Cerita Horor Ollie Bearman di Malaysia: Laba-laba Sebesar Telapak Tangan Paksa Ganti Hotel
Baca dalam 60 detik
- Ollie Bearman mengaku terbangun tengah malam karena laba-laba besar di samping kepalanya saat menginap di Malaysia.
- Insiden itu memaksanya pindah hotel dan hingga kini ia belum membuka koper karena takut hewan tersebut bersembunyi di dalamnya.
- Lewis Hamilton terkejut mendengar cerita tersebut dan mengaku tidak menyadari Malaysia memiliki laba-laba sebesar itu.

Pembalap Haas F1, Ollie Bearman, mengungkap pengalaman menegangkan yang memaksanya meninggalkan hotel tempatnya menginap di Malaysia. Dalam sebuah acara penggemar di Grand Prix Bahrain, ia menceritakan bagaimana seekor laba-laba berukuran sebesar telapak tangan membangunkan tidurnya pada pukul dua pagi.
Bearman, yang digadang-gadang memiliki masa depan di Ferrari, berdiri bersama rekan setimnya Esteban Ocon serta pembalap Ferrari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc ketika menyampaikan kisah tersebut. Ia mengaku langsung menghubungi tim perjalanannya untuk pindah akomodasi. "Saya kirim pesan ke tim travel, 'Guys, saya pindah. Saya tidak mau tinggal di sini,'" ujarnya, seperti dikutip Motorsport.com.
Menurut Bearman, ia terbangun setelah mendengar suara seperti sesuatu yang berjalan mendekat. Begitu membuka mata, laba-laba itu sudah berada tepat di samping kepalanya. Reaksi Leclerc pun tak percaya, sementara Hamilton tampak syok mendengar cerita tersebut. "Saya akan tidur di mobil saja!" kata Hamilton sambil tertawa. "Saya bahkan tidak tahu Malaysia punya laba-laba!"
Bearman menduga laba-laba yang ia temui adalah jenis huntsman, spesies yang kerap ditemukan di rumah dan hotel di Malaysia. Meski tidak berbahaya bagi manusia, huntsman menggunakan racun untuk melumpuhkan mangsa kecil. Yang membuatnya menakutkan, laba-laba ini tidak membuat jaring, melainkan bergerak cepat di pepohonan, dinding, dan langit-langit.
"Saya pukul laba-laba itu, saya nyalakan lampu, tapi tidak menemukannya. Jadi saat pindah ke hotel baru, saya belum membuka koper karena takut dia ada di dalam." โ Ollie Bearman
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pembalap F1, yang biasa melaju hingga 200 mph di lintasan, tetap manusia biasa dengan ketakutan sehari-hari. Bagi Bearman, pengalaman di Malaysia meninggalkan trauma kecil yang mungkin akan ia ingat setiap kali kembali ke negara tersebut.
Meski demikian, cerita ini juga menyoroti sisi lain kehidupan pembalap: perjalanan, akomodasi, dan hal-hal tak terduga di luar lintasan. Bagi penggemar F1 di Indonesia, kisah Bearman menjadi pengingat bahwa Asia Tenggara memiliki keanekaragaman hayati yang bisa mengejutkan siapa pun, termasuk atlet kelas dunia.
Ke depan, apakah insiden seperti ini akan memengaruhi keputusan pembalap atau tim dalam memilih akomodasi saat balapan di wilayah tropis? Atau justru menjadi bahan lelucon yang mempererat hubungan antar pembalap di paddock? Yang jelas, Bearman mungkin akan memeriksa kamar hotelnya dua kali sebelum tidur.



