Surat Scorsese yang Terabaikan: Hammer Films Kini Berpeluang Bangkitkan Horor Klasik
Baca dalam 60 detik
- Martin Scorsese pernah mengajukan diri menyutradarai film Hammer pada era 1990-an, namun suratnya tidak pernah ditanggapi.
- Pemilik baru Hammer, John Gore, berencana merespons surat tersebut dan membuka peluang reboot waralaba ikonik.
- Gore menyoroti potensi eksplorasi karakter Frankenstein versi jahat dan judul kurang dikenal seperti Countess Dracula.

Martin Scorsese, sutradara kenamaan Hollywood, ternyata pernah menyimpan ambisi besar untuk menyutradarai film horor di bawah bendera Hammer Films. Namun, harapan itu pupus setelah pihak studio mengabaikan surat lamarannya pada dekade 1990-an. Kini, setelah Hammer diakuisisi pada 2023, peluang untuk merealisasikan kolaborasi tersebut kembali terbuka.
Hammer Films dikenal luas sebagai rumah bagi adaptasi horor klasik seperti Frankenstein, Dracula, dan The Mummy. Bagi Scorsese, studio ini bukan sekadar produksi film biasa; ia mengaku terpikat sejak remaja. Dalam wawancara tahun 1987, ia mengenang momen menonton The Curse of Frankenstein yang menurutnya memiliki kualitas grafis mengejutkan dan membuatnya semakin mengagumi Hammer. “Jika kami melihat logo Hammer, kami tahu itu film yang sangat istimewa,” ujarnya saat itu.
John Gore, yang perusahaannya mengakuisisi Hammer dan katalognya pada 2023, mengungkapkan bahwa ia menemukan surat asli dari Scorsese. “Kami memiliki surat dari tahun 90-an di mana Martin Scorsese menulis kepada Hammer, 'Saya ingin membuat film Hammer',” kata Gore kepada Variety. Ia pun berkeinginan memperbaiki kesalahan lama tersebut. Gore bahkan sempat berkonsultasi dengan Sandy Powell, desainer kostum yang sering bekerja sama dengan Scorsese, dan mendapat saran sederhana: “Balas saja suratnya.”
Meski demikian, Gore menyadari bahwa menghidupkan kembali warisan Hammer tidak bisa dilakukan sembarangan. Film-film klasik yang dibintangi Peter Cushing dan Christopher Lee, misalnya, memiliki tempat khusus di hati penggemar. “Sangat sulit membayangkan melakukan remake langsung dari sesuatu yang sudah menjadi klasik,” tegasnya. Namun, ia melihat celah pada karakter Frankenstein yang diperankan Cushing dalam The Evil of Frankenstein (1964). Dalam film itu, Frankenstein digambarkan sebagai ilmuwan jahat, bukan sekadar ilmuwan tersiksa. “Frankenstein versi Cushing belum pernah dibuat ulang—di mana dia jahat. Saya ingin mengeksplorasi itu,” tambah Gore.
Selain itu, Gore juga mempertimbangkan judul yang kurang populer seperti Countess Dracula (1971), kisah bangsawan abad ke-17 yang mempertahankan kemudaan dengan mandi darah gadis muda. Menurutnya, film aslinya hebat, tetapi karena bukan bagian dari katalog utama Hammer, remake bisa lebih leluasa dikembangkan. Opsi lain adalah The Devil Rides Out (1968), yang oleh Christopher Lee disebut sebagai “pengalaman paling menakutkan.”
“Kami benar-benar memiliki surat dari tahun 90-an di mana Martin Scorsese menulis kepada Hammer, 'Saya ingin membuat film Hammer'.” — John Gore
Bagi Scorsese, kecintaannya pada Hammer sudah terdokumentasi dengan baik. Ia pernah berkata bahwa menonton film-film Hammer pada masa remaja memberinya pengalaman yang mengejutkan dan menggembirakan. Kini, dengan niat Gore untuk membalas surat tersebut, bukan tidak mungkin kolaborasi yang tertunda selama tiga dekade akhirnya terwujud. Apakah Hammer akan segera mengirim balasan yang dinanti Scorsese? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah Gore menunjukkan bahwa pintu itu mulai terbuka.



