Bio Paulin: Juara ASEAN Cup 2026 Bukan Akhir, Timnas Indonesia Harus Evaluasi Diri
Baca dalam 60 detik
- Bio Paulin menegaskan gelar FIFA ASEAN Cup 2026 tidak boleh membuat Timnas Indonesia berpuas diri.
- Mantan pemain Timnas itu menyoroti masih banyaknya celah permainan Garuda, terutama untuk level Piala Dunia.
- Evaluasi menyeluruh dinilai krusial sebelum Indonesia berlaga di Piala Asia 2027 melawan Jepang, Qatar, dan Thailand.

Kemenangan dramatis Timnas Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 tidak serta-merta menutup celah persoalan. Pelatih Persekabpas Pasuruan, Bio Paulin, mengingatkan bahwa skuad Garuda masih menyimpan sejumlah kekurangan yang wajib dibenahi sebelum menghadapi kompetisi yang lebih berat.
Menurut Bio, evaluasi menyeluruh menjadi langkah niscaya pasca-turnamen. Ia menilai para pemain dan staf pelatih semestinya sudah bisa mengidentifikasi sendiri sektor mana yang perlu diperbaiki dengan menonton ulang pertandingan-pertandingan yang telah dilalui. "Kalau evaluasi, semua sudah menonton sepak bola yang kemarin. Mereka tahu di mana harus evaluasi, di sektor mana," ujarnya saat dihubungi media, Kamis (8/10/2026).
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Bio menyoroti bahwa level persaingan di pentas dunia jauh lebih keras. Ia bahkan menyebut kualitas timnas saat ini masih tertinggal jika diukur dengan standar Piala Dunia. "Yang akan datang bukan ajang yang mudah. Kalau dilihat, tim kita masih banyak kekurangan untuk level Piala Dunia," tegasnya.
Dalam pandangan Bio, konsentrasi penuh sepanjang pertandingan menjadi faktor pembeda di level internasional. Kesalahan kecil bisa berbuah fatal. Ia mencontohkan laga kontra Thailand, di mana sejumlah peluang lawan lahir dari kelengahan yang seharusnya bisa diantisipasi. "Satu kesalahan saja sudah selesai. Apalagi kemarin lawan Thailand ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan lawan. Ada celah, itu yang harus benar-benar dibenahi," paparnya.
"Sepak bola itu cepat sekali. Keputusan tidak boleh salah. Apalagi semua tim di sana mau berjuang dan profesionalisme tetap ada." โ Bio Paulin
Meski vokal soal perlunya evaluasi, Bio memilih menahan diri untuk tidak mengomentari aspek teknis secara detail. Ia menyerahkan urusan tersebut kepada tim pelatih dan manajemen yang dinilai lebih memahami kondisi internal. "Saya tidak mau banyak berkomentar ke dalam. Ini sepak bola, saya tidak bisa mengoreksi pelatih. Strateginya ya strateginya. Saya pikir ke depan akan lebih baik," tuturnya.
Bagi publik sepak bola nasional, peringatan Bio menjadi cermin bahwa euforia juara tidak boleh mengaburkan realitas. Piala Asia 2027 di Arab Saudi menjadi pembuktian sesungguhnya. Bergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, Indonesia dituntut tampil lebih disiplin, terutama dalam menjaga fokus selama 90 menit penuh. Kualitas lawan di grup tersebut jauh di atas rata-rata peserta ASEAN Cup, sehingga margin kesalahan nyaris tidak ada.
Jika evaluasi dijalankan dengan serius, bukan tidak mungkin Indonesia mampu berbicara banyak di Piala Asia. Namun, bila kelengahan yang sama terulang, sejarah bisa berbalik. Mampukah skuad Garuda membuktikan bahwa gelar ASEAN Cup bukan sekadar kebetulan, melainkan titik balik menuju level yang lebih tinggi?



