J.A. Bayona Difavoritkan Sutradarai Sekuel Jurassic World Usai Gareth Edwards Mundur
Baca dalam 60 detik
- J.A. Bayona disebut sebagai kandidat terkuat untuk menyutradarai film Jurassic World berikutnya setelah Gareth Edwards mengundurkan diri karena perbedaan kreatif.
- Bayona sebelumnya menyutradarai Jurassic World: Fallen Kingdom yang meraup lebih dari $1,3 miliar, memberikan keunggulan dalam pemilihan sutradara.
- Universal Pictures terus mempersiapkan produksi dengan penulis naskah David Koepp dan para pemain utama yang akan kembali, syuting dijadwalkan mulai 2027.

J.A. Bayona muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengarahkan film Jurassic World berikutnya setelah Gareth Edwards memutuskan mundur dari proyek tersebut. Menurut laporan The Hollywood Reporter, Bayona dianggap sebagai frontrunner menyusul keluarnya Edwards karena perbedaan kreatif dengan pihak studio.
Bayona bukan nama baru dalam waralaba ini. Ia sebelumnya menyutradarai Jurassic World: Fallen Kingdom pada 2018, yang sukses besar dengan pendapatan global melebihi $1,3 miliar. Pencapaian itu menempatkannya sebagai film terlaris ketiga pada 2018 dan ke-12 sepanjang masa. Pengalaman tersebut dinilai memberikan keunggulan bagi Bayona dalam bursa sutradara, meski belum ada pembicaraan resmi dengan Universal Studios.
Universal Pictures dilaporkan terus mematangkan proyek ini. David Koepp, yang telah menulis naskah untuk Jurassic World Rebirth, kembali dipercaya menangani skenario. Para bintang seperti Scarlett Johansson, Mahershala Ali, dan Jonathan Bailey dikonfirmasi akan mengulang peran mereka sebagai Zora Bennett, Duncan Kincaid, dan Dr. Henry Loomis. Steven Spielberg dan produser Frank Marshall pun tetap terlibat dalam waralaba yang telah berjalan sejak 1993.
Keputusan Edwards mundur mengejutkan banyak pihak, terutama setelah ia sukses menghidupkan kembali franchise melalui Jurassic World Rebirth pada 2025. Dalam pernyataan resminya, Universal menyebut pengalaman bekerja dengan Edwards sangat luar biasa. Namun, sumber internal mengungkapkan bahwa Edwards kini ingin fokus pada proyek-proyek orisinal yang sedang ia kembangkan, sementara studio membuka pencarian sutradara baru. Edwards akan menjadi sutradara keenam yang meninggalkan kursi sutradara dalam sejarah waralaba ini.
“Kami memiliki pengalaman luar biasa bekerja dengan Gareth di Jurassic World Rebirth,” demikian pernyataan Universal Pictures.
Menariknya, kepergian Edwards terjadi tak lama setelah ia blak-blakan soal dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap industri film. Dalam sebuah acara Amazon bertajuk AI on the Lot, ia menyatakan bahwa AI adalah alat yang potensial dan bisa setara dengan kamera. Edwards bahkan mengungkapkan keinginannya membuat film hybrid generatif AI, tetapi menunda karena teknologi tersebut berkembang sangat cepat. “Rasanya seperti ini berubah setiap tiga bulan. Kami harus meninjau ulang rencana enam bulan lagi karena mungkin akan ada perangkat yang berbeda,” ujarnya.
Bagi industri film global, pergantian sutradara di waralaba sebesar Jurassic World selalu menjadi sorotan. Bayona, jika benar terpilih, diharapkan mampu mengulang kesuksesan Fallen Kingdom sekaligus membawa perspektif baru. Namun, tantangan tidak kecil: ia harus memenuhi ekspektasi penggemar yang sudah terbentuk sejak era Jurassic Park dan menjaga momentum komersial yang telah diraih Rebirth.
Di sisi lain, dinamika ini juga mencerminkan bagaimana studio besar seperti Universal semakin berhati-hati dalam memilih kreator di tengah perubahan lanskap produksi film yang kian dipengaruhi teknologi. Keputusan Edwards untuk mundur bisa jadi sinyal bahwa para sutradara visioner kini lebih memilih kebebasan berkarya ketimbang terikat pada waralaba besar.
Dengan jadwal syuting yang baru akan dimulai pada 2027, masih ada waktu bagi Universal untuk mengunci sutradara dan menyempurnakan naskah. Pertanyaannya, akankah Bayona kembali ke dunia dinosaurus, atau justru ada nama lain yang mengejutkan? Yang jelas, para penggemar Jurassic World menanti kelanjutan kisah ini dengan antusias.



