Vietnam Kehilangan Dua Pilar Jelang Perebutan Tempat Ketiga ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Tetap Tancap Gas
Baca dalam 60 detik
- Do Hoang Hen dipastikan absen dan Bui Hoang Viet Anh masih diragukan tampil saat Vietnam menghadapi Malaysia di laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026.
- Kim Sang-sik menegaskan timnya akan mempersiapkan laga ini seperti final meski hanya memperebutkan posisi ketiga.
- Duel di SUGBK Jakarta menjadi peluang terakhir Vietnam mengakhiri turnamen dengan kemenangan sekaligus menjaga posisi di 100 besar ranking FIFA.

Timnas Vietnam menghadapi ujian berat jelang laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB. Dua pemain kunci, Do Hoang Hen dan Bui Hoang Viet Anh, dipastikan tidak dalam kondisi prima setelah mengalami cedera otot saat mengalahkan Pakistan 4-2 pada laga terakhir Grup B, Jumat (2/10/2026).
Hoang Hen, gelandang serang naturalisasi asal Brasil yang bernama asli Hendrio Araujo da Silva, dipastikan absen karena cedera otot. Ia meninggalkan lapangan pada babak kedua dan menjalani pemantauan khusus. Meski cederanya tidak tergolong serius, waktu pemulihan yang tersisa terlalu singkat untuk membuatnya kembali tampil. Absennya Hoang Hen mengurangi opsi kreativitas dan daya gedor lini depan Vietnam.
Situasi berbeda dialami Viet Anh. Bek tengah tersebut ditarik keluar pada menit ke-79 dan tidak mengikuti sesi latihan pemulihan bersama rekan-rekannya pada Sabtu. Tim medis Vietnam masih memantau perkembangannya sebelum mengambil keputusan final. Jika Viet Anh gagal tampil, Kim Sang-sik harus kembali merombak lini belakang yang sudah kehilangan Nguyen Xuan Son karena cedera dan Pham Gia Hung yang meninggalkan tim karena urusan keluarga.
Meski hanya memperebutkan posisi ketiga, Kim Sang-sik menolak menganggap enteng pertandingan ini. Pelatih asal Korea Selatan itu meminta para pemainnya tampil dengan intensitas dan mentalitas laga final. "Kami akan mendekati pertandingan berikutnya seperti sebuah final," ujar Kim Sang-sik setelah kemenangan atas Pakistan, seperti dikutip media Vietnam.
Kami akan mendekati pertandingan berikutnya seperti sebuah final.
Bagi Vietnam, laga ini bukan sekadar penentuan posisi ketiga. VietnamNet melaporkan hasil pertandingan juga berpengaruh pada upaya mempertahankan posisi di 100 besar ranking FIFA. Kemenangan atas Malaysia akan menjadi penutup yang layak setelah performa impresif di fase grup, di mana mereka mencetak empat gol pada babak kedua untuk membalikkan keadaan melawan Pakistan.
Kim Sang-sik kini dituntut menemukan formula terbaik dengan skuad yang tidak ideal. Namun, ia masih memiliki sejumlah alternatif, termasuk Nguyen Dinh Bac yang tampil menonjol saat melawan Pakistan. Fleksibilitas taktik dan kesiapan pemain pelapis akan menjadi kunci bagi Vietnam untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan.
Pertandingan melawan Malaysia juga menjadi cermin bagi kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Dengan jadwal padat dan risiko cedera yang tinggi, manajemen skuad menjadi faktor pembeda. Vietnam harus membuktikan bahwa kedalaman tim mereka mampu mengatasi badai cedera. Sementara Malaysia tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mempermalukan rival tradisionalnya di hadapan pendukung sendiri.
Laga di SUGBK nanti akan menjadi ujian mental dan taktik bagi kedua tim. Mampukah Vietnam mengatasi keterbatasan dan menutup turnamen dengan kemenangan, atau justru Malaysia yang memanfaatkan situasi untuk merebut posisi ketiga? Jawabannya akan terlihat di lapangan.



