Jorge Martin Akui Tak Mampu Kalahkan Marc Marquez di Motegi: Bahkan di Hari Terbaikku
Baca dalam 60 detik
- Jorge Martin finis kedua di MotoGP Jepang setelah start dari pole, tertinggal 1,363 detik dari Marc Marquez.
- Marquez meraih kemenangan keenam dalam sembilan balapan dan kini hanya terpaut dua poin dari Martin di klasemen.
- Martin menilai performa Marquez terlalu kuat, namun tetap optimistis dengan kemajuan Aprilia di sirkuit yang biasanya sulit.

Jorge Martin harus mengakui keunggulan Marc Marquez pada balapan MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (5/10/2025). Meski tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi, pembalap Aprilia itu menilai performa Marquez berada di level yang tidak bisa dijangkau, bahkan ketika ia merasa sedang dalam kondisi terbaik.
Martin memulai balapan dari posisi terdepan dan memimpin sebagian besar putaran awal. Namun, Marquez yang membalap untuk Ducati berhasil menyalipnya di Tikungan 9, tepat sebelum pertengahan lomba. Setelah itu, Martin tidak mampu membalas dan perlahan tertinggal, akhirnya finis di posisi kedua dengan selisih 1,363 detik.
Bagi Marquez, ini adalah kemenangan grand prix keenam dalam sembilan seri musim ini, sekaligus kesuksesan ganda kelimanya. Hasil tersebut membawa pembalap Spanyol itu semakin dekat ke puncak klasemen, kini hanya terpaut dua poin dari Martin yang masih memimpin.
Martin mengungkapkan bahwa sepanjang akhir pekan, Marquez memiliki sesuatu yang lebih. “Dengan Marc, Anda tidak bisa membuat kesalahan, baik dalam berkendara maupun mengelola balapan. Dia lebih kuat,” ujarnya kepada TNT Sport. “Saya sudah berusaha maksimal, tetapi bahkan di hari baik saya, mustahil mengalahkannya.”
Martin juga mengungkapkan bahwa ia harus mengatur konsumsi bahan bakar pada fase tertentu balapan, yang membuatnya sedikit kehilangan momentum dan memberi Marquez peluang untuk menyalip. “Saya cukup konstan di depan, tetapi ada masalah dengan konsumsi bahan bakar sehingga saya harus mengelola. Pada titik itu, dia mengambil keuntungan,” jelasnya.
Meski gagal menang, Martin tetap melihat sisi positif dari peningkatan performa Aprilia. “Di trek yang biasanya sulit bagi Aprilia, akhirnya kami bisa meraih podium pertama dan mencatatkan rekor putaran. Saya merasa siap untuk balapan berikutnya,” katanya dalam konferensi pers usai balapan.
“Saya merasa akan sangat sulit mengalahkannya, tetapi merupakan hak istimewa bisa bertarung dengan Marc di tahap kejuaraan ini.”
Jorge Martin, pembalap Aprilia
Dengan sisa musim yang semakin pendek, persaingan gelar juara dunia MotoGP 2025 memanas. Martin masih memimpin klasemen, tetapi Marquez berada dalam posisi yang sangat mengancam. Keduanya diprediksi akan terus bersaing ketat hingga seri terakhir.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, duel ini mengingatkan pada era kejayaan Valentino Rossi dan Casey Stoner, di mana setiap balapan menjadi pertarungan sengit yang menentukan arah juara. MotoGP 2025 juga akan menyambangi Sirkuit Mandalika pada seri penutup, yang bisa menjadi momen krusial bagi kedua pembalap. Akankah Martin mampu membalikkan keadaan di hadapan pendukungnya sendiri, atau Marquez justru semakin tak terhentikan?



