat: bertandang ke markas Port FC di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis (8/10/2026) pukul 19.00 WIB. Laga ini bukan sekadar pembuka, melainkan kesempatan emas untuk memutus catatan buruk melawan klub asal Thailand tersebut.
Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Maung Bandung belum pernah menang atas Port FC. Kekalahan 0-2 pada Piala Presiden 2025, lalu imbang 2-2 dan kalah 0-1 di ACL Two 2024, menjadi bayang-bayang yang harus dihadapi. Status juara Super League Indonesia menuntut Persib tampil dominan di level Asia, tetapi rekor tersebut menunjukkan bahwa Port FC bukan lawan yang mudah.
Port FC mengalami perubahan signifikan dengan pergantian pelatih. Bozidar Bandovic, arsitek asal Montenegro, baru saja ditunjuk untuk mengembalikan performa tim. Kehadirannya membawa ketidakpastian taktik yang bisa menjadi pedang bermata dua: di satu sisi, Persib harus beradaptasi dengan gaya baru Port FC; di sisi lain, transisi tim lawan bisa dimanfaatkan jika Maung Bandung mampu mengeksploitasi celah.
Dukungan suporter tuan rumah menjadi faktor tambahan yang tidak bisa diabaikan. Bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan motivasi ekstra bagi Port FC, terutama untuk memulai kampanye ACC dengan hasil positif. Persib perlu meredam tekanan sejak menit awal dan tampil disiplin, mengingat atmosfer Thammasat Stadium sering menjadi tembok psikologis bagi tim tamu.
"Kami harus fokus pada kekuatan sendiri dan tidak terbawa tekanan. Ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa Persib layak diperhitungkan di Asia," ujar seorang sumber di internal tim, menggambarkan tekad skuad.
Dari kacamata taktik, lini belakang Persib akan diuji oleh trio lini depan Port FC yang diperkuat Bruno Moreira, Lucas Tocantins, dan Teerasak Poeiphimai. Ketiganya memiliki kecepatan dan naluri gol yang berbahaya. Sementara itu, lini tengah Port FC dihuni pemain berpengalaman seperti Noboru Shimura dan Worachit Kanitsribampen, yang mampu mengatur ritme permainan. Persib harus mampu memotong aliran bola ke area pertahanan agar tidak terus-menerus mendapat tekanan.
Di kubu Persib, pelatih kemungkinan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Teja Paku Alam di bawah mistar. Kuartet bek Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, dan Eliano Reijnders dituntut kompak menghadapi serangan cepat Port FC. Sementara itu, Marc Klok, Adam Alis, dan Mariano Peralta di lini tengah harus cerdas menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Trisula Uilliam Barros, Balsa Sekulic, dan Berguinho menjadi ujung tombak yang diharapkan mampu memanfaatkan peluang.
Bagi Persib, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri di kompetisi Asia. Kemenangan perdana atas Port FC akan menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Grup B. Sebaliknya, kekalahan bisa memperpanjang tren negatif dan menambah beban psikologis pemain.
Port FC pun memiliki ambisi serupa. Sebagai tuan rumah, mereka tidak ingin kehilangan poin di hadapan pendukung sendiri. Bozidar Bandovic tentu ingin memulai era kepelatihannya dengan hasil positif, terlebih melawan tim juara dari Indonesia. Duel ini diprediksi berjalan ketat dan penuh tensi tinggi.
Pertanyaannya, mampukah Persib mencuri poin di kandang lawan dan memutus kutukan tiga laga? Atau justru Port FC yang kembali menambah catatan buruk Maung Bandung? Jawabannya akan terlihat di atas lapangan, Kamis malam nanti.



