Mia Goth Gugat Cerai Shia LaBeouf, Perjuangkan Hak Asuh Anak
Baca dalam 60 detik
- Mia Goth resmi mengajukan gugatan cerai dari Shia LaBeouf setelah sepuluh tahun menikah, dengan alasan perbedaan yang tidak dapat didamaikan.
- Aktris MaXXXine itu menuntut hak asuh utama atas putri mereka, Isabel, dan menolak permintaan tunjangan dari kedua belah pihak.
- Langkah hukum ini menandai babak baru dalam hubungan penuh gejolak pasangan, menyusul kasus hukum LaBeouf dan penyelesaian sengketa dengan FKA twigs.

Mia Goth secara resmi mengajukan gugatan cerai dari suaminya, Shia LaBeouf, di Pengadilan Los Angeles pada Selasa (6/10/2026), mengakhiri pernikahan yang telah berjalan sepuluh tahun. Dokumen hukum tersebut mencantumkan alasan perbedaan yang tidak dapat didamaikan dan menyebut tanggal perpisahan mereka, 28 Juli 2025.
Langkah ini mengejutkan publik Hollywood, mengingat pasangan ini sempat melalui masa pisah dan rujuk. Menurut laporan Page Six, Goth, 32, menuntut hak asuh utama, baik secara hukum maupun fisik, atas putri mereka, Isabel, yang kini berusia empat tahun. Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang menerima tunjangan pasangan, sinyal bahwa ia ingin menutup babak ini tanpa ketergantungan finansial.
Keputusan Goth untuk mengakhiri pernikahan ini bukan tanpa konteks. Sepanjang tahun ini, LaBeouf, 40, secara terbuka mengakui bahwa tindakannya telah merusak hubungan mereka. Dalam wawancara dengan Channel 5 bersama Andrew Callaghan pada Maret lalu, ia menyatakan bahwa pernikahan mereka tidak bahagia dan ia telah melanggar kepercayaan secara besar-besaran. Pengakuan itu muncul setelah serangkaian masalah hukum yang membelitnya, termasuk penangkapan di New Orleans saat perayaan Mardi Gras pada Februari lalu karena terlibat perkelahian yang melukai dua orang. Ia kemudian mengaku bersalah atas tiga tuduhan baterai sederhana dan dijatuhi hukuman percobaan enam bulan yang ditangguhkan serta masa percobaan aktif selama dua tahun.
Di sisi lain, Goth terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bintang horor paling diminati. Namanya melambung lewat trilogi X garapan Ti West—X, Pearl, dan MaXXXine—di mana ia memerankan dua karakter ikonik, Maxine Minx dan Pearl. Ia juga tampil sebagai Elizabeth Lavenza dalam Frankenstein arahan Guillermo del Toro yang dirilis Netflix pada 2025, beradu akting dengan Oscar Isaac dan Jacob Elordi. Sementara LaBeouf, yang dikenal generasi milenial sebagai Louis Stevens di serial Disney Even Stevens dan Sam Witwicky di trilogi Transformers, belakangan lebih sering muncul di pemberitaan hukum daripada layar lebar.
"Kami sangat tidak bahagia. Saya membuat banyak kesalahan di awal sebelum kami mencoba memiliki anak. Saya telah melanggar kepercayaan dengan cara yang sangat besar." — Shia LaBeouf, dalam wawancara dengan Channel 5, Maret 2026.
Gugatan cerai ini juga bertepatan dengan berakhirnya sengketa hukum antara LaBeouf dan mantan kekasihnya, FKA twigs. Perempuan bernama asli Tahliah Barnett itu menuding LaBeouf melakukan kekerasan seksual dan emosional selama hubungan mereka, yang kemudian diselesaikan secara privat pada 2025. Namun, perselisihan lanjutan muncul terkait klausul kerahasiaan dalam kesepakatan tersebut. LaBeouf mengajukan klaim arbitrase pada Desember 2025, sementara FKA twigs menggugat pembatasan kerahasiaan itu pada Maret. Konflik ini akhirnya selesai setelah LaBeouf menyetujui bahwa ketentuan nondisclosure yang dipersengketakan "diakhiri dan batal". FKA twigs pun mencabut gugatannya karena dianggap telah mencapai tujuan.
Bagi publik Indonesia, kisah Mia Goth dan Shia LaBeouf menjadi cermin bagaimana tekanan industri hiburan dan masalah pribadi bisa saling membelit. Keduanya adalah contoh nyata bahwa ketenaran tidak menjamin stabilitas rumah tangga. Di saat yang sama, langkah Goth untuk memperjuangkan hak asuh anak dan menolak tunjangan menunjukkan tren perempuan di industri kreatif yang semakin mandiri secara finansial dan tegas dalam menentukan arah hidup. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental dan pentingnya lingkungan aman bagi tumbuh kembang anak di tengah konflik orang tua.
Ke depan, proses perceraian ini akan menjadi sorotan media internasional, terutama terkait perebutan hak asuh Isabel. Publik juga menantikan apakah LaBeouf akan menempuh jalur hukum untuk membela diri atau justru fokus pada pemulihan citranya. Sementara Goth, dengan karier yang terus menanjak, tampaknya siap menutup babak kelam ini dan melangkah maju sebagai ibu sekaligus bintang horor papan atas. Akankah keputusan ini menjadi titik balik bagi keduanya? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi satu hal pasti: drama rumah tangga mereka kini memasuki babak final yang tak kalah menegangkan dari film horor mana pun.



