Geng Motor Makassar Ricuh Dini Hari: Satu Tewas, Dua Motor Dibakar
Baca dalam 60 detik
- Bentrokan dua kelompok pemuda bermotor di Biringkanaya menewaskan Muh. Akmal Makmur (24) dan melukai berat seorang remaja 16 tahun.
- Insiden susulan terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru saat dua sepeda motor ditinggalkan pemiliknya lalu dibakar massa.
- Polrestabes Makassar masih memburu pelaku dan memetakan asal kelompok yang terlibat dalam dua kejadian beruntun tersebut.

Kota Makassar kembali diwarnai bentrokan antarkelompok pemuda bermotor pada Sabtu dini hari. Insiden di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kecamatan Biringkanaya, berujung pada tewasnya seorang pria berusia 24 tahun dan seorang remaja yang kini dirawat intensif akibat sabetan senjata tajam.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad membenarkan rangkaian kejadian tersebut. Menurutnya, korban meninggal adalah Muh. Akmal Makmur, yang jasadnya ditemukan di lokasi sekitar pukul 03.35 WITA. Korban kedua, Muh. Farel SM (16), menderita luka robek di kepala bagian belakang dan punggung, serta masih menyimpan anak panah busur yang menancap di kepalanya.
"Korban mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang. Selain itu terdapat anak panah busur yang masih tertancap di bagian kepala," ujar Jaffar, Minggu (4/10).
Rekonstruksi awal polisi menyebut peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WITA ketika kelompok korban tengah berkumpul di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai. Tak lama berselang, rombongan lain datang dengan sekitar 12 sepeda motor sambil membawa parang dan busur. Kelompok korban sempat melawan dan membalas, memicu pengejaran hingga mengarah ke Kabupaten Maros.
Namun, di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, tepat di depan sebuah minimarket, dua sepeda motor yang ditumpangi Arif, Nizar, dan Akmal bertabrakan dengan motor yang dikendarai Angga bersama Farel. Kecelakaan itu membuat Akmal dan Farel tak sempat menyingkir. Kelompok yang diduga datang dari arah Maros berbalik dan menyerang keduanya secara bersama-sama. Akmal tewas di tempat, sementara Farel kritis.
Jenazah Akmal dievakuasi ke RS Bhayangkara sekitar pukul 05.08 WITA untuk visum et repertum dan autopsi. Sementara Farel masih menjalani perawatan di RS dr. Tadjuddin Chalid. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum merilis hasil forensik maupun keterangan resmi soal motif di balik penyerangan.
Hampir bersamaan, aksi serupa terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru. Menurut keterangan warga yang dihimpun polisi, sekitar 20 sepeda motor yang diduga bagian dari kelompok geng motor melintas dari arah timur sekitar pukul 05.00 WITA. Di kawasan Inspeksi Kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, rombongan itu dihadang sekelompok pemuda yang menyerang dengan petasan dan busur. Beberapa pengendara terjatuh dan meninggalkan kendaraannya. Dua unit sepeda motor yang tertinggal kemudian dibakar.
"Dua unit sepeda motor yang tertinggal langsung dibakar oleh kelompok tersebut," kata Jaffar. Sekitar pukul 06.20 WITA, bangkai kedua motor dievakuasi ke Mapolsek Makassar.
Rangkaian kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan jalanan di Makassar yang dalam beberapa tahun terakhir kerap muncul menjelang akhir pekan. Pola serangan yang melibatkan parang, busur, dan petasan menunjukkan eskalasi peralatan yang digunakan antarkelompok. Selain merenggut nyawa, aksi semacam ini berpotensi mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan korban dari kalangan warga yang tidak terlibat.
Dari sisi penegakan hukum, polisi menghadapi tantangan ganda: memburu pelaku yang berpindah cepat dengan sepeda motor, sekaligus memetakan jaringan kelompok yang saling berhadapan. Minimnya saksi mata di jam-jam rawan, serta lokasi kejadian yang tersebar di beberapa titik, membuat penyelidikan membutuhkan waktu.
Pertanyaan besarnya, apakah aparat akan menempuh pendekatan represif dengan penindakan tegas, atau mengedepankan pembinaan dan pencegahan berbasis komunitas? Tanpa strategi yang menyentuh akar persoalan, siklus bentrokan antargeng berpotensi berulang di kota yang sama.



