Shin Tae-yong: Marselino Ferdinan Baru Bisa Bermain untuk Persija Akhir 2026
Baca dalam 60 detik
- Marselino Ferdinan masih menjalani pemulihan cedera lutut dan diperkirakan baru bisa bermain untuk Persija pada Desember 2026 atau Januari 2027.
- Persija merekrutnya di akhir bursa transfer meski dalam kondisi cedera yang didapat saat persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.
- Pelatih Shin Tae-yong menegaskan kembalinya Marselino bergantung pada tekad dan peningkatan kebugaran pemain, bukan sekadar nama besar.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memastikan Marselino Ferdinan belum bisa langsung memperkuat timnya. Gelandang berusia 22 tahun itu masih dalam proses pemulihan cedera lutut yang didapat saat persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Shin memperkirakan Marselino baru bisa merumput pada Desember 2026 atau awal Januari 2027.
Persija merekrut Marselino pada hari terakhir bursa transfer awal musim BRI Super League 2026/2027 dengan kontrak dua musim. Namun, kondisi cedera membuat tim Macan Kemayoran harus bersabar. Marselino menjalani operasi di Rumah Sakit San Juan de Dios, Sevilla, Spanyol, pada 12 Agustus 2026. Proses rehabilitasi masih berjalan dan belum ada kepastian kapan ia bisa kembali ke lapangan.
Kondisi ini membuat Marselino terancam absen sepanjang putaran pertama BRI Super League 2026/2027. Kompetisi akan jeda lebih dari sebulan untuk mendukung Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, sehingga putaran kedua baru bergulir pada awal Februari 2027. Artinya, jika pemulihan sesuai perkiraan, Marselino hanya akan melewatkan sebagian besar paruh pertama musim.
"Marselino saat ini sedang menjalani rehabilitasi dengan sungguh-sungguh. Mengenai kapan dia akan kembali, saya belum bisa memastikan tanggal pastinya. Jika berjalan lancar, mungkin sekitar Desember 2026 atau awal Januari 2027, itu paling cepat," ujar Shin Tae-yong sebelum memimpin latihan Persija di Depok, Rabu (7/10/2026).
Shin menyerahkan sepenuhnya kepada Marselino apakah ia masih punya peluang tampil di putaran pertama. Menurutnya, tekad dan kemauan pemain menjadi faktor penentu. Level kebugaran harus meningkat sebelum ia bisa bermain. "Tidak bisa dengan nama dia bermain di Persija," tegas Shin.
Keputusan Persija merekrut pemain cedera memang berisiko. Di satu sisi, Marselino adalah aset jangka panjang dengan kualitas yang sudah teruji di level internasional. Di sisi lain, tim harus menanggung beban gaji tanpa kontribusi langsung di lapangan. Manajemen berharap proses rehabilitasi berjalan lancar sehingga Marselino bisa segera memberikan dampak.
Bagi Timnas Indonesia, kondisi Marselino juga menjadi perhatian. Piala Asia 2027 akan digelar setelah jeda kompetisi, dan kehadiran pemain kreatif seperti dia bisa menjadi pembeda. Namun, semua bergantung pada kesembuhan dan kebugarannya. Jika ia kembali terlalu cepat, risiko cedera ulang bisa mengancam kariernya.
Persija masih memiliki waktu untuk menyiapkan strategi tanpa Marselino. Pelatih Shin Tae-yong dikenal mampu meracik tim dengan pemain yang ada. Namun, kehadiran Marselino di lapangan akan memberi dimensi berbeda pada lini serang Macan Kemayoran. Pertanyaannya, apakah ia bisa kembali sesuai target dan langsung menemukan performa terbaiknya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: kesabaran dan kerja keras Marselino akan menentukan kapan ia benar-benar siap.



