Bezzecchi Tak Paham Kecepatan Anjlok di Sprint MotoGP Jepang: Satu Detik Terlalu Lambat
Baca dalam 60 detik
- Marco Bezzecchi finis keenam di sprint MotoGP Jepang setelah memilih ban belakang medium yang diyakini tepat secara teori.
- Pembalap Aprilia itu mencatat waktu terbaik 1m43,873s, terpaut lima persepuluh detik dari catatan FP2-nya di trek yang sama.
- Kegagalan mereplikasi performa kualifikasi memperlebar jarak Bezzecchi dari Marc Marquez dan Jorge Martin dalam perburuan gelar.

Marco Bezzecchi mengakhiri sprint MotoGP Jepang di posisi keenam dengan raut kebingungan. Pembalap Aprilia itu mengaku tidak memiliki penjelasan mengapa laju motornya melambat hingga satu detik lebih lambat dibanding sesi latihan bebas kedua (FP2) di Sirkuit Motegi, Sabtu (4/10/2025).
Keputusan memakai ban belakang medium Michelin menjadi sorotan. Bezzecchi satu-satunya pembalap pabrikan yang memilih kompon tersebut, menemani Jack Miller dari Pramac Yamaha. Strategi ini diambil setelah ia tampil impresif di FP2 pagi harinya, di mana ia beberapa kali menembus catatan 1m43s dan menutup sesi di urutan teratas.
Namun, pada balapan sprint 12 lap, performa itu hilang. Bezzecchi hanya sekali menembus batas 1m44s, dengan waktu terbaik 1m43,873sโlima persepuluh detik lebih lambat dari FP2. Sementara rekan setimnya, Jorge Martin, yang memakai ban soft, mampu konsisten dalam rentang satu persepuluh detik dari catatan FP2-nya.
"Di atas kertas, itu pilihan yang tepat. Tapi hasilnya jelas tidak. Saya harus bertahan di dua setengah lap pertama, setelah itu saya sangat percaya diri. Keputusan ini bukan karena saya lambat, kami berpikir dan itu tidak buruk. Tapi akhirnya seperti ini, mari lanjut," ujar Bezzecchi.
Pembalap berusia 27 tahun itu mengungkapkan bahwa ia sudah merasa berada di batas suhu ban belakang sejak Jumat. Karena itu, tim memutuskan menguji kompon medium pada sesi latihan pagi untuk mendapatkan opsi kedua. Meski merasa nyaman, ia tak menyangka performa di sprint justru jauh dari ekspektasi.
Ketika ditanya apakah ada penjelasan atas perbedaan performa antara FP2 dan sprint, Bezzecchi menjawab singkat, "Saya tidak bisa menjelaskannya. Saya tidak ingin mengatakan sesuatu yang salah terlalu dini. Jadi saya lebih memilih memeriksa semuanya."
Hasil ini memperlebar jarak Bezzecchi dari para rivalnya di klasemen sementara. Marc Marquez yang menang semakin kokoh di puncak, sementara Jorge Martin yang finis ketiga meski sempat bermasalah dengan ban soft tetap mengumpulkan poin penting. Bezzecchi, yang sempat disebut sebagai penantang gelar, kini harus bekerja keras mengejar ketertinggalan.
Insiden kecelakaan di awal balapan yang melibatkan Alex Marquez dan menyingkirkan tiga pembalap seharusnya menjadi peluang bagi Bezzecchi untuk merangsek ke depan. Namun, ia justru kehilangan posisi dan finis di luar podium.
Ke depan, Bezzecchi dan tim Aprilia dituntut segera menemukan akar masalah. Dengan sirkuit-sirkuit yang menuntut manajemen ban berbeda, kesalahan memilih kompon bisa berakibat fatal. Apakah ini sekadar anomali di Motegi, atau ada masalah lebih dalam dengan setup motor RS-GP? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa seri berikutnya.



